POJOKSATU.id — Tim mahasiswa Teknik Elektro Universitas Lampung (Unila) angkatan 2023 berhasil menorehkan prestasi membanggakan.
Mereka lolos sebagai penerima pendanaan riset dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP) 2025.
Dari lebih 1.300 proposal yang diajukan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, hanya 40 tim yang terpilih, dan salah satunya berasal dari Unila.
Riset yang mereka ajukan berjudul “TELSA Super App: Platform ERP untuk Mendukung Implementasi ISPO bagi Perkebunan Sawit Rakyat.”
Tim ini diketuai oleh Muhammad Ghaza Darmawan, bersama dua anggota lainnya, Dhimas Haryadi dan Maharani Cahyaning Asyura.
Mereka dibimbing oleh Dr. Ing. Melvi, S.T., M.T., dosen Teknik Elektro Unila yang berperan sebagai pembimbing utama dalam riset tersebut.
Baca Juga: Inovasi Riset UGM, Dari Padi Gamagora hingga Beras Presokazi, Dukung Kemandirian Pangan Nasional
Melalui proyek ini, tim merancang TELSA Super App (TSA), sebuah aplikasi berbasis web dengan sistem Enterprise Resource Planning (ERP).
Aplikasi ini memiliki fitur pengelolaan dokumen sertifikasi, manajemen kebun, serta pelacakan rantai pasok kelapa sawit.
Tujuan utama pengembangan TELSA Super App adalah membantu petani rakyat agar lebih mudah memperoleh sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).
Baca Juga: BNN RI dan Kementerian Kepolisian Fiji Jalin Kerja Sama Cegah Peredaran Gelap Narkoba
Apalagi, penerapan ISPO akan menjadi kewajiban penuh mulai November 2025.
Saat ini, dari total 6,94 juta hektare lahan sawit rakyat di Indonesia, baru sekitar 1,4 persen yang sudah tersertifikasi ISPO.
Rendahnya angka tersebut disebabkan beberapa kendala, seperti:
- Kapasitas manajemen kebun petani yang masih terbatas.
Baca Juga: Inovasi Dosen UPI Tasikmalaya, Padukan AI dan Kearifan Lokal dalam Pendidikan Dasar
- Biaya sertifikasi yang relatif tinggi.
- Kompleksitas dalam pemenuhan dokumen administrasi dan teknis.
Inovasi TELSA Super App diharapkan menjadi solusi digital yang mampu menjawab semua tantangan itu, dengan sistem terpadu dan mudah diakses oleh petani rakyat di berbagai daerah.
Perjalanan riset mereka dimulai dari Workshop BPDP di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, yang berlangsung pada 27–28 Agustus 2025 lalu.
Baca Juga: Penyebab TPG Triwulan 3 Guru Bersertifikasi Hingga Kini Belum Masuk ke Rekening!
Dalam kegiatan itu, seluruh peserta mendapatkan pembekalan mendalam mengenai budidaya, pengolahan, hingga produk turunan kelapa sawit.
Selama delapan bulan ke depan, riset tim Unila akan menjalani beberapa tahap, mulai dari audit progres hingga sesi presentasi akhir.
Jika berhasil masuk 10 besar nasional, mereka berkesempatan untuk mempresentasikan hasil riset di ajang final tingkat nasional BPDP 2025.
Baca Juga: PPG Prajabatan Tahun 2025 Resmi Dibuka, Nunuk Suryani Bagikan Kabar Baik Bagi Lulusan PGSD dan PGMI!
“Workshop di Pangkalan Bun membuka mata kami tentang kompleksitas industri sawit dari hulu hingga hilir.
Dengan riset ini, kami berharap TELSA Super App bisa menjadi solusi nyata bagi petani rakyat untuk mengimplementasikan ISPO sekaligus mendorong perkebunan sawit berkelanjutan,” ujar perwakilan Tim TSA.
Keberhasilan tim mahasiswa Teknik Elektro Unila ini menjadi bukti nyata bahwa generasi muda Indonesia mampu berperan aktif dalam memperkuat industri strategis nasional.
Melalui riset dan teknologi, mereka tidak hanya menciptakan solusi, tetapi juga memberikan harapan baru bagi masa depan perkebunan sawit yang lebih berkelanjutan. ***




