POJOKSATU.id - Di tengah masifnya serangan judi online yang kian sulit dibendung, kabar membanggakan datang dari Universitas Lampung (Unila).
Seorang mahasiswa Fakultas Teknik, Zaka Kurnia Rahman, berhasil menciptakan sistem kecerdasan buatan bernama GATE System yang dirancang khusus untuk membantu pemerintah melakukan deteksi dini terhadap ribuan domain judi online mencurigakan.
Inovasi ini bukan sekadar proyek kampus biasa. GATE atau Gambling Activity Tracing Engine lahir dari keresahan nyata terhadap maraknya situs dan aplikasi judi ilegal yang menyasar berbagai kalangan, termasuk pelajar dan mahasiswa.
Baca Juga: Rahasia Agar Tidak Cepat Lapar Saat Puasa Ramadhan Maka Hindari 5 Makanan Ini Saat Sahur!
Berawal dari Keresahan, Berujung Inovasi Nasional
Lonjakan situs judi online memang bukan hal baru. Sejak 2023, ratusan ribu situs telah diblokir pemerintah. Namun, pola lama yang hanya berfokus pada pemutusan akses dinilai belum cukup.
Situs-situs baru terus bermunculan dengan domain berbeda dan pola yang makin canggih.
Melihat celah itu, tim PKM Video Gagasan Konstruktif (PKM-VGK) Unila menawarkan pendekatan berbeda.
Baca Juga: DPR Masuk Masa Reses, Sahroni Efektif Kembali Jadi Pimpinan Komisi III Mulai 10 Maret 2026
Mereka mengembangkan sistem berbasis Artificial Intelligence dan Machine Learning yang mampu mendeteksi, melacak, sekaligus membantu memetakan aktivitas judi online secara real-time.
“Tujuan utama pengembangan sistem ini adalah efisiensi untuk menyaring konten secara presisi sebelum masuk ke tahap eksekusi oleh tim teknis Komdigi,” ungkap Zaka Kurnia Rahman, Sabtu 21 Februari 2026.
Cara Kerja GATE System: Screen, Secure, Report
GATE dirancang menggunakan pendekatan SSR (Screen, Secure, Report). Artinya, sistem ini:
Baca Juga: Doa Sebelum dan Setelah Tadarus di Bulan Ramadan, Lengkap Bacaan Latin dan Artinya
1. Menyaring situs secara otomatis menggunakan pemrosesan bahasa alami dan visi komputer.
2. Mengamankan data aktivitas pengguna yang mencurigakan.
3. Melaporkan temuan ke instansi berwenang untuk ditindaklanjuti.
Dengan kemampuan tersebut, GATE mampu menembus pola-pola tersembunyi yang biasa digunakan situs judi untuk mengelabui sistem sensor konvensional.
Baca Juga: Tunjangan Khusus TKG 26.798 Guru di Daerah Cair 100 Persen pada Bulan Lalu, Sudah Diterima?
Sistem ini juga dapat diintegrasikan dengan Internet Service Provider hingga platform pengaduan publik, sehingga pemetaan persebaran judi online menjadi lebih terstruktur.
“Melalui pendekatan AI, GATE tidak hanya fokus pada pemblokiran, tetapi juga pencegahan secara sistematis melalui analisis data dan pola aktivitas,” jelas Zaka.
Ia menilai, selama ini pemberantasan judi online masih bersifat reaktif. Pemblokiran dilakukan setelah situs terdeteksi, bukan melalui sistem deteksi dini yang komprehensif.
Hal inilah yang menjadi celah mengapa situs-situs baru terus bermunculan dan menyasar kelompok rentan seperti remaja.
Lolos Pendanaan PKM 2025 dan Siap Dikembangkan
Inovasi GATE mengantarkan tim PKM-VGK Unila lolos seleksi Pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) delapan bidang tahun 2025.
Atas prestasi tersebut, mereka mendapatkan pendanaan dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi.
Baca Juga: Siap-Siap Cek Saldo! Ini Kriteria Guru yang TPG Februari Cair ke Rekening Minggu Depan!
Tim penggagas GATE terdiri dari lima mahasiswa lintas jurusan, yakni Aulia Rafly Lubis, Mohamad Ghinau Thofadilah, Eka Arinda, Belia Nabila Putri, dan Zaka Kurnia Rahman. Mereka berada di bawah bimbingan Dr. Pujiati, S.Pd., M.Pd., dari FKIP Unila.
Saat ini, GATE tengah dalam proses pengajuan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Tim juga aktif melakukan edukasi publik melalui kanal YouTube dan Instagram @gate.system sebagai bentuk keberlanjutan program.
Menuju Standar Baru Pengawasan Ruang Digital
Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memproyeksikan sistem seperti GATE sebagai komponen vital dalam menjaga kesehatan ekosistem digital nasional.
Teknologi ini diharapkan menjadi standar baru dalam pengembangan infrastruktur pengawasan ruang digital yang lebih modern dan adaptif.
GATE dinilai sejalan dengan agenda pemberantasan kemiskinan dan penguatan teknologi nasional.
Judi online kerap menjadi pemicu utang konsumtif, kehilangan pendapatan, hingga ketimpangan sosial. Pendekatan preventif berbasis teknologi canggih menjadi solusi yang lebih strategis dan berkelanjutan. ***




