POJOKSATU.id – Limbah minyak jelantah yang selama ini kerap dibuang begitu saja kini disulap menjadi produk bernilai ekonomi oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Universitas Jember (UNEJ) dan Universitas Abdurachman Saleh (UNARS) Situbondo.

Melalui program pengabdian di Desa Gunung Malang, Kecamatan Suboh, para mahasiswa mengedukasi masyarakat untuk mengolah minyak bekas menjadi sabun dan biosolar.

Di saat yang sama, mereka juga mendampingi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar lebih siap menghadapi era digital.

Baca Juga: Belajar Langsung di Kandang Ayam Petelur, Mahasiswa IPB Dalami Rahasia Produksi Telur Berkualitas

Semangat pengabdian tersebut terlihat sejak pelepasan peserta KKN di Alun-alun Situbondo pada Selasa (14/7/2026).

Meski cuaca terik, puluhan mahasiswa tetap antusias memulai pengabdian di berbagai desa, termasuk Desa Gunung Malang yang menjadi lokasi pelaksanaan program inovatif berbasis pemberdayaan masyarakat.

Minyak Jelantah Diolah Jadi Produk Bernilai Jual
Berbeda dari program KKN pada umumnya, mahasiswa di Desa Gunung Malang memilih fokus pada pengelolaan limbah rumah tangga yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Baca Juga: Bupati Karawang Tata Cikampek Lebih Rapi dan Nyaman, KRL hingga Underpass Masuk Rencana

Humas KKN Desa Gunung Malang, Anggi, menjelaskan bahwa minyak jelantah dipilih karena hampir setiap rumah tangga menghasilkan limbah tersebut setiap hari.

"Daripada bekas minyaknya tidak bermanfaat, mending dikelola lagi menjadi barang bermanfaat. Seperti sabun atau biosolar misalnya," ujarnya.

Program ini menyasar para ibu rumah tangga sebagai kelompok utama. Selain menjadi pengguna minyak goreng dalam aktivitas sehari-hari, mereka dinilai memiliki peran penting dalam mengubah limbah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

Baca Juga: Ogah Buru-Buru, Gus Fawait Beberkan Alasan Penataan Food Street Butuh Waktu Lama dan Rencana Masa Depannya

Tak hanya bertujuan mengurangi pencemaran lingkungan, pengolahan minyak jelantah juga diharapkan mampu membuka peluang usaha baru apabila hasil produksinya dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Pelaku UMKM Didampingi Masuk Era Digital
Selain mengedukasi pengelolaan limbah, mahasiswa KKN Kolaboratif UNEJ dan UNARS juga membawa program pendampingan digitalisasi bagi pelaku UMKM di Desa Gunung Malang.

Melalui kegiatan tersebut, para pelaku usaha dibimbing memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana promosi, pemasaran, dan pengembangan usaha agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

"Karena saat ini eranya memang sudah era teknologi, maka tidak salah jika para pelaku UMKM didukung untuk lebih melek digital. Ini juga sesuai dengan semangat Bupati Situbondo untuk mendukung peningkatan UMKM," kata Anggi.

Baca Juga: Yonif 305 Tengkorak Gelar Nobar Argentina vs Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026, Perkuat Soliditas Prajurit

Pendampingan tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing UMKM desa sekaligus memperkuat kemampuan mereka beradaptasi dengan perkembangan ekonomi digital.

Pengabdian yang Memberikan Solusi untuk Masyarakat
Koordinator KKN Desa Gunung Malang, Izzul Muttaqin, S.Pd., menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memberikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi warga.

Menurutnya, pengabdian merupakan salah satu pilar utama perguruan tinggi yang harus diwujudkan melalui program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Baca Juga: TNI Kawal Penertiban Bangunan Liar di Kolong Flyover Cikampek, Puluhan Bangunan Dibongkar

"Karena mahasiswa tidak hanya memiliki tanggung jawab di bangku kuliah, namun juga tanggung jawab pengabdian di masyarakat," ujarnya.

Melalui dua program unggulan tersebut, KKN Kolaboratif UNEJ dan UNARS berharap dapat menghadirkan dampak yang berkelanjutan bagi Desa Gunung Malang.

Mulai dari mengurangi limbah rumah tangga, menciptakan produk bernilai ekonomi, hingga membantu UMKM memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan usahanya.

Dengan kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat, pengabdian diharapkan menjadi langkah kecil yang mampu melahirkan perubahan besar bagi kemajuan desa. ***