POJOKSATU.id – Universitas Diponegoro (UNDIP) kembali mencatatkan prestasi membanggakan di kancah nasional.
Salah satu mahasiswanya, Aqsa Aufa Syauqi S. dari Fakultas Kedokteran, berhasil menyabet DPD RI Awards 2025 untuk kategori Pembangunan Sosial dan Kesehatan yang diselenggarakan oleh Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI).
Penghargaan ini diberikan kepada tokoh muda inspiratif serta lembaga yang berkontribusi nyata terhadap kemajuan bangsa melalui riset berdampak sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Baca Juga: 5 kelas SMKN 1 Gunung Putri Ambruk! Disdik Jabar Gerak Cepat dan Prioritaskan Keselamatan Siswa
Ajang bergengsi itu berlangsung di Tribrata Hotel and Convention, Jakarta Selatan, Selasa (28/10/2025).
Tahun ini, DPD RI memberikan penghargaan dalam lima bidang, yakni Pembangunan Sosial dan Kesehatan, Kebudayaan dan Pariwisata, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Perempuan, Ekonomi Kreatif, serta Penghargaan Khusus Pejuang Kelompok Rentan.
Mahasiswa Inovatif dari Fakultas Kedokteran
Sebagai penerima penghargaan termuda di ajang tersebut, Aqsa bersaing dengan banyak tokoh nasional dan regional.
Ia dikenal sebagai figur inovatif yang memadukan semangat ilmiah dan kepedulian sosial.
Melalui Aqsa Center for Innovation and Research, ia aktif mengembangkan riset berbasis teknologi untuk meningkatkan layanan kesehatan masyarakat.
Salah satu inovasinya bahkan sudah mengantongi hak paten dari DJKI Kemenkumham RI dengan judul “Perizinan Berusaha Berbasis Risiko”.
Baca Juga: Kereta Api Hantam Motor dan Mobil di Perlintasan Stasiun Prambanan dan Sleman, Tiga Orang Tewas
Prestasi di Kancah Internasional
Kiprahnya tak berhenti di tingkat nasional. Aqsa juga menerima gelar “Inv” dari International Federation of Inventors’ Associations (IFIA) di Jenewa, Swiss, atas kontribusinya dalam inovasi global di bidang biomedis dan teknologi kesehatan.
Atas prestasi tersebut, Rektor UNDIP menobatkannya sebagai Mahasiswa Berprestasi Tingkat Internasional.
Sejak masa sekolah menengah, Aqsa sudah aktif dalam penelitian ilmiah berbasis bahan alami seperti bambu dan rebung.
Baca Juga: Tumbuhkan Cinta Budaya, Puluhan Grup Pelajar Unjuk Bakat Tari di Depok Literacy Festival 2025
Ia juga mendirikan kelompok riset “Mister Team” di FK UNDIP yang kini fokus pada pengembangan obat herbal untuk penyakit kulit, kanker, dan infeksi.
Saat ini, Aqsa menempuh dua jenjang pendidikan di UNDIP sekaligus: Program Profesi Dokter (MD) dan Magister Ilmu Biomedik (M.Biomed).
Konsistensinya menjadi bukti nyata semangat Diktisaintek Berdampak, program strategis UNDIP yang menggabungkan riset, inovasi teknologi, dan pengabdian masyarakat untuk solusi berkelanjutan.
Baca Juga: Gaji PNS Kemenkumham Tembus Rp6 Juta, Ini Rinciannya untuk Lulusan SMA
Penghargaan Ini Adalah Amanah
Usai menerima penghargaan, Aqsa menyampaikan rasa syukur dan refleksi atas pencapaiannya.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan merasa terhormat menerima DPD RI Award 2025.
Bagi saya, penghargaan ini bukan hanya bentuk apresiasi, tetapi juga amanah dan tanggung jawab moral untuk terus berkarya serta berkontribusi bagi masyarakat.
DPD RI telah memberi ruang bagi insan daerah untuk tampil, didengar, dan diapresiasi. Saya semakin yakin bahwa perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil,” ujar Aqsa.
Ungkapan itu menggambarkan kedewasaan berpikir dan semangat sosialnya. Ia menegaskan bahwa penghargaan bukanlah garis akhir, melainkan awal dari perjalanan pengabdian yang lebih besar bagi bangsa.
Karena pada akhirnya, bukan sekadar penghargaan yang membesarkan nama, melainkan dedikasi yang memberi makna. ***




