POJOKSATU.id - Kali ini Pojoksatu mau memberitahu kalian tentang prestasi luar biasa dari mahasiswa Fasilkom UI yang berhasil menjadi juara pertama di kompetisi Satria Data 2023.

Mereka menciptakan AI yang mampu memeriksa apakah peraturan perundang-undangan itu selaras atau tidak. Menarik, bukan?

Peraturan perundang-undangan sangat penting untuk mengatur hak dan kewajiban kita sebagai warga negara.

Namun, terkadang ada peraturan yang tidak harmonis atau bahkan bertentangan dengan peraturan lain. Hal ini dapat membuat kita bingung dan merasa tidak adil.

Nah, tim mahasiswa Fasilkom UI yang bernama Three Neuron V2 ini memiliki solusi canggih untuk masalah ini.

Baca Juga: Fakta Mutakhir Organoid, Organ Mini yang Bikin Komputer Jadi Semakin Pintar

Mereka menciptakan AI yang dapat secara otomatis memeriksa keselarasan antar peraturan perundang-undangan dengan metode Legal Textual Entailment (LTE).

Ini adalah metode yang dapat menentukan hubungan logis antara dua teks hukum.

Tim Three Neuron V2 juga menciptakan dataset LawID yang berisi puluhan ribu data peraturan perundang-undangan dan putusan Mahkamah Konstitusi.

Dengan dataset ini, mereka dapat menerapkan model AI mereka yang bernama BigBird-NLI.

Model ini dapat mencapai akurasi 99 persen dalam memeriksa keselarasan antar peraturan.

Dari hasilnya, ternyata mayoritas peraturan perundang-undangan itu selaras.

Hanya ada 0,6 persen yang tidak selaras. Biasanya, peraturan yang tidak selaras itu karena memiliki makna yang berbeda atau tidak relevan.

Prestasi tim Three Neuron V2 ini sangat mengesankan, bukan?

Baca Juga: Fakta Canggih AI Kini Ubah Kehidupan Manusia Setiap Hari, Nomor 12 Bikin Geleng-geleng

Mereka dapat membantu para pembuat kebijakan untuk menjaga agar peraturan perundang-undangan tetap adil dan jelas.

Mereka juga mendapatkan apresiasi dari Dekan Fasilkom UI Petrus Mursanto dan dosen pembimbing Panca Hadi Putra.

Kompetisi Satria Data 2023 ini diikuti oleh 600 mahasiswa dari 50 universitas di Indonesia. Beberapa di antaranya adalah IPB University, ITS, ITB, UGM, Unair, Undip, UB, dan lain-lain.

Bagaimana? Sudah terinspirasi belum dengan prestasi tim Three Neuron V2?

Mari kita dukung terus kreativitas dan inovasi anak bangsa di bidang AI. Jangan lupa like, comment, dan share artikel ini ya. Sampai jumpa di artikel selanjutnya!***