POJOKSATU.id - Jerami padi selama ini lebih sering dipandang sebagai limbah pertanian.
Namun, lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mencoba mengubahnya menjadi material bernilai untuk mendukung pengembangan teknologi penyimpanan energi.
Melalui tim Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Riset Eksakta (PKM-RE) Carbonova, mereka mengembangkan material anoda baterai ion-natrium berbasis jerami padi yang dipadukan dengan grafit dari limbah baterai bekas.
Tim tersebut terdiri atas Gilang Romadhon dari Elektronika dan Instrumentasi 2024 sebagai ketua, Zuhrul Anam dari Teknik Fisika 2024, Ethan Armana G. dari Matematika 2024, Asty Goviana dari Kimia 2025, dan Dinaesy Fadillah H. dari Antropologi 2025.
Baca Juga: Sosok Sudaryono Ditunjuk Kepala BGN Baru, Pernah Diusir Mahasiswa UGM Yogya Juni Lalu
Menariknya, kelima mahasiswa tersebut merupakan putra-putri Banyumas yang kini menempuh pendidikan S1 di UGM.
Ketua Tim Carbonova, Gilang Romadhon, mengatakan gagasan penelitian tersebut berangkat dari pandangan bahwa limbah masih memiliki potensi untuk diolah menjadi sesuatu yang bernilai.
“Kita berupaya menciptakan alternatif atas keterbatasan teknologi baterai saat ini dengan menghadirkan material anoda baterai ion-natrium yang tidak hanya inovatif, tetapi juga memanfaatkan sumber daya yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal,” ujar Gilang dalam keterangan yang dikirim, Kamis (22/9/2026).
Penelitian tersebut mengangkat judul “Rekayasa Struktur Nitrogen-Doped Hard Carbon Berbasis Jerami Padi dengan Spacer Limbah Grafit untuk Peningkatan Performa Anoda Baterai Ion Natrium.”
Jerami Padi Diolah Jadi Material Karbon
Dalam penelitian ini, jerami padi digunakan sebagai bahan dasar untuk menghasilkan material karbon.
Sementara itu, limbah grafit dimanfaatkan sebagai spacer untuk membantu merekayasa struktur material.
Material tersebut kemudian dikembangkan melalui sejumlah tahapan penelitian sebelum diuji karakteristik serta respons elektrokimianya.
Hasil pengujian awal menunjukkan material yang dikembangkan mampu memberikan respons elektrokimia dan menghasilkan kapasitas penyimpanan muatan.
“Temuan ini menjadi hasil pendahuluan bagi Tim Carbonova untuk terus melakukan optimasi terhadap material dan sistem baterai yang dikembangkan,” kata Gilang.
Dorong Pemanfaatan Limbah untuk Energi
Melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Tim Carbonova menjadikan penelitian tersebut sebagai ruang untuk mengembangkan dan menyempurnakan penelitian sebelumnya mengenai potensi hard carbon sebagai material anoda baterai.
Inovasi ini sekaligus mengangkat potensi dua jenis limbah yang relatif mudah ditemukan, yakni jerami padi dan grafit dari limbah baterai.
Tim Carbonova berharap penelitian tersebut dapat menjadi salah satu langkah dalam meningkatkan pemanfaatan limbah sekaligus membuka peluang pengembangan material anoda baterai ion-natrium berbasis sumber daya yang tersedia di Indonesia. ***




