POJOKSATU.id — Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) pada program Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) menggagas pembuatan mineral block untuk hewan ternak bersama para peternak di Desa Widoro, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan.
Melalui pelatihan dan praktik langsung, para peternak diajak mengenal pentingnya mineral dalam pakan ternak dan memproduksi mineral block secara mandiri dengan bahan lokal.
Kegiatan ini digelar untuk memberikan solusi murah dan praktis dalam pemenuhan kebutuhan mineral bagi hewan ruminansia.
Mahasiswa UGM memperkenalkan suplemen berbentuk padat ini sebagai pelengkap nutrisi pakan yang selama ini kurang diperhatikan peternak.
Baca Juga: Siap Berkarier di UGM? Simak Syarat dan Cara Daftar Penerimaan Dosen Tetap 2025
“Mineral adalah unsur penting yang sering diabaikan. Kekurangannya bisa sebabkan gangguan metabolisme dan produktivitas rendah,” jelas Mohammad Rizky Zulfahmi, mahasiswa Fakultas Peternakan UGM yang turut terlibat dalam kegiatan pada Selasa (5/8/2025).
Program ini berangkat dari observasi lapangan oleh mahasiswa KKN yang mendapati belum optimalnya pemberian nutrisi pada ternak lokal. Mereka kemudian menginisiasi pelatihan bersama warga.
Kegiatan diawali sosialisasi pentingnya mineral dalam ransum pakan, lalu dilanjutkan dengan praktik membuat mineral block berbahan garam krosok, mineral mix, semen putih, dan air.
Dalam proses praktik, mahasiswa bersama warga terlibat langsung mulai dari tahap pencampuran hingga pencetakan dan pengeringan mineral block ternak.
Baca Juga: 9 Kegiatan Wajib Pramuka yang Bikin Kamu Tangguh dan Siap Hadapi Dunia Nyata
Partisipasi aktif warga menjadi kunci kesuksesan kegiatan ini.
Peternak tidak hanya menerima informasi, tapi juga terlibat langsung dalam praktik, bahkan menunjukkan antusiasme tinggi selama proses pelatihan.
“Masyarakat sangat antusias, terutama karena bahan-bahannya mudah didapat dan pembuatannya sederhana,” tambah Rizky.
Kepala Desa Widoro, Mahmudi, mengaku terbantu dengan inovasi ini. Selama ini, katanya, peternak hanya memberi garam melalui air minum ternak tanpa metode khusus.
Ia menyampaikan terima kasih atas pendekatan partisipatif yang dilakukan mahasiswa KKN-PPM UGM.
“Warga senang karena bisa belajar hal baru yang bermanfaat langsung. Mereka ingin produksi mineral block ini dilanjutkan,” ujarnya.
Mahmudi menilai kegiatan ini memberikan dampak langsung dalam meningkatkan efisiensi pakan ternak serta kesehatan dan produktivitas hewan.
Ia berharap sinergi antara pendidikan tinggi dan masyarakat seperti ini bisa terus berlanjut.
Baca Juga: Pastikan PSU Aman dan Tertib, Pj Gubernur Papua dan Wamendagri Tinjau TPS Hingga Pelosok
“Ini bukti nyata bahwa KKN bisa bawa manfaat langsung. Program seperti ini harus terus didorong untuk mendukung pembangunan peternakan di desa,” imbuhnya.
Melalui program ini, mahasiswa UGM turut mendorong pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya poin 2 dan 12 tentang ketahanan pangan dan pola konsumsi-produksi yang berkelanjutan.
Tak hanya memberi solusi praktis, program ini juga mempererat hubungan antara dunia akademik dan masyarakat akar rumput.***
Baca dan komentari artikel Pojoksatu.id lainnya melalui aplikasi kami di bawah ini:



