POJOKSATU.id - Mahasiswa Departemen Teknik Kimia Universitas Brawijaya menunjukkan kreativitasnya dalam inovasi energi terbarukan.
Tim Perwira Agak Laen berhasil menembus babak Grand Final dalam ajang Chemical Engineering Universe (CHEVERSE) 2026 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia Universitas Pertamina pada 14 Februari 2026.
Dalam kompetisi tersebut, tim yang beranggotakan Ahmad Hisyam Shidqi dan Kevin Ainal Rizki Fadillah, keduanya mahasiswa Teknik Kimia angkatan 2022, sukses meraih juara 3 setelah bersaing dengan tim-tim kuat dari berbagai universitas ternama di Indonesia.
Mereka harus menghadapi persaingan ketat dari peserta yang berasal dari universitas papan atas seperti Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Gadjah Mada.
Inovasi Limbah Sawit untuk Program E10
Di bawah bimbingan Ir. Diah Agustina Puspitasari, S.T., M.T., Ph.D, tim ini menghadirkan karya ilmiah yang relevan dengan isu transisi energi nasional.
Karya mereka berjudul “Pemanfaatan Limbah TKKS Menjadi Bioetanol: Evaluasi Metode Simultaneus Saccharification and Fermentation (SSF) dalam Skala Pabrik Sebagai Penunjang Keberlanjutan dan Pengoptimalan Sumber Energi”.
Penelitian tersebut berfokus pada pemanfaatan limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) menjadi bioetanol melalui simulasi industri.
Pendekatan ini dilakukan untuk mendukung program mandatori E10 di Indonesia yang bertujuan meningkatkan penggunaan bahan bakar berbasis bioetanol.
Baca Juga: Viral Driver Online Tunjukkan BHR Rp1,6 Juta, Netizen Langsung Ramai!
Dalam risetnya, tim melakukan optimasi proses menggunakan perangkat simulasi industri Aspen Plus V14.
Mereka mengevaluasi dua metode produksi bioetanol, yakni Simultaneous Saccharification and Fermentation (SSF) dan Separate Hydrolysis and Fermentation (SHF).
Evaluasi dilakukan dari berbagai aspek, mulai dari hasil produksi (yield), efisiensi energi, hingga kelayakan ekonomi proses dalam skala pabrik.
“Kami berupaya mencari metode yang paling optimal secara teknis dan ekonomis agar pemanfaatan limbah sawit menjadi bioetanol dapat diimplementasikan secara nyata di industri,” kata Kevin.
Dukung Agenda Energi Berkelanjutan
Inovasi yang diusung oleh Hisyam dan Kevin ini juga sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan dunia atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Upaya tersebut mendukung SDG 7 melalui pengembangan energi bersih dan terjangkau dengan memanfaatkan bioetanol dari limbah kelapa sawit sebagai alternatif bahan bakar fosil.
Selain itu, riset ini juga berkontribusi pada SDG 9 melalui penerapan teknologi simulasi Aspen Plus V14 sebagai bagian dari inovasi industri yang mendorong proses manufaktur lebih efisien dan modern.
Pemanfaatan limbah biomassa sawit menjadi produk bernilai tambah juga mencerminkan prinsip ekonomi sirkular yang sejalan dengan SDG 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
Baca Juga: Viral Peternak Ikan Bongkar Timbangan Curang, 115 Kg Hasil Panen Malah Jadi 74 Kg
Di sisi lain, pengembangan bioetanol sebagai campuran bahan bakar transportasi turut mendukung SDG 13 yang berfokus pada upaya penanganan perubahan iklim dengan mengurangi emisi gas rumah kaca.
Keberhasilan menembus babak final sekaligus meraih juara dalam CHEVERSE 2026 menjadi bukti bahwa mahasiswa Teknik Kimia Universitas Brawijaya mampu bersaing dalam pengembangan riset teknologi tepat guna. ***




