POJOKSATU.id - Mahasiswa Program Doktor (S3) Fakultas Teknik (FT) Universitas Sebelas Maret (UNS) melakukan riset tentang desain interior kereta api ramah disabilitas berbasis prinsip desain universal dan nilai kearifan lokal Jawa.
Riset ini diharapkan dapat berkontribusi dalam pengembangan moda transportasi publik yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Inovasi tersebut lahir dari disertasi Dr. Akh. Sokhibi, mahasiswa Program Doktor Teknik Industri FT UNS, yang mengangkat judul Desain Toilet Kereta Api Eksekutif yang Aksesibel Berbasis Desain Universal dan Kearifan Lokal.
Baca Juga: Dosen UGM Kembangkan Alat Deteksi Cepat Keamanan dan Keaslian Pangan, Uji Cuma Hitungan Detik
Dosen Teknik Industri Universitas Muria Kudus (UMK) ini berhasil menyelesaikan studi doktoralnya dengan IPK 3,93 dan predikat cumlaude dalam waktu 3 tahun 6 bulan.
Sokhibi berpandangan bahwa toilet merupakan fasilitas vital dalam moda transportasi umum seperti kereta api.
Namun, kondisi toilet kereta api saat ini dinilai masih memiliki keterbatasan, baik dari sisi desain interior maupun belum tersedianya fasilitas khusus yang ramah bagi penyandang disabilitas.
Kondisi tersebut membuat sebagian penumpang, terutama disabilitas dan lansia, kurang nyaman selama perjalanan.
Memadukan Desain Universal dan Kearifan Lokal
Dalam risetnya, Sokhibi mengusung konsep desain universal untuk memastikan seluruh penumpang dapat menggunakan fasilitas toilet secara aman dan nyaman.
Prinsip ini menempatkan kebutuhan pengguna kursi roda, lansia, hingga penumpang umum sebagai prioritas utama.
Baca Juga: Bahlil Blak-blakan: Saya Menteri Gagal Kalau Masih Ada Desa Gelap dan Rakyat Belum Nikmati Listrik
Fitur toilet universal yang dirancang meliputi dimensi ruang yang mudah diakses semua pengguna, pintu geser otomatis, keran dan alat pengering tangan otomatis, pegangan rambat, lantai antiselip, posisi tombol bilas di samping, petunjuk huruf braille, hingga saklar lampu darurat.
Selain aspek fungsional, riset ini juga mengintegrasikan nilai kearifan lokal Jawa ke dalam desain interior toilet.
Unsur budaya tersebut tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetika, tetapi juga menjadi representasi identitas lokal yang memperkaya pengalaman pengguna.
Baca Juga: KABAR GEMBIRA HONORER! Pemkab Mubar Usul Tambahan PPPK Paruh Waktu
Desain kearifan lokal diwujudkan melalui penggunaan warna coklat, panel bermotif serat kayu, ornamen ukiran bercorak batik, serta bentuk ruang yang terinspirasi dari filosofi rumah adat joglo.
Pendekatan ini bertujuan menciptakan suasana hangat, nyaman, sekaligus meninggalkan kesan emosional bagi penumpang.
“Terciptanya desain toilet ini bertujuan untuk meningkatkan kemudahan akses bagi penyandang disabilitas serta lansia. Saya harap, desain hasil riset ini dapat menjadi standar baru bagi PT INKA dan PT KAI dalam merancang toilet gerbong kereta api,” ujar Dr. Akh. Sokhibi saat Yudisium Promosi Doktor Program Doktor Teknik Industri FT UNS, Kamis (15/1/2026).
Baca Juga: BKN Buka Suara 'Relokasi PPPK Bisa Selesai 5 Hari', Kepala Daerah Diminta Tak Ragu
Pengembangan inovasi dari riset ini menjadi langkah nyata UNS dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Kontribusi tersebut sejalan dengan pencapaian SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan), serta SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan). ***




