POJOKSATU.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IPB University menyelenggarakan program edukatif bertajuk PINDANG (Pendidikan Lingkungan) di Desa Dangiang, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Kegiatan ini berlangsung pada 17–18 Juli 2025 di SDN 01 Dangiang, serta pada 26 Juli 2025 di MI Miftahul Faizin Dangiang.
PINDANG menjadi inisiatif untuk memperkenalkan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan kepada anak-anak sejak usia sekolah dasar.
Melalui survei lapangan, mahasiswa menemukan bahwa Desa Dangiang belum memiliki sistem pengelolaan sampah yang baik, seperti tempat pembuangan akhir (TPA).
Kondisi ini menyebabkan sampah sering menumpuk di lingkungan sekitar, menciptakan potensi kerusakan lingkungan dan risiko kesehatan bagi masyarakat.
Oleh karena itu, mahasiswa IPB merancang program edukasi lingkungan yang menyasar anak-anak sebagai agen perubahan masa depan.
Baca Juga: FAKTA BAHASA: Bahasa Indonesia Baku Tidak Kaku, Begini Cara Membiasakannya
Menurut Muhammad Aulia Adli Ikhsani, Koordinator Desa KKN-T IPB University di Desa Dangiang, kesadaran lingkungan harus mulai ditanamkan sejak dini.
“Kami bersyukur bisa berbagi ilmu dan semangat mencintai alam bersama adik-adik di sekolah,” ujar Adli ketika diwawancarai di sela kegiatan.
Edukasi lingkungan yang diberikan meliputi pentingnya menjaga hutan, membuang sampah pada tempatnya, serta memilah sampah sesuai jenisnya.
Baca Juga: SIPENA, Program Mahasiswa KKNT IPB University Dorong Legalitas Usaha UMKM di Desa Jatinom Wonogiri
Anak-anak juga diajak mengenal peran dan manfaat hutan melalui penyampaian materi kehutanan dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami.
Materi disampaikan secara interaktif melalui media gambar, video, dan diskusi sederhana, sehingga siswa mudah memahami isi pembelajaran.
Di SDN 01 Dangiang, seluruh siswa dari kelas I hingga kelas VI ikut dalam sesi edukasi lingkungan yang berlangsung meriah dan menyenangkan.
Sementara itu, di MI Miftahul Faizin Dangiang, kegiatan diikuti oleh seluruh siswa dari kelas I hingga kelas VI dengan antusiasme tinggi.
Tidak hanya teori, kegiatan dilengkapi dengan praktik langsung berupa pemungutan sampah di lingkungan sekolah dan pemilahannya sesuai kategori organik dan anorganik.
Siswa juga terlibat dalam aksi penanaman pohon secara simbolis, yang sekaligus menjadi bagian dari penutupan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Melalui praktik langsung ini, anak-anak diajarkan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab orang dewasa, tapi juga bisa dimulai dari usia muda.
Kegiatan di MI Miftahul Faizin memiliki tambahan berupa pemasangan papan informasi yang membedakan jenis sampah organik dan anorganik di area sekolah.
Papan tersebut berisi gambar, tulisan sederhana, dan pesan lucu yang memudahkan siswa memahami cara memilah dan membuang sampah dengan benar.
Salah satu siswa kelas III, Alfa, menyampaikan kesan menyentuh usai mengikuti kegiatan edukasi lingkungan dari mahasiswa.
"Aku seneng banget, karena diajarin buang sampah yang benar. Aku juga pungut sampah lalu cuci tangan pakai sabun," ujar Alfa antusias.
Baca Juga: Proyek Jalan Rengasdengklok Telan Korban, LBH Bumi Proklamasi Siap Laporkan Kontraktor ke Polisi
Ia menambahkan bahwa sekarang sudah tahu pentingnya menjaga hutan, karena jika rusak, hewan bisa kehilangan tempat tinggal dan bumi menjadi panas.
“Aku janji nggak buang sampah sembarangan lagi! Terima kasih kakak-kakak. Kapan-kapan datang lagi ke sekolahku ya!” tambah Alfa dengan semangat.
Adli menyampaikan bahwa ia dan tim KKN berharap ilmu yang ditanamkan tidak berhenti sampai kegiatan selesai.
Ia berharap anak-anak dapat terus menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari di rumah maupun sekolah.
“Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama, termasuk anak-anak yang merupakan generasi penerus bangsa,” ucap Adli menutup kegiatan.
Program PINDANG di Desa Dangiang menjadi contoh bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil dan pembiasaan sejak usia dini.
Melalui edukasi langsung, pendekatan santai, dan praktik nyata, mahasiswa IPB University berhasil menumbuhkan kesadaran lingkungan di tengah keterbatasan desa.
Harapannya, program serupa dapat diterapkan di desa lain agar semakin banyak anak yang tumbuh dengan kepedulian terhadap alam.
Baca Juga: SELURUH Guru Sertifikasi Terima Tambahan TPG 100 Persen, Kecuali Kategori Ini!
Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami di bawah ini:
Versi Android: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.promedia.pojoksatu
Versi iOS: https://apps.apple.com/app/pojok-satu/id6670306141
Channel Whatsapp: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaizUTRDjiOXHsJCgQ2E
Fanpage edugov: https://www.facebook.com/profile.php?id=61575904868212
Demikian artikel tentang kegiatan KKNT mahasiswa IPB University di Desa Dangiang, Garut.***



