POJOKSATU.id - Mahasiswa program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi Institut Pertanian Bogor (IPB) University memperkenalkan insinerator minim asap menjelang Hari Lingkungan Hidup Nasional (HLHN) 2026 di Desa Cicadas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Alat ini dirancang untuk membakar sampah dengan suhu tinggi sehingga volume limbah berkurang dan dampak pencemaran udara bisa ditekan.

Inovasi ini menjadi solusi atas pengelolaan sampah yang selama ini banyak dilakukan melalui pembakaran terbuka.

Baca Juga: Sosok Saiful, Dedikasi 16 Tahun, Menguatkan Praktik Hipnoterapi untuk Kesehatan Mental Masyarakat

Dengan penggunaan insinerator, asap pekat berkurang signifikan, timbunan sampah menurun, dan masyarakat dapat menggunakannya dengan mudah.

Indra Bagus Ramdhani, perwakilan tim KKNT, mengatakan masalah sampah di Desa Cicadas cukup kompleks.

"Kami melihat ada masalah sampah di Desa Cicadas ini, seperti banyak tumpukan sampah liar, bahkan ada yang membuang sampah ke sungai," ujar Indra, dikutip dari laman resmi IPB University.

Baca Juga: Dari AHRS ke Balap Dunia: Mario dan Veda Siap Melesat di Grand Prix 2026

Minimnya akses ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) membuat sebagian warga memilih membakar sampah di halaman rumah karena dianggap praktis dan hemat biaya, meski berdampak buruk bagi kualitas udara dan kesehatan.

Akma Naufal Rabbani menambahkan, keterbatasan infrastruktur pengelolaan sampah juga menjadi persoalan utama.

"Hampir di sebagian RT atau RW tidak memiliki infrastruktur maupun sistem pengelolaan sampah," kata Akma.

Baca Juga: Info GTK Hadirkan Skema TPG Bulanan, Validasi SKTP Jadi Kunci, Guru Perlu Pahami Tahapan Agar Tak Keliru

Kondisi ini diperparah dengan rendahnya kesadaran warga membayar iuran sampah, sehingga pengangkutan bisa tertunda sampai tiga bulan.

Keberadaan insinerator minim asap menjadi solusi alternatif yang efektif.

Uji coba selama hampir satu bulan menunjukkan tidak ada penambahan volume sampah signifikan, sekaligus menekan pengeluaran warga untuk pengangkutan yang sebelumnya mencapai satu juta rupiah per kali angkut.

Baca Juga: BYD Uji Ketangguhan Kendaraan Listrik Lewat Sirkuit All-Terrain Zhengzhou, Dari Off Road hingga Fast Charging 5 Menit

Insinerator, Solusi Ramah Lingkungan
Secara teknis, alat ini dibuat dari bata hebel dengan ruang bakar memanjang dan aliran udara yang teratur, sehingga api lebih stabil dan asap pembakaran berkurang.

Masyarakat dapat membakar sampah tanpa mencemari kualitas udara.

Keberadaan insinerator ini disambut baik warga dan aparat desa.

"Perwakilan RT, RW, dan Pak Lurah hadir dan menyampaikan rasa syukur atas kehadiran tim kami membangun insinerator ini," ucap Akma.

Baca Juga: ASN Jombang Dapat Perlindungan Penuh, Rp36 Miliar Disiapkan untuk BPJS PNS dan PPPK

Mahasiswa KKNT Inovasi IPB berencana mereplikasi insinerator di 32 RT lainnya.

Desain dibuat sederhana agar mudah diterapkan di wilayah lain, sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan secara berkelanjutan. ***