POJOKSATU.ID- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Inovasi (KKN-TI) IPB University merancang program "Sanitasi Cerdas Ternak Berkualitas" untuk meningkatkan serta menjaga kesehatan hewan ternak.
Inisiatif ini bertujuan memperbaiki sanitasi lingkungan agar dapat mencegah berbagai penyakit, termasuk kudis pada kambing.
Selain itu, program ini juga mendukung memanfaatkan potensi alam lokal berupa tanaman serai sebagai bahan utama dalam pembuatan disinfektan alami yang bersifat antimikroba dan antitungau di Desa Rawabelut, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur (10/01/2025).
Kondisi kesehatan ternak di Desa Rawabelut, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, menjadi salah satu perhatian mahasiswa KKN-TI.
Kasus penyakit yang sering menyerang ternak, seperti kudis pada kambing, masih terjadi secara berulang meskipun telah dilakukan langkah-langkah pengobatan.
Hal ini disebabkan oleh kurangnya tindakan preventif, terutama dalam pengelolaan lingkungan yang higienis.
Menyadari pentingnya sanitasi dalam pencegahan penyakit ternak, mahasiswa KKN-T Inovasi IPB menghadirkan solusi berbasis potensi lokal.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa; perwakilan peternak dari Dusun 1, 2, 3, dan 4; aparat desa. Hewan ternak masyarakat beragam dengan sebagian besar ayam dan kambing serta beberapa diantaranya sapi.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi "Strategi Penerapan Biosekuriti Melalui Optimalisasi Bahan Lokal sebagai Alternatif Sanitasi Ekonomis" oleh mahasiswa Fakultas Peternakan.
Materi yang disampaikan mencakup langkah-langkah penerapan biosekuriti pada kandang dan hewan ternak, meliputi pembagian area peternakan ke dalam tiga zona—zona merah, kuning, dan hijau—guna mencegah penyebaran penyakit.
Selain itu, standar sanitasi kandang yang mencakup kebersihan peralatan dan peran peternak dalam mendukung lingkungan yang higienis juga menjadi fokus utama.
Peserta diberikan pemahaman mengenai manfaat dan dampak positif dari penerapan biosekuriti serta pemberian pakan sehat terhadap produktivitas ternak.
Para peternak harapannya mampu menerapkan strategi ini untuk meningkatkan efisiensi produksi, mengurangi risiko penyakit, dan menciptakan sistem peternakan yang lebih berkelanjutan.
Selain memberikan sosialisasi, mahasiswa juga mengadakan demonstrasi terkait pemanfaatan bahan lokal. Kendala akses desa sering menjadi tantangan dalam mendapatkan bahan baku, sehingga mahasiswa KKN-TI mengusulkan penggunaan tanaman serai sebagai salah satu komoditas unggulan desa.
Selain itu, campuran bahan baku lainnya berupa pemutih yang mudah ditemukan masyarakat setempat. Mahasiswa KKN-TI mendistribusikan 15 botol konsentrat disinfektan berbahan alami dengan masing-masing botol berisi 1 liter.
Setiap botol dilengkapi stiker panduan pembuatan dan penggunaan konsentrat tersebut. Para peserta juga dibagikan SOP (Standard Operating Procedure) berbentuk kertas (fisik) terkait cara pembuatan serta alat dan bahan; prosedur pembuatan; langkah-langkah pencairan larutan konsentrat secara terukur.
Hasil evaluasi sosialisasi menunjukkan peningkatan signifikan dengan rata-rata nilai benar pre-test sebesar 59% meningkat menjadi 91% pada hasil post-test.
Persentase peningkatan keberhasilan sosialisasi “Sanitasi Cerdas Ternak Berkualitas” adalah sebesar 54%. Para peserta juga terlihat antusias saat menerima botol konsentrat disinfektan bahan alami.
“Kegiatan ini membantu masyarakat Desa Rawabelut menjadi lebih paham terkait sanitasi dan kesehatan hewan ternak. Ada beberapa hal yang awalnya hanya berupa dugaan kami, tetapi dengan hadirnya kakak mahasiswa disini kami jadi bisa bertanya dan menjadi lebih yakin atas saran dan jawabannya,” ujar Pak Syarif Hidayat selaku Kepala Desa Rawabelut sesaat setelah menyampaikan pertanyaan terkait prosedur penggunaan konsentrat disinfektan.
Program kerja “Sanitasi Cerdas Ternak Berkualitas” menjadi awal kerja sama antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah desa setempat dalam mengembangkan sektor peternakan melalui sosialisasi dan demonstrasi.
Melalui transfer ilmu, harapannya semakin terbentuk sinergi berkelanjutan kedepannya.***



