POJOKSATU.id - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IPB University yang bertugas di Desa Karangsari, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, mengadakan kegiatan Bincang Tani bersama Kelompok Tani Mawar VI.

Kegiatan ini menghadirkan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dan UPT Pertanian Kecamatan Cikelet untuk membahas keanggotaan serta administrasi kelompok tani agar tercatat secara resmi dalam sistem. Hal ini penting agar dapat mempermudah proses penyuluhan berkelanjutan yang dilakukan oleh BPP dan UPT serta memperkuat kelembagaan kelompok tani di Desa Karangsari.

Dalam kesempatan ini, tim KKN juga turut membantu jalannya diskusi terkait berbagai tantangan pertanian, khususnya langkah-langkah budidaya padi terpadu mulai dari pengolahan lahan hingga pasca panen dengan penekanan pada pemupukan.

Baca Juga: Siap-siap! Ini Jadwal Resmi Asesmen Nasional 2025 untuk SMP Sederajat

Petani dapat langsung berkonsultasi kepada BPP dan UPT Kecamatan Cikelet terkait aspek penting budidaya, seperti kecocokan varietas terhadap lahan, dosis dan jenis pupuk yang dianjurkan, serta pencegahan penyebaran penyakit.

Penyuluh dan pihak UPT serta tim KKN kemudian memberikan pencerdasan mengenai cara penanaman serta perawatan tanaman yang direkomendasikan.

Selain berdiskusi soal budidaya padi, mahasiswa KKN-T IPB University juga memperkenalkan aplikasi IPB Digitani kepada Kelompok Tani Mawar VI Desa Karangsari.

Aplikasi ini menjadi wadah dan sarana bagi petani untuk berkonsultasi langsung dengan pakar IPB. Cukup lewat ponsel, petani bisa bertanya dan mendapat jawaban cepat tanpa harus menunggu penyuluh datang ke lapangan. Kehadiran aplikasi ini diharapkan bisa membantu mempercepat akses informasi pertanian bagi masyarakat Karangsari.

Sebagai bentuk dukungan nyata, mahasiswa juga menyerahkan benih padi unggul IPB 3S kepada Kelompok Tani Mawar VI.

Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Pusmendik yang Memiliki Peran Vital di Balik Peningkatan Mutu Pendidikan Indonesia

Varietas ini dikenal memiliki potensi panen lebih tinggi serta ketahanan yang lebih baik terhadap penyakit, sehingga diharapkan bisa menjadi pilihan bagi petani di Karangsari untuk meningkatkan produktivitas mereka.

Purkon, Sekretaris Desa Karangsari menyambut positif kegiatan ini. Ia menilai Bincang Tani bukan hanya memberi pengetahuan baru, tetapi juga memperkuat kerja sama antara petani, akademisi, dan pemerintah. “Kami berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut agar pertanian di desa kami semakin maju,” ujarnya.

Koordinator Desa Karangsari, Nabiil Hanif Priyambodo memberikan harapan agar kegiatan bincang tani ini dapat menjadi solusi dalam menjawab keluhan yang dirasakan oleh petani di Desa Karangsari.

“Kami berharap Bincang Tani ini bisa jadi ajang diskusi sekaligus belajar bersama, agar petani di Desa Karangsari makin mudah mendapatkan ilmu baru, terbuka pada teknologi seperti IPB Digitani, dan pada akhirnya bisa membawa kesejahteraan yang lebih baik bagi keluarga petani di desa,” harapnya.

Dengan adanya kegiatan ini, petani Karangsari tidak hanya mendapat pencerdasan atas tantangan di sawah, tetapi juga dikenalkan pada teknologi yang bisa menunjang pertanian mereka ke depan.***