POJOKSATU.id - Desa Situregen, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, menjadi pusat perhatian pada 16 Juli 2025 ketika Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) IPB University menggelar program bertajuk “SEMARAKâ€.
Program ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan pantai dan melestarikan lingkungan melalui kegiatan pembersihan pantai, penanaman mangrove, serta penanaman tanaman palawija di kebun desa.
SEMARAK yang merupakan singkatan dari “Situregen Menanam dan Rapi Pantai Kita†ini menjadi salah satu program unggulan KKN IPB University di Desa Situregen.
Baca Juga: Transmigrasi dan Geoekonomi
Lokasi kegiatan dipusatkan di Pantai Situregen Kawasan Konservasi Mangrove yang termasuk Pantai Batu Sahulu, yang dikenal memiliki pemandangan indah namun rentan terhadap permasalahan sampah dan abrasi.
Kegiatan ini diikuti oleh 95 peserta aktif dari berbagai lapisan masyarakat, dengan total kehadiran mencapai 100 orang termasuk para pemangku kepentingan. Turut hadir Lurah Desa Situregen, Abdul Muhyi, S.Pd., Camat Panggarangan, Ahmad Faidullah, S.IP., MM., perwakilan Koramil Serma Eman Guratman, Kepala Seksi Pengendalian Kelautan, Pesisir, dan Pulau-pulau Kecil Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten R. Ariief Budikusuma, S.Pi., M.Pi., serta Kepala Seksi Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kabupaten Lebak Farid Surawan, SE.
Kehadiran para pejabat ini menunjukkan dukungan penuh pemerintah terhadap inisiatif mahasiswa dan warga dalam menjaga kelestarian pesisir.
Partisipasi juga datang dari berbagai komunitas, sekolah, dan organisasi seperti Destana Situregen, KPPL Kecamatan Cihara, Karang Taruna Desa Situregen, Masyarakat Kampung Cimandiri Laut, Yayasan Daarul Ulum, Jejak Lestari, Ambalan Umar bin Khattab, Ambalan Siti Fatimah, MTs Cisiih, Lebak Ruhay, Lebak Uniq, DKR Pramuka Cihara, Pramuka Smanggar, Pramuka Cilograng, Pagar Nusa, Kumala, dan Harsa Citra Indonesia. Kehadiran mereka menambah semangat gotong royong dalam kegiatan ini.
Dalam pelaksanaannya, Program SEMARAK mengusung tiga kegiatan utama. Pertama, clean up atau aksi bersih-bersih pantai yang bertujuan mengurangi sampah plastik dan anorganik yang dapat merusak ekosistem laut.
Peserta dibagi ke beberapa titik di sepanjang Pantai Batu Sahulu untuk mengumpulkan sampah, yang kemudian dipilah berdasarkan jenisnya. Kedua, penanaman 500 bibit mangrove di area pesisir.
Mangrove dipilih karena perannya yang penting dalam menahan abrasi, menyediakan habitat bagi biota laut, dan menyerap karbon dari atmosfer.
Baca Juga: Netizen Salut pada Ketenangan Paskibraka M. Ghalib Saat Upacara Penurunan Bendera di Istana Negara
Ketiga, penanaman tanaman palawija di kebun desa sebagai langkah mendukung ketahanan pangan dan pemanfaatan lahan produktif di kawasan pesisir.
Selain aksi langsung, kegiatan ini juga memuat unsur edukasi lingkungan. Para peserta diberikan penjelasan singkat tentang pentingnya menjaga kebersihan pantai, dampak buruk sampah terhadap kehidupan laut, serta manfaat mangrove bagi ekosistem dan masyarakat.
Edukasi ini diharapkan dapat membentuk kesadaran jangka panjang sehingga upaya pelestarian lingkungan tidak berhenti hanya pada hari kegiatan.
Baca Juga: de-Kock Andani
Lurah Desa Situregen, Abdul Muhyi, S.Pd., mengapresiasi inisiatif Mahasiswa KKN IPB University yang dinilai mampu menggerakkan warga dan membangun kesadaran kolektif.
“Kegiatan seperti ini penting untuk menanamkan rasa cinta lingkungan, terutama kepada generasi muda. Dengan adanya kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat, kita bisa menjaga pantai ini tetap indah dan bermanfaat untuk anak cucu kita,†ujarnya.
Rifai, Koordinator Tim KKN IPB University Desa Situregen menngungkapkan bahwa Program SEMARAK merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang dirancang untuk memberdayakan potensi desa.
“Kami tidak hanya ingin memberikan manfaat langsung melalui aksi bersih dan tanam, tetapi juga mendorong masyarakat agar mandiri dalam menjaga lingkungan. Harapannya, program ini menjadi kebiasaan yang terus berlanjut meskipun KKN telah berakhir,†ujar Rifai di sela kegiatan.
Dengan antusiasme yang tinggi, Program SEMARAK membuktikan bahwa sinergi antara mahasiswa, pemerintah, komunitas, dan masyarakat dapat menciptakan perubahan positif bagi lingkungan.
Seluruh mahasiswa KKN IPB University di desa Situregen berharap bahwa kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda rutin setiap tahun, sehingga Pantai Batu Sahulu tidak hanya terjaga kebersihannya, tetapi juga menjadi ikon wisata hijau yang membanggakan Desa Situregen.***



