POJOKSATU.id - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) IPB University melaksanakan program inovatif bertajuk SedaBon yaitu Abon Ikan Mas Desa Puraseda.

KKN IPB University dilaksanakan pada Januari 2026 ini sebagai upaya meningkatkan nilai tambah hasil perikanan lokal sekaligus mendorong penguatan ekonomi masyarakat desa.

Kegiatan KKN ini dilaksanakan di Desa Puraseda, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat.

Program SedaBon dilatarbelakangi oleh potensi ikan air tawar, khususnya ikan mas, yang melimpah di Desa Puraseda namun selama ini sebagian besar hanya dijual dalam bentuk segar dengan nilai ekonomi yang relatif rendah.

Baca Juga: Viral! Pria di Live TikTok Diduga Hina Aceh Sebut 'Hama', Netizen Auto Mengamuk

Selain itu, belum terdapat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal yang mengolah hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah.

Melalui inovasi pengolahan abon ikan mas, mahasiswa KKN berupaya menghadirkan alternatif produk olahan dengan daya simpan lebih lama, nilai jual lebih tinggi, serta berpotensi menjadi produk unggulan desa.

Pelaksanaan program SedaBon dilakukan melalui dua metode utama, yaitu pemaparan materi dan demonstrasi langsung.

Pada sesi pemaparan materi, mahasiswa KKN mengenalkan konsep program, alat dan bahan pembuatan abon ikan mas, tahapan produksi, analisis biaya sederhana, Business Model Canvas (BMC), serta gambaran potensi pasar.

Baca Juga: Dari Cianjur ke Senayan, Tiga Dekade Suara Pengabdian Ini Tak Terdengar, Guru Madrasah Swasta Tagih Keadilan Negara

Materi disampaikan secara komunikatif agar mudah dipahami dan dapat diterapkan oleh masyarakat.

Metode kedua berupa demonstrasi langsung pembuatan abon ikan mas yang menjadi inti kegiatan.

Proses diawali dengan pengukusan ikan mas segar selama sekitar 20 menit hingga matang, kemudian didinginkan dan disimpan dalam lemari pendingin semalaman untuk memudahkan pemisahan daging dari duri dan kulit.

Daging ikan selanjutnya dihaluskan, sementara bumbu seperti ketumbar, bawang merah, bawang putih, kemiri, kunyit, garam, gula merah, dan penyedap rasa dihaluskan secara terpisah.
Baca Juga: Di Tengah Lalu Lintas Dialihkan, TNI AU Uji Coba Pendaratan Pesawat Tempur F-16 di Tol Terbanggi Besar

Bumbu aromatik seperti serai, daun salam, daun jeruk, dan lengkuas tidak dihaluskan untuk mempertahankan aroma khas.

Bumbu halus kemudian disangrai menggunakan minyak hingga harum, ditambahkan bumbu aromatik dan air asam jawa, lalu dicampur dengan daging ikan yang telah dihaluskan.

Adonan dimasak dengan api kecil sambil terus diaduk hingga mengering, berserat, dan berubah menjadi abon ikan mas yang ringan serta tidak berminyak.

Setelah matang, abon didinginkan dan dikemas secara higienis menggunakan kemasan yang menarik sehingga siap dikonsumsi maupun dipasarkan.

Ketua tim KKN, Zaidan menyampaikan bahwa program SedaBon tidak hanya berfokus pada aspek teknis produksi, tetapi juga pada penguatan kapasitas kewirausahaan masyarakat.

Baca Juga: SK Kepala Daerah Jadi Syarat Pencairan TPG Bagi Guru Honorer? Cek Penjelasannya di Sini!

“Kami berharap masyarakat tidak hanya mampu memproduksi abon ikan mas, tetapi juga memahami perhitungan biaya produksi, penentuan harga jual, serta peluang pasar agar usaha ini dapat berjalan secara berkelanjutan,” ujar Zaidan.

Melalui program SedaBon, mahasiswa KKN IPB University berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat desa, khususnya dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya lokal.

Ke depan, produk abon ikan mas Desa Puraseda diharapkan dapat dikembangkan sebagai produk UMKM unggulan desa yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas. ***