POJOKSATU.id - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menorehkan prestasi di kancah nasional.

Tim mahasiswa Departemen Arsitektur ITS berhasil meraih Juara II dalam Transjakarta BRT Station Design Competition, sayembara desain halte masa depan yang diselenggarakan PT Transportasi Jakarta.

Kompetisi ini menantang peserta merancang halte modern yang inklusif dengan karakter budaya Betawi, mencakup tiga lokasi: Halte Lebak Bulus, Halte Taman Sari, dan Halte Mampang Prapatan.

Rencananya, desain pemenang akan direalisasikan sebagai halte percontohan pada 2026.

Baca Juga: 10 Tahun Mengabdi? Gagal PPG Daljab Kemenag Berkali-Kali! Guru Ini Akhirnya Memilih Pergi untuk Selamanya

Lebih dari 200 tim mahasiswa arsitektur dari seluruh Indonesia ikut berpartisipasi.

Tim Vesta Fora ITS, yang diketuai Nabil Malik Ibrahim bersama anggota Naurah Qatrunnada R dan M Raihan Adhika P, berhasil unggul untuk kategori Halte Taman Sari.

Desain bertajuk Simpul Kota Budaya dan Mobilitas Jakarta memandang halte bukan sekadar titik naik-turun penumpang, melainkan simpul penghubung beragam aktivitas urban di sekitarnya.

Nabil menjelaskan, dua massa bangunan dirancang melintas di atas sungai tanpa merusak dinding Kali Batang Hari, objek konservasi setempat.

Aspek inklusivitas menjadi prioritas, dengan penggunaan ramp di area halte dan lift pada JPO untuk memastikan akses bagi semua pengguna, termasuk penyandang disabilitas dan lansia.

Baca Juga: AKBP Basuki Diamankan Propam Imbas Tewasnya Dosen Dwinanda Levi, Mahasiswa Untag Diminta Sabar

Respons terhadap iklim tropis Jakarta juga diterapkan melalui kanopi, perforated panel, dan ventilasi alami, menjaga kenyamanan termal pengguna sekaligus memberi fasad yang ringan dan transparan.

Budaya Betawi hadir melalui pagar langkan, teras, tegel Betawi, dan motif batik pada perforated panel, memperkuat karakter visual tanpa mengurangi fungsi utama sebagai fasilitas transportasi modern.

Prestasi ini menegaskan kemampuan mahasiswa ITS merancang solusi arsitektur yang inovatif, responsif lingkungan, nyaman, dan inklusif. Bila terealisasi pada 2026, halte Simpul Kota akan menjadi kontribusi nyata mahasiswa ITS dalam menghadirkan ruang publik dan transportasi Jakarta yang lebih humanis.

Desain ini juga mendukung beberapa poin Sustainable Development Goals (SDGs), seperti SDG 9 (Industri, Inovasi, Infrastruktur), SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan), SDG 10 (Mengurangi Kesenjangan), dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim).

Baca Juga: Hanya 8 dari 1060 BUMN yang Setor 95 Persen Dividen, Siapa Saja Para Raksasa Itu?

Karya Tim Vesta Fora membuktikan bahwa kreativitas mahasiswa bisa menjadi penggerak perubahan nyata, menyatukan budaya, teknologi, dan kenyamanan bagi masyarakat urban Jakarta. ***