POJOKSATU.id — PV-CLOOST, pembersih panel surya otomatis karya mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), digadang mampu menjadi solusi efisiensi energi bersih di Indonesia.
Alat ini dirancang untuk menjaga kinerja panel surya tetap optimal, khususnya di wilayah yang mengandalkan pembangkit listrik komunal.
Solusi Terbarukan untuk Panel Surya#
Putri Mulia Hafiy Dzikrullah, perwakilan tim, menyebut PV-CLOOST dapat beradaptasi dengan berbagai jenis panel surya yang umum digunakan.
“PV-CLOOST adalah pembersih panel surya robotik. Kami desain dengan ukuran general agar bisa langsung disesuaikan dengan berbagai jenis panel surya yang umum digunakan,” ujarnya di ajang KSTI 2025, Sabuga, Bandung (9/8).
Ia menjelaskan, debu dan kotoran yang menumpuk dapat menurunkan efisiensi penyerapan energi matahari secara signifikan. Untuk itu, alat ini menggunakan roda berputar dan semprotan air untuk menjaga kebersihan permukaan panel.
Perjalanan Pengembangan dan Tantangan#
Tim yang beranggotakan Putri, Akbar Panji Nugraha, I Putu Evan Priya Saguna, dan Ni Komang Dharmeswari Savitri menyelesaikan prototipe minimum dalam waktu enam bulan.
Uji coba awal dilakukan di Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk memastikan kinerja di lapangan.
Putri mengungkapkan, sejumlah kendala teknis masih menjadi tantangan, seperti variasi kemiringan atap, tekanan cuaca ekstrem, dan keterbatasan jaringan internet untuk fitur kontrol via ponsel.
“Hal paling sulit itu komitmen kita sebagai mahasiswa. Namun dari Pertamuda, kami tidak hanya dapat pendanaan, tapi juga mentoring, evaluasi, dan kontrol perkembangan bisnis,” katanya.
Dukungan Pertamuda dan Mitra Industri#
Baca Juga: Sudah Lihat Tema dan Logo Hari Pramuka 2025? Unduh Materinya di Sini!
PV-CLOOST dikembangkan melalui program pendanaan dan pembinaan Pertamuda yang menyediakan mentoring dan evaluasi bisnis.
Dukungan juga datang dari perusahaan panel surya Xurya Daya Indonesia yang memberi masukan teknis dan evaluasi desain.
Tim menargetkan PV-CLOOST menjangkau skala industri hingga daerah terpencil, dengan harapan dapat menjadi solusi terintegrasinya energi terbarukan yang efisien, ekonomis, dan adaptif di berbagai kondisi.***



