POJOKSATU.id – Tiga mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) membuktikan bahwa limbah dari pembangkit listrik panas bumi masih menyimpan potensi ekonomi yang besar.

Melalui inovasi pemanfaatan geothermal brine, mereka berhasil meraih Juara 1 dalam ajang International Business Case Competition Wildcat AAPG ITB 2026.

Tim bernama Tipex tersebut terdiri atas Adelia Rifani dan Alexander Ryan Timothy dari Program Studi Teknik Pertambangan serta Muhammad Faris Daffa dari Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi.

Baca Juga: Jadwal Penjualan Tiket Fan Meeting Byeon Woo-seok Jakarta 2026, Cek Harga dan Seat Plan

Ketiganya merupakan mahasiswa angkatan 2024 yang berhasil mengungguli peserta dari berbagai negara dalam kompetisi yang digelar di Bandung pada 20 Juni 2026.

Prestasi tersebut diraih berkat gagasan bertajuk "G.E.O Strategy: Transforming Geothermal Brines into Multistream Value Through Cascading Utilization, Bankable Ecosystem, and Digital Reliability".

Geothermal Brine Tak Lagi Dipandang Sebagai Limbah

Selama ini, geothermal brine lebih dikenal sebagai fluida sisa dari proses pembangkitan listrik tenaga panas bumi.

Baca Juga: Pusat Oseanologi BRIN Buka Magang 3 Bulan, Peserta Berpeluang Ikut Ekspedisi Penelitian

Padahal, cairan tersebut masih mengandung berbagai mineral bernilai ekonomi yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Melihat kondisi tersebut, Tim Tipex mengembangkan strategi pemanfaatan geothermal brine melalui konsep pemanfaatan berjenjang (cascading utilization).

Strategi ini memungkinkan fluida sisa panas bumi diolah menjadi sumber daya baru yang menghasilkan nilai tambah bagi industri.

Tidak hanya menawarkan proses ekstraksi mineral bernilai tinggi, mereka juga merancang ekosistem bisnis yang dinilai layak secara ekonomi atau bankable, sehingga menarik bagi investor maupun pelaku industri energi.

Baca Juga: Cara Menulis Esai Beasiswa yang Baik dan Benar, Lengkap dengan Struktur dan Tipsnya

Menggabungkan Teknologi Digital dan Model Bisnis
Keunggulan strategi yang ditawarkan Tim Tipex tidak berhenti pada pemanfaatan mineral.

Mereka juga mengintegrasikan sistem digital untuk meningkatkan keandalan operasional pengelolaan geothermal brine.

Teknologi tersebut dirancang membantu pemantauan proses, meningkatkan efisiensi operasional, sekaligus mendukung pengambilan keputusan berbasis data.

Baca Juga: Cara Daftar Beasiswa Mahaghora 2026, Dapat Bantuan Kuliah, Pelatihan, hingga Kesempatan Karier

Kolaborasi lintas disiplin menjadi kekuatan utama tim. Latar belakang Teknik Pertambangan memberikan pemahaman mengenai pengelolaan sumber daya dan tantangan industri energi, sedangkan keahlian Sistem dan Teknologi Informasi memperkuat aspek digitalisasi dan analisis data.

Perpaduan tersebut menghasilkan solusi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga realistis untuk diterapkan dalam industri panas bumi Indonesia.

Menjawab Tantangan Besar Energi Panas Bumi Indonesia

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan potensi energi panas bumi terbesar di dunia. Namun, pemanfaatannya masih didominasi untuk menghasilkan listrik.

Baca Juga: Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 Segera Dibuka, Ini 6 Kampus Kedinasan Paling Favorit dan Syarat Daftarnya

Tim Tipex melihat masih terbuka peluang besar untuk meningkatkan nilai ekonomi sektor panas bumi melalui pemanfaatan geothermal brine yang selama ini belum dimaksimalkan.

Apabila diterapkan, strategi tersebut berpotensi menghadirkan berbagai manfaat, mulai dari efisiensi pemanfaatan sumber daya, penciptaan produk bernilai tinggi, hingga membuka peluang investasi baru di sektor energi terbarukan.

Riset Dilakukan di Tengah Padatnya Perkuliahan

Perjalanan menuju gelar juara tidak berlangsung singkat.

Baca Juga: Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 Segera Dibuka, Ini 6 Kampus Kedinasan Paling Favorit dan Syarat Daftarnya

Selama lebih dari dua bulan, Tim Tipex menjalani riset intensif sambil mengikuti berbagai aktivitas akademik, termasuk menghadapi Ujian Akhir Semester (UAS).

Mereka juga harus bersaing dengan peserta lain yang mayoritas berasal dari tingkat tiga, sementara seluruh anggota Tim Tipex masih berada di tingkat dua.

Kondisi tersebut justru menjadi motivasi untuk memperkuat kolaborasi lintas disiplin agar mampu menghadirkan solusi yang berbeda dan memiliki nilai implementasi tinggi.

Baca Juga: Syarat Masuk STIS 2026 Lengkap, Ini Jurusan, Jalur Pendaftaran, dan Proses Seleksinya

"Kami belajar bahwa kompetisi ini mengajarkan kami untuk tidak langsung melompat ke solusi, melainkan mencari akar masalah terlebih dahulu.

Pelajaran paling berkesan adalah bahwa tim yang hebat bukan sekadar bekerja bersama, tetapi juga tumbuh dan menikmati proses bersama. There is a day we win, and there is a day we learn," ujar Adelia.

Wildcat AAPG ITB Jadi Ajang Kolaborasi Akademik dan Industri

Wildcat AAPG ITB 2026 merupakan kompetisi internasional yang mengangkat tema geosains perminyakan sekaligus menjadi wadah kolaborasi antara dunia akademik dan industri.

Baca Juga: Program Uji Coba ASN Bekerja Dekat Rumah Diterapkan BKN, Bisa Hemat Biaya dan Waktu Kumpul dengan Keluarga

Kompetisi yang diinisiasi AAPG ITB tersebut diikuti mahasiswa sarjana dari berbagai negara dengan tujuan menjembatani pembelajaran di kampus dengan tantangan nyata di sektor minyak, gas, dan energi.

Bagi Tim Tipex, kemenangan ini bukan sekadar membawa pulang gelar juara.

Pengalaman melakukan riset, memvalidasi setiap asumsi menggunakan data, hingga berkolaborasi lintas disiplin menjadi bekal penting untuk menghadapi tantangan di dunia profesional sekaligus menunjukkan bahwa inovasi mahasiswa Indonesia mampu menawarkan solusi nyata bagi masa depan sektor energi nasional. ***