POJOKSATU.id - Mahasiswa KKN-T IPB University WonogiriKab02 kemas program Duta Cilik untuk kenalkan daur ulang, tabungan, dan logika matematika di SDN I Tremes dari tanggal 16 Juli 2025 dan di SDN II Tremes pada 14-16 Juli 2025.

Program ini dilatarbelakangi oleh minimnya literasi dan pembiasaan anak-anak Desa Tremes, Wonogiri tentang pengelolaan sampah organik dan anorganik, cita-cita, keuangan dasar, serta berhitung cepat karena besarnya pengaruh gadget terhadap kualitas pembelajaran dasar.

Melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), siswa kelas 1 sampai dengan kelas 6 SDN II Tremes mendapatkan edukasi mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik secara umum dengan pemberian contoh sampah yang berada di lingkungan sekitar.

Baca Juga: Diduga Cabuli Murid, Oknum Guru PPPK di Pangkalpinang Ditangkap Polisi

Siswa kelas 3 dan 4 diberikan pemahaman lebih lanjut mengenai pemilahan sampah dengan interaktif, yaitu penempelan stiker gambar sampah organik dan anorganik oleh sebagian perwakilan ke tong sampah yang telah tim Mahasiswa KKN-T IPB University buat.

Sisanya mendapat kuis tentang pengetahuan alam, sosial, dan matematika untuk memilih siswa yang akan menempelkan stiker dan mendapat hadiah kecil-kecilan.

Selain itu, siswa Kelas 5 dan 6 mendapat pelatihan berhitung cepat, seperti cara menghitung perkalian angka satuan menggunakan tangan dan daur ulang kreatif, yaitu menempelkan serpihan bungkus jajanan plastik ke kertas bergambar yang sudah disediakan.

Sedangkan Kelas 1 belajar mengenai akhlak melalui nyanyian atau lagu interaktif dan kelas 2 belajar mengenai pengenalan profesi, cita-cita, serta membuat pohon cita-cita.

Baca Juga: DOWNLOAD Panduan Pembelajaran dan Asesmen 2025, Temukan Pemahaman Mudah bagi Guru Bentuk Karakter Murid Kreatif, Jalankan Refleksi dan Tindak Lanjut

Selain mendapat edukasi pemilahan sampah organik dan anorganik, serta penempelan stiker seperti yang dilaksanakan di SDN II Tremes, ada sesi semua siswa-siswi kelas 1-6 SDN I Tremes diajak untuk mengumpulkan semua sampah yang ada di lingkungan sekolah, lalu membuang ke tempat sampah yang sudah ditempelkan stiker dengan memilahnya.

Muhammad Rafi Kurniansyah, penanggungjawab program Duta Cilik KKN-T IPB 2025 di Desa Tremes sekaligus sebagai perwakilan kelompoknya mengungkapkan harapan besarnya terhadap program ini,

“Kami sangat berterima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh SDN I Tremes dan SDN II Tremes. Kepala sekolah, guru, dan siswa-siswi menunjukkan antusiasme yang luar biasa terhadap program yang kami jalankan di sekolah mereka. Hal ini membuat kami merasa bersyukur dan semakin bersemangat untuk berbagi pengetahuan yang mudah-mudahan bermanfaat bagi masa depan mereka.”

“Kami berharap ilmu yang kami bagikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dapat menciptakan generasi emas untuk Desa Tremes dan membantu memajukan desa tersebut,” tambahnya.***