POJOKSATU.id — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi IPB University meluncurkan program “Ternak Tangguh” di Desa Cibening, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional melalui sektor peternakan, sejalan dengan prioritas Kabinet Merah Putih.
Desa Cibening dikenal sebagai salah satu sentra peternakan rakyat, dengan warga yang menggantungkan pendapatan dari beternak kambing, domba, dan sapi.
Penguatan sektor ini dinilai strategis, mengingat pentingnya kesehatan hewan dalam menjamin produktivitas peternakan rakyat.
Sebelum pelaksanaan, para mahasiswa melakukan survei untuk mencatat jumlah kandang aktif dan populasi ternak.
Data awal ini digunakan untuk menyusun pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan lapangan.
Baca Juga: Waspadai Beras Oplosan, Pakar IPB Ungkap Ciri-ciri dan Bahaya Mengintai
“Kami mengadakan sosialisasi soal penyakit seperti scabies, cacingan, hingga PMK dan bagaimana penanganan awalnya. Sebelumnya, kami juga berkoordinasi dengan tenaga medis hewan di UPT Puskeswan Pamijahan V,” ujar perwakilan mahasiswa dalam kegiatan tersebut.
180 Ekor Ternak Diobati
Program ini melibatkan kolaborasi langsung antara mahasiswa IPB University dan UPT Puskeswan Pamijahan V.
Dalam pelaksanaannya, sebanyak 180 ekor ternak dari enam kandang aktif diperiksa dan diberi vitamin B kompleks serta obat cacing.
“Jenis obat yang diberikan disesuaikan dengan kondisi hewan. Jika ada indikasi demam, diberikan antibiotik. Kalau sehat, cukup obat cacing saja,” jelas Agus, perwakilan dari Puskeswan Pamijahan V.
Menurutnya, pemberian vitamin penting untuk menambah nafsu makan ternak, sedangkan obat cacing membantu mencegah infeksi pencernaan dan kulit.
Namun ia mengingatkan agar obat cacing tidak diberikan sembarangan, terutama pada ternak hamil karena dapat menyebabkan keguguran.
Perluasan Akses Layanan Medis Hewan
Baca Juga: Terobosan IPB University, AI Nilai Kuantitatif Keindahan Terumbu Karang dengan Akurasi 95 Persen
Kegiatan ini mendapat respons positif dari warga, termasuk peternak setempat Pak Dadeng, yang mengikutsertakan 13 ekor ternaknya dalam program.
“Biasanya kalau ternak saya sakit, saya beli obat sendiri tanpa tahu dosis. Sekarang saya jadi tahu kalau bisa minta bantuan Puskeswan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, penyakit kulit seperti koreng sering menyerang ternaknya, dan edukasi yang diberikan mahasiswa membantu dirinya merawat ternak dengan lebih baik.
Menurut Agus, program seperti ini juga membantu membuka akses masyarakat terhadap layanan kesehatan hewan yang selama ini kurang diketahui.
“Puskeswan punya tiga jenis pelayanan, yakni aktif lewat vaksinasi massal, semi-aktif melalui kunjungan terjadwal, dan pasif jika ada laporan warga. Sayangnya masih banyak yang belum tahu,” ujarnya.
Ketahanan Pangan Nasional Berbasis Desa
Dengan pendekatan edukatif dan kolaboratif, program “Ternak Tangguh” tidak hanya berdampak pada peningkatan kesehatan ternak, tetapi juga memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya manajemen kesehatan hewan.
Program ini menjadi bukti kontribusi nyata mahasiswa IPB University dalam mendorong pembangunan desa dan memperkuat sistem ketahanan pangan nasional dari akar rumput. *** Lutfi Shofi Rahmawati




