POJOKSATU.id — Mahasiswa Program Studi Fisika Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali menorehkan prestasi di kancah dunia.

Dua tim berhasil meraih dua medali internasional pada ajang Invention and Innovation Exhibition 2025 yang diikuti lebih dari 300 peserta dari lima negara.

Karya inovatif yang dihadirkan ialah Gravi-Wick dan Zerobu.

Baca Juga: Guru Wonosobo yang Viral Beri Pengakuan di BKD, Suroto Akui Dulu Sempat Tak Harmonis dengan Istri

Keberhasilan ini menjadi wujud kontribusi mahasiswa muda UPI dalam mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Kompetisi tersebut merupakan bagian dari Negeri Sembilan International Exposition (NSIEx) & Research Symposium 2025 yang rutin digelar oleh UiTM Cawangan Negeri Sembilan.

Tahun ini, kegiatan mengusung tema Harmony in Progress: Integrating Science, Technology, and Social Innovation for Sustainable Development Goals (SDGs).

Baca Juga: Kemnaker Buka Program Magang Nasional Batch 2 Tahun 2025, Targetkan 80 Ribu Fresh Graduate. Simak Tahapan dan Syaratnya!

Gravi-Wick hadir sebagai alat berbasis prinsip fisika sederhana untuk meningkatkan efisiensi penyiraman tanaman di lahan kering.

Alat ini mampu mengukur parameter tanah secara presisi seperti kelembaban, pH, suhu, dan konduktivitas tanah.

Teknologi tersebut mendukung praktik pertanian berkelanjutan dan meningkatkan efisiensi penggunaan air.

Baca Juga: Mengenal UIN Walisongo Semarang: Kampus Islam Negeri Berakreditasi A dengan Reputasi Unggul Nasional

Inovasi ini telah diuji oleh UMKM perkebunan kopi di Garut dan mendapat respons positif terkait efektivitasnya.

Gravi-Wick dinilai berkontribusi langsung pada SDG 2 (Zero Hunger) dan SDG 12 (Responsible Consumption and Production).

Sementara itu, Zerobu (Zero Bullying System) dikembangkan untuk menekan kasus perundungan di lingkungan sekolah.

Baca Juga: Rutan Balikpapan Gagalkan Penyelundupan Narkoba dalam Bungkus Permen

Aplikasi berbasis Android ini menyediakan edukasi lengkap mengenai jenis perundungan, dampak, pemulihan, dasar hukum pelaporan, hingga simulasi interaktif dan kuis.

Zerobu juga diharapkan menjadi sumber belajar yang komprehensif bagi siswa agar semakin memahami perundungan dan cara melaporkannya.

Aplikasi Zerobu telah memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan mulai disosialisasikan ke sejumlah sekolah.

Baca Juga: Rayakan Semangat Membaca Perpusnas RI Selenggarakan Festival Literasi 2025

Inovasi ini mendukung SDG 3 (Good Health and Well-being), SDG 4 (Quality Education), dan SDG 16 (Peace, Justice, and Strong Institutions).

Para pengajar juga memberikan testimoni positif.

Mereka menilai aplikasi ini interaktif dan menyeluruh dalam memberikan pemahaman hukum dan membangun budaya anti-perundungan.

Baca Juga: Ada Istilah Retaker dan First Taker pada Pengumuman Kelulusan PPG Guru Tertentu Tahap 2, Ini Arti Keduanya!

“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa fisika UPI tidak hanya unggul dalam sains, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan keberlanjutan global,” ujar Dr. Selly Feranie.

UPI menegaskan akan terus mendorong budaya inovasi berbasis riset yang berdampak nyata bagi masyarakat serta melahirkan mahasiswa sebagai agen perubahan dalam mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan. ***