POJOKSATU.id, PROGRAM Magister Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU) memperluas jejaring akademiknya melalui kunjungan ke Universiti Utara Malaysia (UUM) dan Universiti Sains Malaysia (USM).
Kunjungan USU ke dua universitas Malaysia ini menghasilkan kesepakatan kerja sama yang tidak hanya memperkuat hubungan antarperguruan tinggi, tetapi juga membuka ruang riset kolaboratif, pertukaran mahasiswa, hingga penyelenggaraan konferensi internasional.
Kunjungan di School of Multimedia Technology and Communication (SMMTC) UUM, Kedah, pada Kamis, 7 Agustus 2025.
Delegasi USU mempresentasikan berbagai hasil penelitian, salah satunya “Marriage is Scary: Representasi Kecemasan terhadap Pernikahan di Era New Media”. Studi ini menyoroti fenomena meningkatnya ketakutan generasi muda terhadap pernikahan akibat faktor psikologis, ekonomi, sosial, serta pengaruh media sosial.
Shafika, mahasiswa Magister SMMTC UUM, menilai riset tersebut relevan dengan kondisi di Malaysia. “Isu yang dibahas sangat dekat dengan kehidupan anak muda di sini. Kami mendapatkan banyak perspektif baru dari mahasiswa USU,” ujarnya.
Selain itu, riset “Persepsi Konten Kreator TikTok terhadap Transparansi Kebijakan Moderasi Konten” juga mendapat apresiasi karena membahas isu hangat yang lekat dengan dunia digital generasi muda.
Momen penting dalam kunjungan ini adalah penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara FISIP USU dan UUM, yang akan menjadi dasar pelaksanaan program student exchange, riset bersama, hingga konferensi internasional pada Oktober mendatang.
Hari berikutnya, Jumat, 8 Agustus 2025, rombongan melanjutkan kunjungan ke School of Communication USM, Penang. Riset mahasiswa USU bertajuk “Komunikasi Lintas Agama di Aceh Singkil: Antara Potret Harmoni dan Api dalam Sekam” menjadi sorotan karena memberikan wawasan baru bagi akademisi Malaysia terkait dinamika keberagaman di Indonesia.
Nani Kurniasari, kandidat doktor USM, menyebut penelitian tersebut membuka peluang kolaborasi lebih luas. “Kami berharap ada joint research maupun simposium bersama dengan USU ke depan,” katanya.
Baca Juga: Mahasiswi di Surabaya Ditemukan Tewas Bunuh Diri Dalam Kamar Kos, Warga Sempat Dengar Suara Teriakan
Tak hanya agenda kampus, delegasi juga berkunjung ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Penang. Konsul Jenderal RI Wanton Saragih Sid, yang merupakan alumni FISIP USU, menegaskan pentingnya peran mahasiswa dan akademisi dalam diplomasi publik.
Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat FISIP USU, Harmona Daulay, menekankan bahwa kerja sama internasional ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat Tri Dharma Perguruan Tinggi di level global.
Hal senada disampaikan Prof Iskandar Zulkarnain, Ketua Program Magister Ilmu Komunikasi, yang menyebut kunjungan ini sekaligus bagian dari persiapan menuju akreditasi internasional.
Ikuti berita-berita terbaru melalui web kami Pojoksatu di aplikasi berikut;
“Kami melihat kesamaan visi dengan mitra kampus di Malaysia. Sambutan yang hangat menjadi momentum penting bagi USU untuk melangkah menuju world-class university,” ujarnya. ***



