POJOKSATU.ID - Program Magang Merdeka atau Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) yang sebelumnya menjadi andalan Kemendiktisaintek kini akan bertransformasi.
Setelah sempat terhenti usai pergantian pemerintahan, Kemendiktisaintek kini tengah merancang program pengganti bernama Magang Berdampak.
Program baru ini diharapkan dapat menjadi jembatan yang lebih strategis antara dunia pendidikan dan dunia kerja secara lebih relevan dan berkelanjutan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Berry Juliandi, mengungkapkan bahwa Magang Berdampak akan melibatkan perusahaan-perusahaan kunci dalam perekonomian Indonesia.
Baca Juga: Penyetaraan Guru Non PNS Berakhir? Kemendikdasmen Tegaskan Akhiri Program Inpassing Sejak 2019
Tujuannya adalah agar mahasiswa mendapatkan pengalaman praktik yang sesuai dengan kebutuhan industri saat ini.
Lebih lanjut, Berry Juliandi menjelaskan bahwa melalui evaluasi menyeluruh oleh pemerintah dan pergantian kepemimpinan di Kemendiktisaintek.
Mahasiswa kini tinggal menunggu peluncuran resmi dan pembukaan pendaftaran program Magang Berdampak tahun 2025.
Program Magang Berdampak diharapkan dapat mengatasi beberapa tantangan yang mungkin dihadapi pada program MSIB sebelumnya
Baca Juga: LAGI! Kontroversi Kebijakan Dedi Mulyadi Bikin Murka Pelajar, Bahagia Orang Tua di Jawa Barat
Serta lebih fokus pada penciptaan dampak yang signifikan bagi mahasiswa maupun perusahaan yang terlibat.
Dengan melibatkan perusahaan-perusahaan kunci, diharapkan mahasiswa akan mendapatkan pengalaman magang yang lebih terstruktur.
Selain itu relevan dengan kebutuhan industri, dan berpotensi membuka peluang karir yang lebih baik setelah lulus.
Meskipun detail lengkap mengenai mekanisme dan persyaratan program Magang Berdampak belum diumumkan secara resmi, antusiasme dari kalangan mahasiswa dan dunia industri diperkirakan akan tinggi.
Program ini dipandang sebagai langkah positif dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia dan mengurangi kesenjangan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan pasar kerja.***




