POJOKSATU.ID - Pemerintah Indonesia tengah mempersiapkan proyek ambisius, Sekolah Rakyat, yang bertujuan untuk memberikan pendidikan berkualitas secara gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin.
Proyek ini, yang digagas oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf, menargetkan siswa dari keluarga yang masuk dalam desil 1 hingga desil 3 Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Salah satu aspek krusial dalam keberhasilan Sekolah Rakyat adalah kualitas tenaga pengajar.
Dalam hal ini, pemerintah memprioritaskan perekrutan guru-guru yang telah lulus Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa siswa mendapatkan pendidikan dari tenaga pendidik yang kompeten dan profesional.
PPG merupakan program pendidikan yang dirancang untuk meningkatkan kualitas guru di Indonesia. Program ini membekali para calon guru dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan untuk menjadi pendidik yang efektif.
Dengan memprioritaskan guru lulusan PPG, Sekolah Rakyat diharapkan dapat memberikan pendidikan yang tidak hanya gratis, tetapi juga berkualitas tinggi.
Prioritas perekrutan guru lulusan PPG ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.
Baca Juga: Jangan Panik! Ini Arti Sebenarnya Kode 20 di Info GTK, Lampu Hijau SKTPG Guru Non ASN dan SILN!
Guru-guru yang telah lulus PPG dianggap memiliki pemahaman yang lebih baik tentang pedagogi, kurikulum, dan evaluasi pembelajaran.
Mereka juga diharapkan memiliki kemampuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan menyenangkan bagi siswa.
Selain itu, perekrutan guru lulusan PPG juga dapat memberikan peluang karir bagi para lulusan program tersebut.
Dengan adanya Sekolah Rakyat, para lulusan PPG dapat berkontribusi dalam memberikan pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin.
Sekolah Rakyat direncanakan akan memiliki jenjang pendidikan dari SD hingga SMA, dengan sistem asrama.
Seluruh biaya pendidikan akan ditanggung oleh negara, sehingga siswa tidak akan dikenakan biaya apapun.
Kurikulum yang digunakan adalah kurikulum nasional, yang dipadukan dengan pendekatan-pendekatan inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Hingga saat ini, telah ada 211 titik yang diusulkan sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat.
Dari jumlah tersebut, 45 titik telah siap digunakan untuk tahap pertama, yang dijadwalkan akan dimulai pada Juli 2025.
Lokasi-lokasi tersebut sebagian besar merupakan aset milik Kementerian Sosial, seperti sentra, balai, dan pusdiklatprof.
Menteri Sosial menekankan bahwa jumlah lokasi tersebut masih dapat bertambah, karena pemerintah terus membuka peluang bagi berbagai pihak untuk mengusulkan lokasi strategis.
Kementerian Pekerjaan Umum akan melakukan survei kelayakan terhadap setiap lokasi yang diusulkan, untuk memastikan bahwa lokasi tersebut memenuhi standar yang ditetapkan.
Sekolah Rakyat diharapkan dapat menjadi model pendidikan inklusif yang mampu mengangkat anak-anak dari keluarga miskin keluar dari lingkaran kemiskinan.
Program ini juga menjadi langkah strategis dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, dengan mempersiapkan generasi muda yang berkualitas dan berdaya saing.***




