POJOKSATU.ID - Unggahan dari akun Instagram boytrzky kembali menguak persoalan serius dalam sistem rekrutmen guru, kali ini fokus pada penempatan guru di Sekolah Dasar (SD).
Akun ini mengkritik habis-habisan kebijakan yang dianggap tidak logis dan tidak adil, di mana para lulusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) harus bersaing dengan individu dari jurusan yang sama sekali tidak relevan.
Dalam unggahan tersebut, boytrzky menunjukkan tabel yang memperlihatkan lulusan dari jurusan Teknik Industri, Teknik Logistik, dan bahkan Teknik Kimia lolos seleksi untuk menjadi guru di tingkat SD.
Ini menjadi sebuah ironi yang menyakitkan bagi para lulusan PGSD, yang memang dididik khusus untuk menjadi guru SD.
Baca Juga: Ironi Seleksi Guru PPPK, Benarkah Lulusan Biologi Dapat Mengajar Bidang Lain?
Mereka telah mempelajari metode pengajaran, psikologi anak, dan kurikulum dasar yang merupakan pondasi pendidikan, namun kini harus berkompetisi dengan orang-orang yang tidak memiliki latar belakang serupa.
Kritik utama yang disorot adalah Ketidaksesuaian Latar Belakang Pendidikan.
Lulusan Teknik Kimia, misalnya, tidak memiliki dasar keilmuan yang relevan untuk mengajar anak-anak SD.
Apa yang akan mereka ajarkan? Bagaimana mereka akan mengelola kelas dan berinteraksi dengan siswa?
Baca Juga: Anak SMA Dikritik Ikut Demo Tapi Sekolah Ini Berbeda dari yang Lainnya!
Pendidikan di SD adalah fondasi bagi jenjang pendidikan selanjutnya.
Jika pondasi ini tidak dibangun oleh guru yang kompeten dan sesuai bidangnya, maka kualitas pendidikan di Indonesia akan terancam.
Lulusan PGSD, yang seharusnya memiliki jalur yang jelas untuk profesi mereka, justru harus berjuang keras untuk bersaing dengan orang-orang yang tidak memiliki hak atau kualifikasi yang sama.
Hal ini seolah mengesampingkan atau bahkan menghapus arti dari jurusan PGSD itu sendiri.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan kritis bagi pemerintah dan lembaga terkait.
Masalah ini bukan hanya sekadar kesalahan administratif, melainkan sebuah isu sistemik yang dapat merusak kualitas pendidikan di Indonesia.
Jika kita ingin menciptakan generasi penerus yang cerdas dan berdaya saing, sudah saatnya sistem seleksi guru dievaluasi dan diperbaiki agar guru yang mengajar benar-benar adalah orang yang berkompeten dan sesuai dengan bidangnya.***
Baca Juga: Ironi Seleksi Guru PPPK, Benarkah Lulusan Biologi Dapat Mengajar Bidang Lain?
Silahkan akses artikel lainnya melalui apps kami:
Baca informasi menarik lainnya dari penulis: Ferdy Wamala




