POJOKSATU.ID- Di tengah hiruk pikuk wisuda Universitas Gadjah Mada periode IV tahun akademik 2024/2025, seorang gadis muda berusia 22 tahun 7 bulan 18 hari berhasil mencuri perhatian.

Dia adalah Safira Nur Aini, lulusan termuda UGM untuk program Magister, yang resmi menyelesaikan studi Magister Agronomi di Fakultas Pertanian dengan prestasi membanggakan.

Kisah Anak Desa yang Meraih Mimpi Tinggi

Lahir dan besar di kaki Gunung Sumbing, Desa Ngaditirto, Kabupaten Temanggung, Safira membawa semangat anak desa yang ingin menghadirkan solusi nyata bagi dunia pertanian.

Ketertarikannya pada pertanian bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari pengamatan langsung terhadap kehidupan masyarakat agraris di sekitarnya.

 

Baca Juga: Fakta Bahasa, Banyak yang Salah Gunakan Istilah 'Tak Bergeming', Ternyata Ini Arti yang Ssesungguhnya

"Sejak kecil saya sudah akrab dengan tanaman, tanah, dan siklus alam. Hampir seluruh penduduk di tempat saya hidup dari bertani, dan saya melihat langsung tantangan yang mereka hadapi," ungkap Safira dilansir dari laman resmi UGM.

Perjalanan Akademik Luar Biasa

Prestasi Safira sebagai wisudawan termuda UGM tidak datang begitu saja. Perjalanan akademiknya dimulai ketika ia memutuskan mengambil studi S-1 Agronomi UGM pada 2020.

Kecerdasan dan dedikasinya kemudian membawanya mendapat tawaran mengikuti program fast track ke jenjang magister pada 2023.

"Awalnya saya hanya ingin menyelesaikan tantangan pertanian di daerah. Tapi dengan dukungan keluarga, saya berani mengambil keputusan besar melanjutkan ke Magister Agronomi," jelasnya.

Program fast track yang diambil Safira memungkinkannya menyelesaikan studi magister dalam waktu lebih singkat dibandingkan jalur reguler.

 

Baca Juga: Pekerjaan Saluran Air di Karawang Diprotes karena Tak Ada Rambu

Keberhasilannya lulus di usia kurang dari 23 tahun adalah prestasi luar biasa mengingat rata-rata usia lulusan master periode ini adalah 28 tahun 6 bulan 15 hari.

Penelitian Inovatif untuk Lingkungan Berkelanjutan

Sebagai lulusan termuda UGM, Safira tidak hanya unggul dalam kecepatan menyelesaikan studi, tetapi juga dalam kualitas penelitian.

Topik tesisnya berjudul "Potensi Tanaman untuk Bioherbisida pada Aktivitas Pertanian" menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan.

Penelitian yang dibimbing oleh Dr. Dyah Weny Respatie, S.P., M.Si. dan Prof. Dr. Ir. Aziz Purwantoro, M.Sc. ini dilatarbelakangi keprihatinan atas penggunaan herbisida kimia yang merusak lingkungan.

"Saya ingin menemukan solusi dari alam yang lebih ramah bagi petani dan bumi," tambahnya.

 

Baca Juga: KAI Daop 3 Cirebon Tangani Mud Pumping, Untuk Meningkatkan Kenyamanan Pelanggan

Kunci Sukses Menjadi Lulusan Termuda UGM

Pencapaian gemilang Safira sebagai wisudawan termuda UGM tidak lepas dari persiapan sejak dini.

Perempuan berjilbab ini mengaku terbantu karena orang tuanya sudah membiasakan menempuh pendidikan lebih awal.

Safira masuk SD pada umur 5,5 tahun, sehingga selalu lulus di usia lebih muda dari rekan sekelasnya di setiap jenjang pendidikan.

Selama kuliah, Safira juga memperluas pengalaman dengan bekerja paruh waktu di Akademik Fakultas Pertanian UGM.

"Bekerja sambil kuliah memberi saya wawasan baru, terutama tentang dunia dosen. Itu jadi inspirasi karier saya ke depan," ujarnya.

 

Baca Juga: Gelar Pesta Ulang Tahun Senilai Rp1 Miliar, Ria Ricis: Ajang Silaturahmi dan Perayaan Diri

Visi Besar untuk Pertanian Indonesia

Sebagai lulusan termuda UGM di bidang pertanian, Safira memiliki visi besar untuk memajukan sektor pertanian Indonesia.

Ia berharap ilmunya dapat bermanfaat luas, terutama untuk membantu petani di daerahnya. Bahkan ia berharap lebih banyak perempuan menempuh pendidikan tinggi dan berperan strategis dalam ketahanan pangan.

"Ilmu pertanian bukan hanya tentang hasil besar dengan modal kecil, tapi tentang keberlanjutan. Memahami alam adalah kunci menuju pertanian yang berkelanjutan," tegasnya.

Pesan Inspiratif untuk Generasi Muda

Sebagai wisudawan termuda UGM, Safira juga menyampaikan pesan untuk generasi muda agar selalu memiliki tanggung jawab yang sama untuk memajukan bangsa.

 

Baca Juga: DIPERPANJANG! Pendaftaran Beasiswa JAPFA untuk Anak Negeri 2025, Peluang Emas bagi Pelajar SMA, SMK dan Mahasiswa Berprestasi

"Pendidikan adalah bagian dari bela negara. Mari berani bergerak untuk Indonesia yang lebih maju," tegasnya.

Konteks Wisuda UGM Periode IV 2024/2025

Prestasi Safira sebagai lulusan termuda UGM semakin bermakna dalam konteks wisuda periode IV tahun akademik 2024/2025.

UGM berhasil meluluskan 917 alumni program pascasarjana, terdiri dari 746 lulusan Program Magister, 74 Program Spesialis, 18 Program Subspesialis, dan 79 Program Doktor.

Dalam program Magister sendiri, tercatat rata-rata masa studi 2 tahun 1 bulan, dengan 386 lulusan meraih predikat pujian dan rata-rata IPK 3,72. Sebanyak 14 lulusan bahkan memperoleh IPK sempurna 4,00.

 

Baca Juga: Sinergi Mahasiswa UGM Asal Cirebon dan KAGAMA Mengalirkan Ilmu untuk Kemajuan Daerah

Masa Depan Cerah Alumni UGM

Dengan semangat dan komitmen yang dibawa Safira, ia tidak hanya menjadi lulusan magister termuda UGM, tetapi juga wajah baru harapan bagi kemajuan pertanian Indonesia.

Kisahnya membuktikan bahwa dengan dedikasi, dukungan keluarga, dan visi yang jelas, anak muda Indonesia mampu meraih prestasi gemilang di tingkat nasional.

Prestasi Safira Nur Aini sebagai wisudawan termuda UGM menjadi inspirasi bahwa pendidikan tinggi dapat menjadi jembatan untuk menghadirkan solusi nyata bagi permasalahan bangsa, khususnya di sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia.***