POJOKSATU.id - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Indonesia. Dia adalah Maryam, siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pekanbaru yang berhasil diterima di 22 perguruan tinggi luar negeri.
Tidak hanya itu, Maryam juga mengantongi empat beasiswa internasional untuk mendukung pendidikan tingginya.
Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa pelajar madrasah mampu bersaing di tingkat global.
Kampus-kampus yang menerima Maryam tersebar di Australia, Selandia Baru, Inggris, hingga Amerika Serikat dengan berbagai program studi sains, teknologi, kesehatan, lingkungan, hingga kecerdasan buatan.
"Saya sangat bersyukur bisa diterima di berbagai kampus luar negeri. Tentunya perjalanan ini tidak mudah karena harus membagi waktu antara madrasah, persiapan dokumen, dan berbagai persyaratan lainnya," kata Maryam, dilansir dari laman resmi Kemenag, Rabu, 10 Juni 2026.
"Saya berterima kasih kepada orang tua, guru, dan semua pihak yang selalu mendukungi," sambungnya.
Tak hanya diterima di banyak universitas, Maryam juga memperoleh empat beasiswa internasional bergengsi, yaitu Academic Merit Scholarship, STEM Scholarship, International Student Support Scholarship, dan CDU Global Merit Scholarship.
Baca Juga: 50 Soal PAT Matematika Kelas 5 SD Semester 2 Lengkap dengan Jawaban dan Pembahasan
Diterima di Kampus-Kampus Ternama Dunia
Kampus yang menerima Maryam berasal dari sejumlah negara dengan reputasi pendidikan tinggi yang kuat.
Di Australia, Maryam diterima di Monash University pada program Applied Data Science Advanced. Ia juga diterima di University of Adelaide dan Charles Darwin University untuk program Bachelor of Science.
Selain itu, terdapat Macquarie University pada bidang Biotechnology, Curtin University, Deakin University, Bond University, Swinburne University of Technology, dan Coventry University pada program Biomedical Science.
Maryam juga mendapatkan kesempatan kuliah di University of Wollongong untuk program Nutrition Science, University of Southern Queensland pada Food and Beverage Science, serta Western Sydney University pada bidang Applied Data Science.
Sementara itu, Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT) juga menerima Maryam pada program Bachelor of Science.
Pilihan Program Studi Beragam
Tak hanya fokus pada satu bidang, Maryam diterima di berbagai program studi yang mencerminkan minat dan kemampuannya dalam bidang sains dan teknologi.
Di Selandia Baru, ia diterima di Massey University untuk program Food Technology, University of Canterbury dan Briar Cliff University pada bidang Environmental Science, serta The University of Waikato pada program Environmental Sciences dan Biomedical Sciences.
Auckland University of Technology juga menerima Maryam pada program Food Science dan Biomedical Science.
Di Inggris, Maryam diterima di Leeds Beckett University untuk program Data Science and Artificial Intelligence.
Sedangkan di Amerika Serikat, ia diterima di University of St. Thomas untuk program Neuroscience pada Biochemistry, Caldwell University untuk Biology–Forensic Track, serta DePaul University pada program Biochemistry.
Perjalanan Panjang dan Penuh Tantangan
Maryam mengakui proses menuju perguruan tinggi luar negeri bukanlah perjalanan yang mudah.
Ia harus membagi waktu antara kegiatan belajar di madrasah, menyiapkan dokumen pendaftaran, hingga memenuhi berbagai persyaratan dari masing-masing universitas.
"Tentunya perjalanan ini tidak mudah karena harus membagi waktu antara madrasah, persiapan dokumen, dan berbagai persyaratan lainnya," ujarnya.
Siswi Program Cambridge MAN 1 Pekanbaru tersebut menegaskan bahwa keberhasilannya tidak lepas dari dukungan orang tua serta para guru yang selalu mendampingi selama proses pendaftaran.
Peran Guru BK dalam Mendampingi Siswa
Koordinator Bimbingan Konseling MAN 1 Pekanbaru, Yogi Nurfa Paramitasari, menjelaskan bahwa proses persiapan menuju perguruan tinggi luar negeri membutuhkan konsistensi, ketekunan, dan komitmen yang tinggi dari setiap murid.
Baca Juga: 40 Soal PAT PKN Kelas 7 Semester 2 Kurikulum Merdeka Lengkap dengan Kunci Jawaban dan Pembahasan
Pendampingan yang dilakukan sekolah mencakup berbagai aspek, mulai dari pemilihan universitas, penyusunan personal statement, hingga persiapan berbagai dokumen yang menjadi syarat pendaftaran.
"Pencapaian ini tidak diraih secara instan. Mereka melewati proses yang panjang dan penuh tantangan. Kami di BK berupaya mendampingi murid agar mampu menemukan potensi terbaiknya dan percaya diri untuk mendaftar ke kampus-kampus internasional," jelas Yogi.
Kisah Maryam menjadi pengingat bahwa kesempatan menembus perguruan tinggi dunia terbuka bagi siapa saja yang mau berusaha, konsisten belajar, dan berani bermimpi besar.
Dukungan keluarga, sekolah, serta kerja keras yang dilakukan secara berkelanjutan sering kali menjadi kunci yang mengantarkan mimpi-mimpi itu menjadi kenyataan. ***




