POJOKSATU.id - Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) resmi membuka Program Beasiswa Keolahragaan 2026.
Program ini ditujukan bagi olahragawan, mantan olahragawan, serta tenaga keolahragaan yang ingin melanjutkan studi ke jenjang magister (S2) dan doktor (S3).
Beasiswa ini menjadi wujud komitmen negara dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di bidang olahraga, baik dari sisi prestasi, sains, hingga manajemen keolahragaan.
Baca Juga: Data SKP MyASN Salah atau Belum Berubah? Ini Solusi Resmi yang Wajib Diketahui ASN dan PPPK
Dua Jalur Beasiswa Keolahragaan 2026
Program Beasiswa Keolahragaan 2026 dibagi menjadi dua jalur utama, yaitu:
* Jalur Peningkatan Prestasi, diperuntukkan bagi warga negara Indonesia yang bergerak di bidang keolahragaan secara umum.
* Jalur Penghargaan Prestasi, khusus diberikan kepada olahragawan dan mantan olahragawan elit dengan prestasi kelas dunia.
Kedua jalur ini memberikan pendanaan studi magister dengan durasi maksimal 24 bulan dan program doktor hingga 48 bulan. Perguruan tinggi tujuan wajib sesuai dengan daftar perguruan tinggi LPDP Afirmasi.
Baca Juga: Gak Perlu Jauh-Jauh Lagi, Bikin Paspor Kini Bisa Langsung di Garut
Sasaran Penerima Beasiswa
Program ini menyasar berbagai kelompok dalam ekosistem olahraga nasional, antara lain:
- Olahragawan dan mantan olahragawan yang pernah meraih juara 1, 2, atau 3 pada kejuaraan olahraga prestasi tingkat nasional maupun internasional.
- Tenaga keolahragaan teknis seperti pelatih, asisten pelatih, wasit, juri, manajer, promotor, dan instruktur olahraga.
- Tenaga pendukung medis dan psikologis, meliputi dokter olahraga, psikolog olahraga, ahli gizi olahraga, fisioterapis, perawat, dan sport masseur.
- Tenaga keolahragaan sains dan manajemen, seperti peneliti olahraga, analis performa, ahli biomekanika, administrator, serta pengembang kebijakan olahraga prestasi.
Baca Juga: Kabar Kurang Sedap PPPK Paruh Waktu Wakatobi! THR 2026 Ditiadakan Karena Anggaran Daerah Terbatas
Komponen Pembiayaan Beasiswa Keolahragaan 2026
Beasiswa Keolahragaan 2026 bersifat fully funded dengan cakupan pembiayaan sebagai berikut:
Biaya Pendidikan
-
Biaya pendaftaran dan SPP atau Uang Kuliah Tunggal.
-
Tunjangan buku untuk mendukung kebutuhan akademik.
-
Dana penelitian tesis atau disertasi.
-
Biaya seminar internasional.
-
Dana publikasi jurnal internasional.
Baca Juga: Jasad Pilot dan Kopilot ATR 42-500 Belum Teridentifikasi, 1 Kantong Jenazah Berisi Potongan Tulang
Biaya Pendukung
-
Biaya transportasi dan dana kedatangan.
-
Biaya aplikasi visa bagi penerima beasiswa luar negeri.
-
Asuransi kesehatan.
-
Dana hidup bulanan.
-
Tunjangan keluarga khusus penerima jenjang doktor.
-
Dana keadaan darurat.
-
Dana pengayaan bahasa, khusus jalur penghargaan prestasi.
Baca Juga: Empat Pejabat Buka Suara soal Gaji PPPK Paruh Waktu yang Belum Cair
Syarat dan Dokumen Pendaftaran
Berikut persyaratan umum dan dokumen yang wajib disiapkan pendaftar:
Syarat Umum
-
Warga Negara Indonesia.
-
Lulusan S1/D4 untuk pendaftar magister dan S2 untuk pendaftar doktor.
-
Usia maksimal 40 tahun (S2) dan 45 tahun (S3) untuk jalur peningkatan prestasi.
-
Usia maksimal 45 tahun (S2) dan 50 tahun (S3) untuk jalur penghargaan prestasi.
-
Pernah meraih medali pada kejuaraan olahraga internasional sesuai ketentuan.
Baca Juga: Duh Lagi-lagi Viral Masalah MBG, Kini Menu MBG Disajikan Mentah! Jelas Orang Tua Auto Murka
Dokumen Wajib
-
Kartu Tanda Penduduk (KTP).
-
Ijazah dan transkrip nilai terakhir.
-
Bukti prestasi berupa foto medali atau sertifikat kejuaraan internasional.
-
Surat keterangan prestasi dari Ketua Umum atau Sekjen KOI, NPCI, atau IOCO.
-
Surat pengantar dari organisasi olahraga yang berwenang.
-
Surat pernyataan kebenaran dokumen.
-
Surat rekomendasi dari Kemenpora melalui sistem SITENOR.
Baca Juga: Sirene Bendung Air 10 Sungai Cisadane Berbunyi, Warga Diminta Waspada Kenaikan Debit Air
Tahapan Pendaftaran Beasiswa Keolahragaan 2026
Proses pendaftaran Beasiswa Keolahragaan 2026 dilakukan melalui beberapa tahapan berikut:
-
Pembuatan akun dan pembaruan data pada sistem SITENOR pada periode 2 Januari–5 Februari 2026.
-
Pengajuan rekomendasi beasiswa kepada Kemenpora pada 26 Januari–6 Februari 2026.
-
Pengumuman hasil rekomendasi Kemenpora pada 9 Februari 2026.
-
Pendaftaran lanjutan ke sistem LPDP bagi peserta yang telah mendapat rekomendasi.
-
Seleksi LPDP yang meliputi seleksi administrasi, seleksi bakat skolastik, dan seleksi substansi.
Beasiswa Keolahragaan 2026 LPDP-Kemenpora ini menjadi peluang emas bagi insan olahraga Indonesia untuk meningkatkan kapasitas akademik, sekaligus memperluas kontribusi di dunia olahraga nasional.
Dukungan penuh negara ini diharapkan melahirkan generasi profesional olahraga yang tak hanya unggul di lapangan, tetapi juga kuat dalam ilmu, riset, dan kebijakan. ***




