POJOKSATU.id - Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) mengajukan kebutuhan anggaran sebesar Rp3,93 triliun untuk tahun 2027 kepada DPR.
Anggaran tersebut disiapkan untuk mendukung sejumlah program LPDP, mulai dari beasiswa, penelitian, kebudayaan, hingga pengembangan perguruan tinggi.
Direktur Keuangan dan Umum LPDP Albertus Kurniadi Hendartono menyampaikan usulan tersebut dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XI DPR pada Senin, 7 September 2026.
"Kebutuhan belanja 2027 yang dialokasikan sebesar Rp3,93 triliun," kata Albertus dalam rapat tersebut.
Baca Juga: Cara Cek Kualitas Udara Hari Ini Lewat HP, Bisa Pantau AQI dan PM2.5
Dari total anggaran yang diajukan, alokasi terbesar ditujukan untuk program beasiswa.
Berdasarkan pemaparan LPDP, anggaran yang disiapkan untuk beasiswa mencapai sekitar Rp2,78 triliun. Anggaran tersebut diarahkan untuk mendukung target 12.000 awardee pada 2027.
Jumlah target penerima beasiswa tersebut meningkat dibandingkan target pada 2026 yang sebanyak 8.000 awardee.
"Beasiswa sebanyak 12.000 awardee yang terdiri dari native LPDP maupun yang kolaborasi," ujar Albertus.
Dengan demikian, terdapat peningkatan target penerima beasiswa sebanyak 4.000 orang dibandingkan target tahun 2026.
Baca Juga: Hadiah Juara OSN 2026 Disorot, Kemendikdasmen Cari Skema Tambahan Anggaran
Anggaran LPDP 2027 tidak hanya untuk beasiswa
Selain beasiswa, anggaran LPDP 2027 juga dialokasikan untuk sejumlah program lainnya.
Untuk penelitian atau riset, LPDP menyiapkan anggaran sekitar Rp597,93 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung sebanyak 25 proyek penelitian.
Selanjutnya, terdapat alokasi sekitar Rp200 miliar untuk kebudayaan melalui program Dana Abadi Kebudayaan (DAKB). Anggaran tersebut ditujukan untuk mendukung 12 layanan.
LPDP juga menyiapkan sekitar Rp350 miliar untuk perguruan tinggi melalui Dana Abadi Perguruan Tinggi. Program tersebut akan menyasar 23 Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH).
Jika dirinci berdasarkan alokasinya, usulan anggaran LPDP 2027 terdiri atas Rp2,78 triliun untuk beasiswa, Rp597,93 miliar untuk penelitian, Rp200 miliar untuk kebudayaan, dan Rp350 miliar untuk perguruan tinggi.
Target 12.000 awardee melalui kolaborasi
Program beasiswa LPDP pada 2027 juga akan dijalankan melalui kolaborasi dengan sejumlah kementerian.
Albertus mengatakan layanan beasiswa bagi 12.000 orang tersebut turut mendukung program prioritas nasional klaster pendidikan.
Kolaborasi akan dilakukan bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), serta Kementerian Agama (Kemenag).
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas dukungan pembiayaan pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program beasiswa.
Baca Juga: Biaya Perang Amerika Serikat Melawan Iran Capai Rp 1.763 Miliar
Anggaran riset hingga dana abadi perguruan tinggi
Selain memperluas penerima beasiswa, LPDP juga tetap menjalankan mandat pengelolaan dana abadi untuk mendukung sektor penelitian, kebudayaan, dan perguruan tinggi.
Pada sektor penelitian, pendanaan akan diarahkan untuk 25 proyek. Sementara pada sektor kebudayaan, Dana Abadi Kebudayaan akan memberikan dukungan melalui 12 layanan.
Adapun Dana Abadi Perguruan Tinggi akan diberikan kepada 23 PTNBH.
Pengalokasian tersebut menunjukkan bahwa dana abadi LPDP tidak hanya digunakan untuk membiayai pendidikan individu melalui beasiswa, tetapi juga mendukung ekosistem pendidikan tinggi, penelitian, dan kebudayaan.
Baca Juga: Simak Aturan Baru PIP 2026, TK Mulai Dapat Bantuan, Sekolah Bisa Usulkan Penerima, Ini Besarannya
Anggaran 2027 masih berupa usulan
Meski telah disampaikan dalam rapat bersama Komisi XI DPR, anggaran Rp3,93 triliun tersebut merupakan kebutuhan belanja yang diajukan LPDP untuk 2027.
Besaran dan alokasi akhirnya akan mengikuti proses pembahasan anggaran pemerintah bersama DPR.
Jika usulan tersebut terealisasi, target penerima beasiswa LPDP pada 2027 akan meningkat menjadi 12.000 awardee, sekaligus memperkuat dukungan LPDP terhadap penelitian, kebudayaan, dan perguruan tinggi. ***




