POJOKSATU.ID  – Isu soal pembukaan CPNS Polisi Kehutanan atau Polhut kembali ramai diperbincangkan.

Banyak calon pelamar mulai penasaran nih, berapa kuota Polhut di tiap provinsi dan kapan formasi resminya diumumkan.

Namun itu sampai sekarang, pemerintah menegaskan kuota CPNS Polhut per provinsi memang belum ditetapkan.

Yang sudah jelas, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan  atau KLHK lagi siapain rekrutmen besar-besaran.

Baca Juga: Kabar Baik Honorer Sarmi, Pemkab Bawa Aspirasi ke BKN Jayapura Bahas soal Status ASN dan PPPK

Untuk memperkuat pengamanan dibagian kepolisian hutan di seluruh Indonesia.

 

KLHK Siapkan Rekrutmen 21.000 Polhut hingga 2028

KLHK punya rencana jangka panjang untuk merekrut sekitar 21.000 Polisi Kehutanan secara bertahap sampai tahun 2028.

Langkah ini juga, diambil karena jumlah Polhut saat ini masih jauh dari kebutuhan ideal.

Saat ini, jumlah Polhut aktif diperkirakan baru sekitar 4.800 orang.

Baca Juga: Kekhawatiran Heti Terhadap Guru PPPK Terjawab, Status Dinilai Lebih Rentan dari PNS dan Buruh, Ini Penjelasannya

Padahal ya, kebutuhan nasional idealnya bisa mencapai 25.000 personel.

Kekurangan inilah yang membuat pengawasan hutan belum maksimal.

Dengan adanya rekrutmen besar ini, pemerintah berharap perlindungan hutan dari pembalakan liar, perambahan, dan kejahatan kehutanan lainnya bisa makin kuat.

Kuota CPNS Polhut per Provinsi Masih Digodok

Meskipun itu, rencana nasional sudah ada, KLHK memastikan sampai saat ini belum ada pengumuman resmi soal kuota CPNS Polhut per provinsi, khususnya untuk tahun 2026.

Rincian kuota masih dibahas bersama Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kementerian PANRB.

Jadi, angka-angka kuota yang ramai beredar di media sosial atau grup WhatsApp belum tentu benar.

Baca Juga: KNKT Pastikan Pesawat ATR Milik IAT Tabrak Lereng Gunung Bulusaraung, Tapi Bukan Disengaja Pilot

Nantinya, informasi resmi hanya akan diumumkan lewat portal SSCASN BKN setelah semua proses koordinasi selesai.

 

Gambaran Pembagian Formasi 2026–2028

Walau belum dirinci per provinsi, beberapa media menyebutkan gambaran umum rencana rekrutmen Polhut secara nasional hingga 2028.

Tahun 2026 diperkirakan jadi tahap rekrutmen paling besar, dengan sekitar 15.000 Polhut.

Baca Juga: Potret Kemiskinan yang Menyayat Hati, Bu Sagam yang Bertahan Hidup dari Sisa Timun Warga

Lalu pada 2027 dan 2028, masing-masing direncanakan sekitar 3.000 orang per tahun, sehingga totalnya mencapai 21.000 personel.

Jumlah ini masih bersifat rencana nasional dan bisa berubah sesuai kebijakan pemerintah.

 

Banyak Formasi untuk Lulusan SMA dan SMK

Dari rencana nasional tersebut, formasi Polhut pemula untuk lulusan SMA dan SMK diperkirakan jadi yang paling banyak.

Baca Juga: Ini Alasan Layak PIP 2026 yang Harus Diisi Sekolah di Dapodik dan Diketahui Orang Tua

Jumlahnya sekitar 11.340 formasi atau lebih dari separuh kebutuhan nasional.

Selain itu, ada juga formasi Polhut Ahli Pertama untuk lulusan S1 atau D-IV, dengan perkiraan sekitar 3.150 formasi.

Namun lagi-lagi, pembagian ini masih bersifat nasional dan belum dibagi per daerah.

 

Jadwal dan Syarat Resmi Masih Menunggu Pengumuman

KLHK menegaskan, jadwal pendaftaran, syarat lengkap, lokasi penempatan.

Sampai kuota per provinsi hanya akan diumumkan secara resmi melalui portal SSCASN BKN di sscasn.bkn.go.id.

Baca Juga: SELAMAT! 3.110 Tendik Honorer di KBB Resmi Jadi ASN, Perjuangan dan Pengawalan DPRD yang Berbuah Manis

Masyarakat diimbau agar tidak mudah percaya pada informasi di luar kanal resmi pemerintah.

Nah apalagi yang sudah menyebut angka kuota per provinsi secara detail.

Pemerintah melalui KLHK memang menyiapkan rekrutmen besar-besaran CPNS Polhut dengan target 21.000 personel hingga 2028.

Namun sampai saat ini, kuota CPNS Polhut per provinsi belum diumumkan secara resmi.

Baca Juga: Sudah Lolos PPPK tapi Mengundurkan Diri? Simak Sanksi dan Dasar Hukumnya

Informasi yang benar dan valid nantinya hanya akan dirilis lewat SSCASN BKN setelah semua proses finalisasi selesai.

Calon pelamar sebaiknya rutin memantau sumber resmi agar tidak salah informasi.***