POJOKSATU.id - Antusiasme pelajar Indonesia terhadap bidang sains kembali terlihat dalam penyelenggaraan Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 jenjang pendidikan menengah.
Tahun ini, jumlah pendaftar OSN mencapai 297.955 siswa. Angka tersebut meningkat 12,33 persen dibandingkan jumlah pendaftar pada 2025.
Babak final OSN 2026 digelar secara luring di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur, pada 14-20 September 2026.
UMM kembali dipercaya menjadi tuan rumah ajang talenta sains tingkat nasional tersebut.
Baca Juga: Aturan FLS3N Dikmen Nasional 2026 Berubah, Finalis Bukan Dipilih Sembarangan, Wajib Simak Aturan Ini
Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikdasmen, Dr. Maria Veronica Irene Herdjiono, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa peningkatan jumlah pendaftar menunjukkan tingginya minat generasi muda terhadap bidang sains.
570 Peserta dari 38 Provinsi Ikuti Babak Final
Para peserta yang hadir di UMM merupakan siswa yang telah melewati rangkaian seleksi berjenjang sebelum mencapai tingkat nasional.
Laman resmi OSN 2026 UMM mencatat terdapat 570 peserta dari 38 provinsi yang mengikuti putaran final. Mereka merupakan delegasi yang telah melewati tahapan seleksi dari tingkat daerah hingga semifinal nasional.
Namun, terdapat perbedaan angka yang perlu dipahami.
Untuk sembilan bidang OSN utama, masing-masing bidang memiliki 60 finalis. Dengan demikian, total finalis pada sembilan bidang tersebut mencapai 540 peserta.
Sementara itu, laman resmi OSN 2026 UMM mencantumkan 570 peserta dalam 10 bidang, setelah memasukkan bidang Artificial Intelligence (AI).
Dengan demikian, angka 570 merupakan keseluruhan peserta dalam rangkaian final yang mencakup bidang AI.
10 Bidang Hadir dalam Rangkaian OSN 2026
OSN 2026 jenjang pendidikan menengah mencakup sembilan bidang utama serta bidang AI dalam rangkaian kompetisi tahun ini.
Bidang yang dilombakan atau hadir dalam rangkaian tersebut meliputi:
-
Matematika
-
Fisika
-
Kimia
-
Biologi
-
Informatika
-
Ekonomi
-
Geografi
-
Astronomi
-
Kebumian
-
Artificial Intelligence (AI)
Baca Juga: Skor TKA 2026 SMA dan SMK Berubah, Ini Cara Hitung, Kategori Nilai dan Syarat Predikat Istimewa
Sembilan bidang pertama merupakan cabang OSN utama. Masing-masing memiliki 60 finalis sehingga jumlahnya mencapai 540 peserta.
Sementara itu, kompetisi AI memiliki mekanisme seleksi tersendiri hingga menghasilkan 30 finalis.
297.955 Siswa Mendaftar OSN 2026
Jumlah hampir 300 ribu pendaftar menunjukkan besarnya minat siswa untuk mengikuti ajang kompetisi sains nasional.
Dari 297.955 pendaftar, peserta harus melewati rangkaian seleksi untuk mendapatkan kesempatan melanjutkan ke tahapan berikutnya hingga mencapai babak final nasional.
Untuk sembilan bidang utama, jumlah finalis ditetapkan sebanyak 60 peserta pada setiap bidang.
Artinya, hanya sebagian peserta dari jumlah pendaftar awal yang akhirnya memperoleh kesempatan bertanding secara langsung di tingkat nasional.
Baca Juga: Finalis FLS3N Dikmen Nasional 2026 Diumumkan, Cek Daftar Pemenang dan Panduan Peserta di Sini
AI Ikut Hadir dalam Rangkaian OSN 2026
Selain sembilan bidang sains utama, penyelenggaraan tahun ini memberikan perhatian khusus terhadap kecerdasan artifisial.
Pendaftaran Ekshibisi Kompetisi Kecerdasan Artifisial (EKKA) 2026 terbuka bagi siswa SMA/sederajat.
Kompetisi tersebut menjadi bagian dari pembinaan talenta AI dan diarahkan untuk menjaring calon peserta Indonesia menuju International Olympiad in Artificial Intelligence (IOAI) pada tahun berikutnya.
Proses seleksi dilakukan melalui beberapa tahap. Pada tahap pra-seleksi dijaring 100 peserta terbaik.
Selanjutnya, peserta disaring menjadi 30 finalis untuk mengikuti babak final nasional di UMM bersamaan dengan rangkaian OSN 2026.
Materi kompetisi AI mencakup sejumlah kemampuan, antara lain:
-
Matematika
-
Statistika
-
Peluang
-
Optimasi
-
Pemrograman Python
-
Machine learning
-
Artificial neural network
-
Computer vision
-
Natural language processing
Baca Juga: Pelantikan Rektor UINSA 2026 Muzakki Diwarnai Penolakan, Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
Jadwal Final OSN 2026 di UMM
Rangkaian OSN 2026 tidak hanya terdiri atas pelaksanaan lomba. Kegiatan berlangsung selama satu pekan dengan sejumlah agenda.
Berikut jadwal yang tercantum dalam agenda resmi penyelenggara:
-
14 September 2026: Kedatangan dan registrasi peserta.
-
15 September 2026: Pembukaan dan technical meeting.
-
16-17 September 2026: Pelaksanaan lomba.
-
18 September 2026: BTI Kolaboratif.
-
19 September 2026: Tur mandiri, penutupan dan penganugerahan.
-
20 September 2026: Kepulangan peserta.
Seluruh rangkaian final dipusatkan di Kampus III UMM, Jalan Raya Tlogomas No. 246, Kota Malang, Jawa Timur.
Baca Juga: Cegah Kelangkaan BBM Berulang, DPRD Jember Dorong Pembangunan Depo Penampungan Sementara
OSN Tidak Sekadar Adu Kemampuan Akademik
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Ir. Suharti, M.A., Ph.D., yang membuka acara secara resmi melalui sambungan daring, menekankan bahwa kompetisi sains tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik.
Menurutnya, perkembangan kecerdasan artifisial membuat peserta didik perlu memiliki kemampuan yang lebih luas, termasuk kemampuan bekerja sama, kematangan emosional, serta kemampuan membangun jejaring.
Kemampuan intelektual tetap menjadi bagian penting dalam kompetisi sains. Namun, penyelenggara juga menekankan kejujuran, integritas, dan sportivitas sebagai bagian dari karakter peserta.
Pesan tersebut sejalan dengan tema karakter yang diusung dalam penyelenggaraan OSN 2026, termasuk penekanan bahwa prestasi perlu dibangun bersama integritas.
Baca Juga: Rayakan Ulang Tahun Sekolah, Siswa SMAN 1 Karawang Tampilkan Adat dan Busana Tradisional Nusantara
UMM Kembali Menjadi Tuan Rumah
UMM kembali dipercaya menjadi tuan rumah OSN setelah sebelumnya juga menjadi lokasi penyelenggaraan ajang tersebut.
Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menyambut para talenta sains dari berbagai daerah di Indonesia.
Ia menyebut semangat OSN sejalan dengan transformasi UMM yang ingin mengembangkan perguruan tinggi bukan hanya sebagai penyedia pengetahuan, tetapi juga sebagai institusi yang menghasilkan solusi bagi persoalan masyarakat.
UMM mencanangkan tiga pilar dalam pengembangan institusinya, yaitu Service Excellence Hub, Industrial Partnership, dan Talent Incubator Hub.
Pilar terakhir berkaitan dengan pengembangan talenta dan menjadi ruang bagi siswa untuk mengasah kepemimpinan digital, kreativitas, serta penguasaan sains.
Baca Juga: Kecelakaan Bisa Dicegah, Risiko Bisa Diantisipasi
Juara OSN Berpeluang Mendapat Pembinaan Lanjutan
OSN tidak berhenti pada pemberian medali kepada para pemenang.
Kemendikdasmen menyampaikan bahwa para juara OSN 2026 akan memperoleh peluang untuk mengikuti seleksi Beasiswa Talenta Indonesia melalui kerja sama dengan LPDP.
Program tersebut menjadi salah satu bentuk pembinaan lanjutan bagi talenta berprestasi agar memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, termasuk peluang studi di dalam maupun luar negeri.
Dengan pola tersebut, OSN tidak hanya menjadi ajang kompetisi siswa SMA/MA/SMK sederajat, tetapi juga bagian dari proses identifikasi dan pembinaan talenta berprestasi secara berkelanjutan.
Baca Juga: Penjualan Rumah Melambat, Properti1.com Hadirkan Listing Gratis
Angka Penting OSN 2026
Bagi siswa dan orang tua yang ingin memahami pelaksanaan OSN 2026, sejumlah angka dan informasi penting yang perlu dicatat yaitu:
-
297.955 siswa mendaftar OSN jenjang pendidikan menengah 2026.
-
Jumlah pendaftar meningkat 12,33 persen dibandingkan 2025.
-
Final OSN digelar di UMM, Kota Malang.
-
Peserta berasal dari 38 provinsi.
-
540 finalis mengikuti sembilan bidang OSN utama.
-
Setiap bidang OSN utama memiliki 60 finalis.
-
Rangkaian resmi OSN UMM mencantumkan 570 peserta dalam 10 bidang dengan memasukkan AI.
-
Kompetisi AI memiliki 30 finalis.
-
Pelaksanaan lomba utama berlangsung 16-17 September 2026.
-
Penutupan dan penganugerahan dijadwalkan 19 September 2026.
-
Peserta dijadwalkan kembali ke daerah masing-masing pada 20 September 2026.
Baca Juga: Mulai 2027, Gaji PPPK Rp23 Triliun Dialihkan ke APBN, Daerah Tak Lagi Menanggung Sendiri
OSN 2026 menjadi salah satu ajang penting dalam pembinaan talenta sains pelajar Indonesia.
Para peserta tidak hanya ditantang menunjukkan kemampuan akademik, tetapi juga diajak membangun integritas, sportivitas, kolaborasi, serta kesiapan menghadapi perkembangan teknologi. ***




