POJOKSATU.id — Kurikulum Merdeka memberikan keleluasaan lebih besar bagi guru dalam merancang proses pembelajaran yang kreatif, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik.

Salah satu komponen penting dalam implementasinya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Modul Ajar.

Dokumen ini tidak hanya menjadi panduan guru dalam mengajar, tetapi juga berfungsi sebagai bahan verifikasi oleh kepala sekolah, pengawas, atau tim kurikulum satuan pendidikan.

Karena itu, penting bagi guru untuk menyusun RPP dan Modul Ajar dengan benar agar proses verifikasi berjalan lancar.

Baca Juga: 10 Platform Terbaik untuk Membuat Soal Ujian dengan AI, Guru Jadi Lebih Hemat Waktu! Kotak Masuk

Fungsi RPP dan Modul Ajar

Sebelum mulai menyusun dokumen pembelajaran, guru perlu memahami fungsi dan perbedaan RPP serta Modul Ajar.

RPP berisi rencana pelaksanaan pembelajaran yang mencakup tujuan, langkah-langkah, serta penilaian yang akan digunakan.

Sementara Modul Ajar merupakan panduan pembelajaran yang lebih fleksibel dibandingkan RPP di Kurikulum 2013.

Modul Ajar mencakup komponen esensial seperti Profil Pelajar Pancasila, tujuan pembelajaran, alur kegiatan, asesmen, serta lampiran pendukung.

Dalam Kurikulum Merdeka, penyusunan Modul Ajar boleh dibuat ringkas, namun tetap harus memenuhi komponen minimal.

Fokusnya bukan pada banyaknya halaman, melainkan pada kejelasan tujuan dan kelengkapan komponen.

Baca Juga: 15 Aplikasi AI yang Bisa Membuat Belajar Jadi Lebih Seru dan Efektif

Menentukan Capaian Pembelajaran (CP)

Langkah pertama dalam menyusun RPP dan Modul Ajar adalah menentukan Capaian Pembelajaran (CP).

CP menjadi dasar bagi penentuan tujuan, kegiatan, dan asesmen pembelajaran.

Baca Juga: 5 Kunci Jawaban Cerita Reflektif, Pahami Langkah Guru Mengenali Emosi Diri dan Menjaga Relasi Agar CASEL Berjalan Efektif

Guru harus membaca dokumen CP yang diterbitkan Kemendikbudristek sesuai dengan fase dan mata pelajaran yang diajarkan.

Tujuan pembelajaran yang ditulis perlu spesifik, terukur, dan selaras dengan CP.

Kesalahan umum yang sering terjadi adalah penulisan tujuan yang terlalu umum atau tidak relevan dengan CP.

Hal ini dapat menyebabkan dokumen dianggap kurang kuat secara pedagogis saat dilakukan verifikasi.

Merancang Alur Kegiatan Pembelajaran

Alur kegiatan pembelajaran dalam Modul Ajar harus menunjukkan urutan yang jelas mulai dari pendahuluan, inti, hingga penutup.

  • Pendahuluan mencakup kegiatan apersepsi dan penyampaian tujuan pembelajaran.

  • Kegiatan inti berisi aktivitas yang berpusat pada peserta didik, seperti diskusi kelompok, eksperimen, atau projek.

  • Penutup mencakup refleksi dan tindak lanjut pembelajaran.

Gunakan bahasa aktif dan jelas dalam menyusun langkah-langkah kegiatan agar mudah dipahami oleh tim verifikasi. Hindari kalimat yang terlalu singkat atau ambigu.

Baca Juga: Mudah Dipahami, Ini Panduan Lengkap Menulis Cerita Reflektif Modul 2 PSE di PPG Guru Tertentu 2025, Tidak Usah Beli Kunci Jawaban

Menyertakan Asesmen

Asesmen menjadi bagian penting dalam Modul Ajar karena menjadi indikator kesesuaian antara tujuan, kegiatan, dan hasil belajar siswa.

Guru dapat menyertakan dua jenis asesmen, yakni:

  • Asesmen formatif, dilakukan selama proses pembelajaran (contohnya kuis interaktif, observasi, jurnal refleksi).

  • Asesmen sumatif, dilakukan di akhir pembelajaran (contohnya penilaian proyek atau tes tertulis).

Baca Juga: LANGKAH Penting Agar SKTP untuk Pencairan TPG Triwulan III Bisa Segera Terbit!

Pastikan setiap instrumen penilaian memiliki rubrik atau kriteria yang jelas dan terukur agar mudah diverifikasi.

Komponen Profil Pelajar Pancasila

Ciri khas Kurikulum Merdeka terletak pada penekanan Profil Pelajar Pancasila (PPP).

Dalam penyusunan Modul Ajar, guru wajib memilih dimensi dan elemen yang akan dikembangkan agar pembelajaran tidak hanya berfokus pada pengetahuan akademik, tetapi juga karakter dan kompetensi murid secara holistik.

1. Memahami Komponen Profil Pelajar Pancasila

Profil Pelajar Pancasila terdiri dari enam dimensi utama, yaitu:

  • Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia: mencerminkan pelajar yang beriman, berakhlak mulia, dan peduli terhadap sesama serta lingkungan.

  • Mandiri: pelajar yang memiliki inisiatif dan kemampuan menghadapi tantangan hidup secara tangguh.

  • Bergotong-royong: pelajar yang mampu bekerja sama dengan sukarela dan memiliki kepedulian sosial tinggi.

  • Berkebinekaan Global: pelajar yang beridentitas kuat, mampu menghargai, dan memanfaatkan keberagaman di lingkungannya.

  • Bernalar Kritis: pelajar yang mampu memproses informasi secara objektif, menganalisis data, dan mengambil keputusan secara tepat.

  • Kreatif: pelajar yang dapat menghasilkan ide, karya, dan solusi orisinal yang bermakna dan bermanfaat.

Baca Juga: DOWNLOAD LENGKAP Panduan Menyusun CP, TP, dan ATP dalam Kurikulum Merdeka, Mudah Merancang Lebih Konkret Sesuai Kebutuhan

2. Menentukan Dimensi yang Akan Dikembangkan

Dalam penyusunan Modul Ajar, guru disarankan memilih dua hingga tiga dimensi dari enam dimensi utama tersebut.

Pemilihan dimensi harus disesuaikan dengan:

  • Tema pembelajaran atau projek yang sedang dijalankan.

Baca Juga: DOWNLOAD Capaian Pembelajaran (CP) Terbaru, Semua FASE Semua MATA PELAJARAN, Paling LENGKAP

  • Visi dan misi satuan pendidikan agar sejalan dengan arah pengembangan karakter sekolah.

  • Kebutuhan peserta didik, berdasarkan potensi, permasalahan, dan konteks lingkungan belajar.

Contoh: jika tema projek adalah Kewirausahaan, maka dimensi yang dapat dipilih ialah Gotong Royong dan Kreatif, karena keduanya mendukung kolaborasi dan inovasi peserta didik.

3. Menjabarkan ke Elemen dan Subelemen

Setiap dimensi Profil Pelajar Pancasila memiliki elemen dan subelemen yang lebih rinci untuk dijadikan fokus pembelajaran.

  • Pilih elemen kunci untuk setiap dimensi. Misalnya, dalam dimensi Gotong Royong, elemen kuncinya dapat berupa kolaborasi, kepedulian, dan berbagi.

  • Tentukan subelemen yang relevan dengan aktivitas belajar. Untuk dimensi Kreatif, contohnya adalah subelemen menghasilkan karya dan tindakan orisinal atau menemukan ide baru.

Dengan cara ini, Modul Ajar tidak hanya berisi rencana mengajar, tetapi juga peta pembentukan karakter dan kompetensi peserta didik.

Baca Juga: RESMI BERLAKU CP Terbaru 2025, Ini Struktur Pembelajaran PAUD Hingga SMA SMK Sesuai Kurikulum Nasional

4. Menyusun Komponen Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Setelah menentukan dimensi, elemen, dan subelemen, guru dapat mulai menyusun Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Komponen modul ini umumnya meliputi:

  • Profil Modul: berisi informasi umum tentang tema dan pelaksanaan projek.

  • Tema dan Topik: judul atau fokus kegiatan pembelajaran.

  • Fase/Jenjang: tingkat pendidikan yang dituju.

  • Tujuan Projek: hasil belajar yang ingin dicapai, baik dari sisi pengetahuan maupun karakter.

  • Pemetaan: keterkaitan antara dimensi, elemen, dan subelemen dengan tujuan projek.

Baca Juga: DOWNLOAD Struktur Jadwal Pelajaran SD dalam Kurikulum Merdeka, Lebih FLEKSIBEL, DOWNLOAD JUGA CP Kurikulum Merdeka SEMUA FASE

  • Aktivitas dan Asesmen: kegiatan pembelajaran, cara mengukur pencapaian, serta instrumen asesmen dan rubrik yang digunakan.

Penyusunan bagian ini membantu tim verifikasi melihat keterkaitan logis antara kegiatan pembelajaran dengan penguatan karakter siswa sesuai nilai-nilai Pancasila. ***

Semoga informasi ini bermanfaat.

Silahkan berikan tanggapan di kolom komentar dan bantu share info ini ya.

Akses artikel tanpa iklan bisa dibaca melalui apps kami: