POJOKSATU.id – Guru kini punya rujukan resmi untuk menerjemahkan Capaian Pembelajaran (CP) ke dalam praktik pembelajaran di kelas.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyediakan Panduan Mata Pelajaran yang dapat digunakan pendidik untuk merancang pembelajaran yang lebih bermakna, mendalam, dan berpusat pada murid.

Panduan tersebut tersedia melalui Sistem Informasi Kurikulum Nasional Kemendikdasmen. Guru dapat memilih panduan berdasarkan jenjang pendidikan dan mata pelajaran yang diampu.

Keberadaan panduan ini menjadi penting seiring penguatan Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dalam kebijakan pendidikan nasional.

Melalui panduan tersebut, guru tidak hanya diarahkan untuk memahami apa yang harus dicapai murid, tetapi juga bagaimana menerjemahkan Capaian Pembelajaran ke dalam proses belajar di kelas.

Baca Juga: Bukan Gempa atau Gunung Meletus, Ini Bencana yang Paling Banyak Terjadi di Indonesia hingga September 2026

Panduan Mata Pelajaran Kemendikdasmen untuk Apa?

Kemendikdasmen menjelaskan bahwa Panduan Mata Pelajaran disusun sebagai acuan bagi pendidik dalam menerjemahkan Capaian Pembelajaran ke dalam praktik pembelajaran.

Panduan tersebut juga membantu guru merancang pembelajaran yang bermakna, mendalam, dan berpusat pada murid.

Dengan demikian, guru bisa menggunakan dokumen tersebut sebagai salah satu rujukan ketika menyusun perencanaan pembelajaran sesuai karakteristik mata pelajaran dan jenjang pendidikan.

Panduan tersedia untuk berbagai jenjang, mulai dari PAUD, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, SLB hingga pendidikan kesetaraan.

Baca Juga: Abu Vulkanik Jatuh ke Tanaman, Apakah Bisa Bikin Mati? Ini Dampaknya yang Perlu Diketahui

 

Berkaitan dengan Pembelajaran Mendalam

Panduan Mata Pelajaran juga berkaitan dengan arah kebijakan Pembelajaran Mendalam yang diperkuat Kemendikdasmen.

Dalam Sistem Informasi Kurikulum Nasional, pendekatan pembelajaran mendalam ditekankan sebagai pendekatan yang menciptakan proses belajar berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.

Kemendikdasmen juga menegaskan bahwa Panduan Mata Pelajaran membantu pendidik menerjemahkan Capaian Pembelajaran ke pembelajaran di kelas dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam.

Artinya, guru dapat menjadikan panduan tersebut sebagai pegangan untuk menghubungkan capaian pembelajaran dengan pengalaman belajar yang lebih relevan bagi murid.

Baca Juga: Mahasiswa UGM Ciptakan Solar Bridge, Jembatan Darurat yang Bisa Hasilkan Listrik Saat Banjir

 

Ada Banyak Mata Pelajaran yang Bisa Dipilih

Guru tidak perlu mengunduh satu dokumen yang sama untuk semua mata pelajaran.

Di laman resmi Kemendikdasmen, panduan dapat dicari berdasarkan satuan pendidikan maupun nama mata pelajaran.

Sejumlah dokumen yang tersedia antara lain Panduan Mata Pelajaran Bahasa Indonesia, Pendidikan Pancasila, IPA, IPS, IPAS hingga Koding dan Kecerdasan Artifisial.

Karena itu, guru sebaiknya memilih dokumen yang sesuai dengan mata pelajaran dan jenjang yang diampu agar panduan yang digunakan benar-benar relevan.

Baca Juga: Semua Pimpinan Perguruan Tinggi Dievaluasi Mendiktisaintek Usai Kasus Unsoed, Ada Pesan Tegas untuk Rektor

 

Cara Download Panduan Mata Pelajaran Kemendikdasmen

Guru bisa mengakses dan mengunduh panduan secara langsung melalui laman resmi Sistem Informasi Kurikulum Nasional.

Link resmi download Panduan Mata Pelajaran Kemendikdasmen:

https://kurikulum.kemendikdasmen.go.id/panduan-mapel

Setelah membuka laman tersebut, guru dapat memilih:

Baca Juga: Lowongan Kerja BNI Life 2026 untuk Lulusan SMA hingga S1, Cek Posisi, Syarat dan Cara Melamar

Jenjang pendidikan, Mata pelajaran, Panduan yang sesuai, Kemudian mengunduh dokumen yang tersedia.

Kemendikdasmen menyediakan laman tersebut agar guru dapat memperoleh panduan sesuai kebutuhan pembelajaran masing-masing.

 

Jangan Salah Ambil Dokumen

Guru juga perlu memperhatikan jenjang dan fase ketika memilih panduan.

Sebagai contoh, Panduan Mata Pelajaran Bahasa Indonesia tersedia untuk Fase A-F dan Fase F Tingkat Lanjut, sedangkan panduan IPS mencakup Fase D dan E.

Karena itu, jangan hanya mengunduh berdasarkan nama mata pelajaran. Pastikan fase dan jenjangnya sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.