POJOKSATU.id – Siapa sangka limbah kulit lemon yang selama ini kerap dianggap tidak bernilai justru mampu mengantarkan siswa madrasah meraih prestasi di tingkat internasional.
Inovasi tersebut berhasil diwujudkan Tim Riset MIN 4 Jakarta Selatan yang sukses meraih Gold Medal pada International Invention Competition for Young Moslem Scientists (IICYMS) 2026 Offline Competition.
Kompetisi internasional tersebut berlangsung di Bandung pada 1–10 Juli 2026 dan diikuti oleh para peneliti muda dari berbagai sekolah.
Prestasi diraih melalui penelitian berjudul "Utilizing Lemon Peel Waste as a Fun Science Educational Teaching Aid for Elementary School Students to Support SDG's Aspects".
Baca Juga: CASIO Indonesia Buka Lowongan Moderator Webinar Series, Intip Benefit dan Cara Daftarnya!
Penelitian tersebut menawarkan pemanfaatan limbah organik berupa kulit lemon sebagai media pembelajaran sains yang menyenangkan bagi siswa sekolah dasar sekaligus mendukung penerapan Sustainable Development Goals (SDGs).
Kulit Lemon Diubah Menjadi Media Belajar Sains
Tim yang mengusung nama Lemon-Blast terdiri atas Ziqri, Rasya, Kirana, Kamila, Rasheed, dan Emery dengan pendamping Cynthia.
Seluruh proses penelitian dilakukan melalui pendampingan intensif guru-guru MIN 4 Jakarta Selatan, mulai dari penyusunan ide, pelaksanaan penelitian, hingga penyempurnaan presentasi ilmiah sebelum tampil di kompetisi internasional.
Melalui inovasi tersebut, para siswa menunjukkan bahwa limbah organik dapat diolah menjadi media edukasi yang menarik, ramah lingkungan, sekaligus bermanfaat untuk meningkatkan minat belajar sains pada anak-anak.
Baca Juga: SPP SMA-SMK Negeri di Jabar Bakal Berlaku Lagi? Wacana Dibahas Pansus DPRD, Begini Kata Dedi Mulyadi
Kepala Madrasah Apresiasi Inovasi Siswa
Kepala MIN 4 Jakarta Selatan, Hery Purnawan, menilai penelitian tersebut mencerminkan kepedulian peserta didik terhadap persoalan lingkungan yang dipadukan dengan solusi nyata di bidang pendidikan.
"Kami terus mendorong peserta didik untuk melihat setiap persoalan sebagai peluang melahirkan inovasi.
Karya Tim Lemon-Blast membuktikan bahwa limbah dapat diolah menjadi media edukasi yang bermanfaat sekaligus mengajarkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan," ujarnya.
Menurut Hery, inovasi seperti ini menunjukkan bahwa pembelajaran tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga mampu melahirkan solusi kreatif terhadap berbagai tantangan di sekitar.
Proses Penelitian Bentuk Karakter Siswa
Guru pendamping, Cynthia Ardiyani, mengatakan proses penelitian memberikan pengalaman belajar yang sangat berharga bagi seluruh anggota tim.
"Mereka belajar mengamati, mencoba, memperbaiki, hingga menyampaikan hasil penelitian secara ilmiah. Pengalaman tersebut jauh lebih berharga karena membentuk karakter pantang menyerah dan rasa percaya diri," katanya.
Ia menilai pengalaman mengikuti kompetisi riset internasional tidak hanya mengasah kemampuan akademik, tetapi juga melatih komunikasi ilmiah, kerja sama tim, serta keberanian menyampaikan gagasan di hadapan para juri.
Lengkapi Tiga Medali Emas MIN 4 Jakarta Selatan
Keberhasilan Tim Lemon-Blast semakin melengkapi prestasi MIN 4 Jakarta Selatan pada ajang IICYMS 2026.
Gold Medal yang diraih menjadi bagian dari tiga medali emas yang berhasil dibawa pulang madrasah tersebut dari kompetisi internasional itu. ***




