POJOKSATU.ID - Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) terus memperkuat perannya dalam melindungi kelompok rentan melalui program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI).

Program ini menjadi salah satu pendekatan utama negara dalam memberikan perhatian menyeluruh, tidak hanya berupa bantuan material, tetapi juga pendampingan sosial yang berkelanjutan.

ATENSI dirancang sebagai program rehabilitasi sosial terpadu yang menyasar berbagai kelompok rentan, mulai dari anak, penyandang disabilitas, lanjut usia, hingga kelompok rentan lainnya yang membutuhkan intervensi sosial.

Melalui ATENSI, pemerintah berupaya menjawab persoalan sosial secara lebih komprehensif dan berorientasi pada pemulihan fungsi sosial penerima manfaat.

Baca Juga: Lebih dari 700 Ribu Peserta PKH Graduasi di 2025, Begini Target Pemberdayaan Pemerintah 2026

Salah satu bentuk nyata ATENSI adalah pemberian bantuan pemenuhan kebutuhan dasar.

Bantuan ini mencakup kebutuhan pangan, sandang, alat bantu, hingga dukungan biaya kesehatan.

Kemensos menyalurkan bantuan tersebut secara selektif berdasarkan asesmen kebutuhan agar tepat sasaran dan sesuai kondisi penerima.

Selain bantuan dasar, ATENSI juga mencakup layanan rehabilitasi sosial.

Baca Juga: Penerima BLT Kesra 2025 Capai 33,2 Juta, Berapa Target Pemerintah di 2026?

Penerima manfaat mendapatkan pendampingan psikososial, bimbingan sosial, serta penguatan mental dan emosional.

Pendekatan ini dinilai penting, terutama bagi anak-anak, lansia terlantar, serta penyandang disabilitas yang membutuhkan dukungan lebih dari sekadar bantuan finansial.

Kemensos juga menjalankan ATENSI dalam bentuk pemberdayaan ekonomi.

Program ini mendorong penerima manfaat agar memiliki keterampilan dan sumber penghasilan mandiri.

Bantuan usaha, pelatihan keterampilan, serta pendampingan kewirausahaan menjadi bagian dari upaya pemerintah agar masyarakat rentan dapat meningkatkan taraf hidupnya secara berkelanjutan.

Di sektor anak, ATENSI diwujudkan melalui perlindungan dan pemenuhan hak anak, termasuk akses pendidikan dan lingkungan yang aman.

Pemerintah bekerja sama dengan lembaga sosial dan pemerintah daerah untuk memastikan anak-anak rentan tidak terputus dari pendidikan dan mendapatkan pengasuhan yang layak.

Baca Juga: Donald Trump Klaim Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Tuding Jalankan Negara Narkoba

Sementara bagi lanjut usia, ATENSI diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar, layanan kesehatan, serta pendampingan sosial agar lansia tetap dapat hidup dengan layak dan bermartabat.

Bagi penyandang disabilitas, program ini menyediakan alat bantu, aksesibilitas, serta pelatihan agar mereka dapat lebih mandiri dan berdaya.

Pendekatan ATENSI juga menekankan kolaborasi lintas sektor.

Kemensos menggandeng pemerintah daerah, lembaga kesejahteraan sosial, hingga komunitas lokal untuk memastikan layanan rehabilitasi sosial berjalan efektif hingga ke tingkat akar rumput.

Baca Juga: Lebih dari 18 Juta KPM Terima BPNT Sembako, Lalu Berapa Target Penerima di 2026?

Melalui ATENSI, pemerintah ingin memastikan bahwa kehadiran negara benar-benar dirasakan oleh kelompok paling rentan.

Program ini menjadi bukti bahwa perhatian pemerintah tidak hanya diwujudkan dalam bentuk bantuan sesaat, tetapi juga melalui upaya pemulihan dan pemberdayaan jangka panjang.

Ke depan, ATENSI diharapkan terus diperkuat agar mampu menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.

Dengan pendekatan yang holistik dan berkelanjutan, ATENSI menjadi salah satu instrumen penting dalam mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.***