POJOKSATU.ID - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus mendorong penguatan karakter aparatur sipil negara (ASN) yang tidak hanya profesional, tetapi juga memiliki empati sosial tinggi.

Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut adalah program ASN Kalbar Peduli, sebuah gerakan inovatif yang digagas Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Barat.

Program ini menjadi bagian penting dari upaya membangun ASN yang humanis, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik.

 

ASN Kalbar Peduli, Gerakan Kepedulian Sosial ASN

ASN Kalbar Peduli merupakan gerakan yang dirancang untuk menumbuhkan kepedulian sosial di kalangan ASN.

Baca Juga: Puluhan PNS dan PPPK Dipecat Sepanjang 2025, Bolos Kerja hingga Pelanggaran Etika Berat

Program ini menempatkan ASN tidak hanya sebagai pelaksana kebijakan, tetapi juga sebagai pribadi yang peka terhadap kondisi sosial masyarakat.

Gerakan ini tercermin melalui berbagai aksi nyata, salah satunya pemberian santunan kepada anak yatim piatu yang digelar di Aula Garuda, Kantor Gubernur Kalimantan Barat.

 

Aksi Nyata Bersama Wakil Gubernur

Dalam kegiatan tersebut, Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, hadir bersama jajaran ASN dan menyerahkan bantuan langsung kepada 10 anak yatim piatu.

Bantuan yang diberikan berupa perlengkapan sekolah serta sejumlah uang tunai.

Baca Juga: Mulai 2026, Pemerintah Pastikan Kebutuhan Guru Dipenuhi Lewat CPNS, Simak Penjelasannya

Kegiatan ini menjadi simbol bahwa ASN Kalbar tidak hanya hadir di balik meja birokrasi, tetapi juga turun langsung menyentuh masyarakat yang membutuhkan.

 

BPSDM Kalbar Dorong ASN Berempati

Kepala BPSDM Kalimantan Barat, Windy Prihastari, menegaskan bahwa ASN Kalbar Peduli bukan sekadar kegiatan seremonial.

Menurutnya, program ini bertujuan membentuk ASN yang memiliki empati tinggi dan kepekaan sosial.

Ia menilai empati merupakan nilai penting dalam kepemimpinan humanis, terutama bagi ASN yang setiap hari bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

 

Selaras dengan Nilai Kepemimpinan LEADER

Program ASN Kalbar Peduli juga sejalan dengan konsep kepemimpinan LEADER, di mana salah satu nilai utamanya adalah Empathy.

Baca Juga: Kabar Baik Guru Honorer, Insentif 2026 Naik, tapi Tenaga Administrasi Juga Harus Diperhatikan

Nilai ini menekankan kemampuan memahami, merasakan, dan peduli terhadap kondisi orang lain sebagai bagian dari tanggung jawab moral seorang pemimpin.

Dengan pendekatan ini, ASN diharapkan mampu mengambil kebijakan dan keputusan yang lebih berpihak pada kemanusiaan dan kepentingan publik.

 

Komitmen BPSDM Bangun ASN Humanis

BPSDM Kalbar secara konsisten mengembangkan berbagai program untuk memperkuat kapasitas dan karakter ASN.

Visi yang diusung adalah menciptakan ASN yang profesional, humanis, berintegritas, serta memiliki orientasi pelayanan publik yang kuat.

Baca Juga: Skema Baru 2026, Gaji dan Tunjangan Profesi Guru PNS hingga PPPK Paruh Waktu Diatur Ulang

Selain ASN Kalbar Peduli, BPSDM Kalbar juga mempersiapkan diri sebagai penyelenggara Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II.

Sebagai bagian dari peningkatan kompetensi ASN di daerah.

 

Kepemimpinan ASN yang Menyentuh Masyarakat

Pendekatan kepemimpinan humanis yang dikembangkan BPSDM Kalbar tidak berhenti pada aspek internal birokrasi.

Program-program yang dijalankan diarahkan agar ASN terlibat langsung dalam aktivitas sosial dan menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.

ASN diharapkan mampu menunjukkan bahwa pelayanan publik bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan panggilan moral untuk memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Baca Juga: THR PPPK Paruh Waktu 2026 Tak Seragam, Nominal Disesuaikan Daerah Masing-masing, Ini Penjelasannya

Program ASN Kalbar Peduli menjadi bukti bahwa penguatan karakter ASN yang humanis dapat diwujudkan melalui aksi nyata.

Dengan menanamkan nilai empati dan kepedulian sosial, ASN Kalbar diharapkan menjadi pelayan publik yang profesional sekaligus dekat dengan masyarakat.***