POJOKSATU.id — Tahun 2026 akan menjadi momen menarik bagi pengamat langit dan pencinta astronomi.

Sepanjang tahun, Bulan akan menampilkan 13 kali fase purnama, dengan sejumlah fenomena istimewa di antaranya tiga supermoon, satu Blue Moon, serta dua gerhana bulan.

Salah satu gerhana tersebut bahkan berjenis gerhana bulan total yang dikenal luas sebagai Blood Moon.

Baca Juga: Dibuka 2–9 Januari 2026, Ini Daftar Jemaah Berhak Lunas Biaya Haji Tahap Kedua

Walau purnama bukan fase ideal untuk mengamati detail permukaan Bulan, kehadirannya tetap menjadi tontonan langit yang memikat.

Daya tariknya semakin kuat ketika purnama bertepatan dengan peristiwa langka seperti supermoon atau gerhana bulan.

Berikut rangkaian lengkap purnama yang akan mewarnai langit sepanjang tahun 2026.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Buka Suara soal Gaji ASN 2026, Tunggu Evaluasi Fiskal Kuartal I

Purnama pertama tahun ini jatuh pada 3 Januari 2026 dan dikenal sebagai Wolf Moon. Fase puncaknya terjadi pada pukul 17.02 WIB.

Wolf Moon termasuk dalam kategori supermoon karena posisi Bulan berada sangat dekat dengan Bumi atau perigee sehingga terlihat lebih besar dan bercahaya dibandingkan purnama biasa.

Selanjutnya, Snow Moon hadir pada 2 Februari 2026 dengan puncak purnama pada 05.09 WIB.

Baca Juga: Gen Z Wajib Tahu! Ini Literasi Keuangan Penting agar Tak Terjebak Utang dan Gaya Hidup

Penamaan Snow Moon berasal dari tradisi di belahan Bumi utara yang mengaitkan periode ini dengan musim dingin yang identik dengan hujan salju.

Memasuki bulan Maret, purnama Worm Moon terjadi pada 3 Maret 2026 pukul 18.37 WIB.

Purnama ini menjadi perhatian khusus karena bertepatan dengan gerhana bulan total.

Fase total gerhana berlangsung sekitar 58 menit, yakni dari 18.04 hingga 19.02 WIB.

Pada periode tersebut, Bulan akan sepenuhnya memasuki bayangan inti Bumi dan berubah warna menjadi merah-oranye, menciptakan fenomena yang dikenal sebagai Blood Moon.

Baca Juga: Gunungan Sampah Bantargebang Terus Meninggi, Ini Dampak Serius dan Solusi yang Harus Dilakukan

Peristiwa ini dapat disaksikan dari wilayah Asia Pasifik hingga Amerika Utara bagian barat.

Pada 2 April 2026, langit malam akan dihiasi Pink Moon dengan puncak fase pada 09.11 WIB.

Meski namanya Pink Moon, Bulan tidak benar-benar berwarna merah muda. Istilah ini merujuk pada mekarnya bunga musim semi di Amerika Utara.

Berikutnya, Flower Moon muncul pada 2 Mei 2026 dengan puncak purnama pada 00.23 WIB.

Baca Juga: Resmi! Pemutihan Pajak Kendaraan di Aceh Berlaku hingga 30 April 2026, Ini Ketentuannya

Nama Flower Moon melambangkan periode ketika bunga-bunga bermekaran di belahan Bumi utara.

Fenomena menarik kembali terjadi pada 31 Mei 2026 dengan hadirnya Blue Moon pada pukul 15.45 WIB.

Blue Moon merupakan sebutan untuk purnama kedua yang terjadi dalam satu bulan kalender, bukan karena perubahan warna Bulan.

Baca Juga: NRG Belum Terbit di Info GTK 2026? Ini Penyebab Utamanya, Alur Data di Pusdatin, dan Langkah Aman yang Harus Dilakukan Guru

Memasuki pertengahan tahun, Strawberry Moon berlangsung pada Selasa 30 Juni 2026 dengan puncak fase pada 06.56 WIB.

Purnama ini tergolong micromoon, karena Bulan berada di titik terjauh dari Bumi atau apogee, sehingga tampak lebih kecil dari biasanya.

Pada 29 Juli 2026, giliran Buck Moon yang muncul dengan puncak purnama pada 21.35 WIB.

Nama Buck Moon berasal dari tradisi penduduk asli Amerika yang menandai masa pertumbuhan tanduk rusa jantan.

Baca Juga: Pemerintah Ungkap Alasan Gaji PNS Januari 2026 Cair Bertahap di Awal Tahun Anggaran, Ini Penjelasannya

Purnama Sturgeon Moon terjadi pada 28 Agustus 2026 pukul 11.18 WIB. Pada waktu yang sama, juga berlangsung gerhana bulan sebagian.

Sekitar 96 persen permukaan Bulan akan memasuki bayangan umbra Bumi.

Puncak gerhana terjadi pada 11.12 WIB dan dapat diamati dari wilayah Amerika, Eropa, dan Afrika.

Selanjutnya, Harvest Moon hadir pada Sabtu 26 September 2026 dengan puncak purnama pada 23.49 WIB.

Baca Juga: Penjajahan Baru, Donald Trump akan Kelola Negara Venezuela Sampai Pemerintahan Transisi

Purnama ini dikenal sebagai purnama yang jatuh paling dekat dengan ekuinoks September, dan secara tradisional dikaitkan dengan musim panen.

Pada Senin 26 Oktober 2026, Hunter’s Moon akan menghiasi langit dengan puncak fase pada 11.11 WIB.

Secara tradisional, purnama ini menandai waktu berburu sebelum datangnya musim dingin di belahan Bumi utara.

Menjelang akhir tahun, Beaver Moon muncul pada Selasa 24 November 2026 pukul 21.53 WIB.

Baca Juga: Heboh! Menteri ESDM Bahlil Tegas Nyatakan Siap Perang Lawan Mafia Tambang Demi Memajukan Ekonomi Masyarakat

Purnama ini kembali tergolong supermoon karena Bulan berada dekat dengan perigee.

Rangkaian purnama 2026 ditutup oleh Cold Moon yang terjadi pada Kamis 24 Desember 2026 dengan puncak fase pada 08.28 WIB.

Sama seperti Beaver Moon, Cold Moon juga termasuk supermoon, sekaligus menjadi penutup deretan fenomena Bulan sepanjang tahun 2026.***