POJOKSATU.ID - Menteri Sosial menegaskan bahwa penyaluran bantuan sosial tidak boleh berhenti hanya pada tahap pemberian dana semata.

Fokus utama pemerintah saat ini adalah mendorong keluarga penerima manfaat agar mampu mencapai taraf kesejahteraan yang lebih baik.

Intervensi pemerintah diarahkan untuk menjadi instrumen pemberdayaan yang mampu memicu kemandirian ekonomi masyarakat luas.

Oleh karena itu, bantuan yang diterima warga harus diikuti dengan langkah-langkah pembinaan yang berkelanjutan dan produktif.

Baca Juga: Kemensos Dorong Kolaborasi Desa Hingga RT untuk Pemutakhiran Data Kemiskinan Agar Bansos Tepat Sasaran

Visi kemandirian ini juga berkaitan erat dengan pembangunan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini di berbagai daerah.

Hal tersebut tercermin dalam acara kolaborasi program prioritas presiden yang berlangsung di Kota Bandar Lampung baru-baru ini.

Dalam kesempatan tersebut, terlihat antusiasme siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi yang menunjukkan kemampuan luar biasa dalam bidang pendidikan.

Penampilan pidato dalam bahasa asing dan metode pengajaran matematika interaktif menjadi bukti nyata hasil pembinaan program tersebut.

Baca Juga: Upaya Kemensos Menjamin Bansos Tepat Sasaran dengan Sistem Desil dalam DTSEN!

Semangat pemberdayaan ini diharapkan mampu memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kompetensi generasi muda dan orang tua.

Kerja sama antara kementerian, pemerintah daerah, dan pilar-pilar sosial menjadi mesin penggerak utama dalam mewujudkan masyarakat mandiri.

Gus Ipul optimistis bahwa dengan pembinaan yang tepat, para penerima manfaat bantuan dapat segera keluar dari garis kemiskinan.

Pemerintah berkomitmen terus mendampingi masyarakat hingga mereka tidak lagi bergantung pada intervensi bantuan sosial dari negara.

Sehingga Menjadi Langkah Strategis Kemensos dalam Pengentasan Kemiskinan dengan Targetkan KPM Mandiri Secara Ekonomi***