POJOKSATU.id, SEBANYAK lebih dari 33 ribu guru mata pelajaran (Mapel) Umum Kementerian Agama (Kemenag) resmi mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan (Daljab) Batch II Tahun 2025, Rabu, 2 Juli.
Dilansir dari laman resmi Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag, Ketua Panitia Nasional PPG, Thobib Al-Asyhar, menjelaskan, bahwa PPG 2025 adalah terobosan besar dalam sejarah pendidikan guru.
Pasalnya, PPG telah mengandalkan platform Learning Management System (LMS) dan pembelajaran daring.
Dan, Kemenag menepis model lama yang menuntut guru menunggu antrean hingga puluhan tahun hanya untuk bisa ikut PPG.
Baca Juga: HUT Bhayangkara ke-79, Pengamat Sebut Polri Tak Hanya Penegak Hukum Tapi Ikut Usir Hama Tikus
“Ini solusi cerdas. Sistem digital membuat kita bisa menjangkau ribuan guru sekaligus, lebih hemat biaya, tanpa mengorbankan kualitas,” ujarnya saat membuka secara resmi PPG Dalam Jabatan Batch II tahun 2025.
PPG 2025 juga mengadopsi seleksi administratif sebagai bentuk afirmasi bagi guru-guru lama, serta menerapkan beban belajar 36 SKS, dengan kombinasi RPL dan pembelajaran inti.
Semua proses berlangsung tanpa tatap muka alias daring, memperkuat fleksibilitas tanpa mengurangi kedalaman materi.
Program ini juga menekankan pentingnya integritas dan nilai karakter. Peserta dilarang keras menggunakan joki, dan diharapkan mengikuti seluruh proses secara jujur dan penuh kesungguhan.
Selain itu, guru mapel umum di madrasah dituntut untuk mampu mengintegrasikan nilai keislaman ke dalam proses pembelajaran, menjadikannya berbeda dari guru di sekolah umum. Kolaborasi dengan guru mapel agama pun ditekankan guna mencetak lulusan yang unggul, moderat, dan religius.
“Kita ingin melahirkan generasi seperti Ibnu Sina, Al-Khawarizmi—yang berpikir saintifik sekaligus spiritual. Dan itu butuh guru luar biasa,” ujar Thobib.
Lebih dari sekadar pelatihan teknis, PPG ini diposisikan sebagai ruang transformasi diri.
Guru diharapkan menjadi pendidik sejati—bukan hanya pengajar, tetapi juga agen perubahan peradaban.
Baca Juga: TNI AL Tangkap KM Meneer Pembawa 20 Ton Solar Ilegal di Perairan Batam Kepulauan Riau
“Sentuhan pribadi guru tak bisa digantikan teknologi. Karena itu, guru harus terus belajar, rendah hati, dan mampu beradaptasi di tengah perubahan zaman,” pungkas Thobib.
Sementara itu, Sekretaris Panitia Nasional PPG, Fathu Yasik, program ini difokuskan pada guru mata pelajaran umum dan melibatkan 14 LPTK mitra dari perguruan tinggi binaan Kemendikbudristek seperti UNJ, UPI, UNY, Unesa, UNM, hingga UNNES.
Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:
Untuk mendapatkan artikel melalui saluran Whatsapp Pojoksatu.id bisa klik link di bawah ini:
Jumlah peserta PPG dari madrasah mencapai 32.923 guru, ditambah guru dari Bimas Kristen (961), Katolik (42), dan Hindu (262) yang juga ikut serta.
“PPG ini bukan sekadar pelatihan, tapi momentum perubahan. Guru didorong menjadi pembelajar sejati yang mandiri dan bertanggung jawab penuh atas peningkatan kompetensinya,” tuturnya. ***



