POJOKSATU.id, PANYABUNGAN— Demo massa HMI Cabang Madina soal kisruh PPPK guru 2023 yang kedua kali, Rabu (17/1/2024) kembali gagal menemui Bupati Mandailing Natal (Madina) Jafar Sukhairi Nasution.
Tak terasa sudah dua minggu lebih Bupati Madina Jafar Sukhairi Nasution tak berada di kantornya di Perkantoran Pemkab Payaloting, Kota Panyabungan.
Sebelumnya, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Madina juga menggelar demo di depan Kantor Bupati Madina di Komplek Perkantoran Payaloting, Jumat (5/1/2024) lalu.
Baca Juga: Uchok Sky Khadafi Minta Poldasu Periksa Bupati Madina, Dugaan Suap Tak Mungkin Tersangkanya Satu
Berdasarkan data Pojoksatu.id, sejak tanggal 4 Januari 2024, Bupati Madina sudah berada di luar Kota Panyabungan.
Menurut penjelasan Asisten II Pemkab Madina, dr Syarifuddin Nasution, kepada massa HMI yang demo, Rabu siang (17/1), Bupati Madina sedang berada di luar kota.
Namun Syarifuddin tak menjelaskan luar kotanya dimana kepada massa mahasiswa pendemo ini.
Baca Juga: Petinggi HIKMA Sumut Sebut Pejabat Tinggi Madina Diduga Terima Setoran Miliaran dari Suap PPPK 2023
Puluhan massa HMI Cabang Madina melakukan jalan kaki dari kantor Sekretariat Cabang HMI menuju kantor Bupati Madina.
Massa HMI ini dikomandoi Sonjaya Rangkuti dan Zainul Arifin.
Massa HMI Cabang Madina menegaskan bahwa situasi Kabupaten Madina dalam sektor pendidikan sedang carut marut.
HMI merespons sekaligus mengkritik atas dugaan adanya kecurangan dan pungli terhadap seleksi PPPK guru tahun 2023 di Kabupaten Madina.
Dalam orasinya, mahasiswa menyampaikan kedatangan mereka yang kedua kalinya tersebut untuk kembali memperjuangkan aspirasi guru-guru yang terzalimi atas hasil seleksi PPPK 2023.
Baca Juga: Hak Jawab Bupati Madina Terkait Dimintai Keterangan di Polda Sumut pada Kamis Lalu
“Tatap mata kami, lihatlah wajah guru-guru kami yang terzalimi, padahal jelas guru telah memberikan yang terbaik untuk kita, namun ironisnya mereka diperlakukan seperti ini. Sudahlah Pak Bupati, batalkan nilai SKTT, “ujar salah satu orator aksi di depan kantor bupati.
HMI Cabang Madina menekankan agar Pemkab Madina serius dalam menyikapi persoalan seleksi PPPK 2023 guru yang diduga kuat ada kecurangan.
HMI Madina juga meminta Bupati Madina agar segera merevisi kembali pengumuman nomor :810/2642/BKPSDM/2023 karena ujian SKTT diduga ada indikasi kecurangan.
Baca Juga: Kadis Pendidikan Madina Resmi Tersangka dan Ditahan Dugaan Suap PPPK 2023
Mereka juga meminta agar oknum-oknum yang diduga terlibat dalam dugaan kecurangan seleksi PPPK 2023 harus dibawa ke ranah hukum dan dicopot dari jabatannya.
Aksi demo HMI Cabang Madina yang kedua kali ini terlihat ditemui oleh Asisten II dr Syarifuddin Nasution.
Dan terlihat debat dan tanya jawab karena massa aksi ingin bertemu dengan Bupati Madina Jafar Sukhairi Nasution.
Sementara Bupati Madina berdasarkan informasi dari Asisten II, sedang berada di luar kota.
Massa aksi lalu meminta bertemu dengan Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution, akan tetapi jawaban Asisten II, wakil tak berada di kantor. Sedang ada acara di suatu tempat di Kota Panyabungan.***




