POJOKSATU.id - Latihan Soal OSN Final Geografi 2026 ini ditujukan untuk peserta jenjang pendidikan menengah, yakni SMA/MA/SMK/MAK/sederajat, bukan hanya siswa SMA.

Hal tersebut sesuai dengan cakupan resmi OSN 2026. Kemendikdasmen menyebut cabang OSN jenjang pendidikan menengah meliputi Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Informatika/Komputer, Astronomi, Ekonomi, Kebumian, dan Geografi untuk SMA/MA/SMK/MAK/sederajat.

Dengan demikian, soal Geografi dalam artikel ini dapat digunakan sebagai latihan persiapan OSN Geografi bagi siswa SMA, MA, SMK, MAK, dan satuan pendidikan sederajat yang mengikuti seleksi OSN jenjang pendidikan menengah.

Kumpulan Soal Olimpiade Sains Nasional dari Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) menunjukkan karakter soal Geografi yang cukup beragam. 

Baca Juga: Mengunjungi RSUD Ende Pasca-gempa, Pasien Dirawat di Tenda, Tenaga Kesehatan Mulai Kelelahan

Materinya mencakup perpetaan dan analisis data spasial, hidrologi, tanah, pariwisata, geografi pembangunan, teori keruangan, geografi kota, peremajaan kota, perencanaan kota, hingga geografi budaya.

Panduan OSN 2026 juga mencantumkan lingkup Geografi yang lebih luas, antara lain iklim dan perubahan iklim, kebencanaan, sumber daya, pembangunan berkelanjutan, geologi dan geomorfologi, pertanian, kependudukan, ekonomi dan globalisasi, pembangunan dan ketimpangan spasial, perkotaan, pariwisata, budaya, serta perpetaan dan interpretasi informasi geospasial.

Karakter soal Geografi juga menuntut kemampuan pemetaan, penyelidikan (inquiry), serta pembacaan, analisis, dan interpretasi data grafis. 

Untuk tes praktik, peserta dituntut mampu melakukan pengamatan, pemetaan, pengambilan data, analisis masalah keruangan, hingga menyusun solusi perencanaan ruang.

Baca Juga: Mengenal Hotspot Karhutla, Titik Panas yang Dipantau Lewat Satelit

Soal berikut merupakan soal latihan yang dikembangkan dan dimodifikasi dari konsep, materi, dan karakter soal dalam dokumen Puspresnas.

OSN Final 2026 Diikuti Peserta SMA/MA/SMK/MAK/Sederajat

OSN Final 2026 merupakan tahap nasional untuk jenjang pendidikan menengah yang mencakup SMA/MA/SMK/MAK/sederajat. 

Untuk cabang Geografi, peserta tidak hanya dituntut memahami teori. Panduan OSN 2026 secara khusus mencantumkan kemampuan pemetaan, inquiry, analisis data grafis, serta kemampuan praktik lapangan sebagai bagian dari kompetensi yang diperlukan. 

Final OSN 2026 Digelar 14-20 September

Final OSN 2026 dilaksanakan secara luring pada 14-20 September 2026, dengan setiap cabang diikuti 60 peserta terbaik hasil seleksi semifinal. 

Untuk peserta Geografi, karakter kompetisinya perlu dipersiapkan secara lebih luas karena materi mencakup aspek fisik dan manusia sekaligus kemampuan mengolah informasi spasial.

Baca Juga: Gempa NTT Terus Mengguncang, Jumlah Pengungsi Bertambah Jadi 110.785 Orang

Rangkaian kegiatan final meliputi kedatangan dan registrasi pada 14 September, pembukaan dan technical meeting pada 15 September, tes pada 16-17 September, kegiatan Bina Talenta Indonesia pada 18 September, acara mandiri dan penutupan pada 19 September, kemudian kepulangan pada 20 September 2026.

Dengan demikian, Latihan Soal OSN Final Geografi berikut relevan bagi peserta dari SMA, MA, SMK, MAK maupun satuan pendidikan sederajat.

Soal OSN Geografi

Soal Nomor 1

Sebuah peta memiliki skala 1 : 50.000. Pada peta tersebut, jarak antara dua lokasi adalah 6 cm.

Jarak sebenarnya antara kedua lokasi tersebut adalah ...

A. 0,3 km
B. 3 km
C. 30 km
D. 300 km
E. 3.000 km

Pembahasan

Skala 1 : 50.000 berarti setiap 1 cm pada peta mewakili 50.000 cm di lapangan.

Jarak sebenarnya:

6 × 50.000 = 300.000 cm

Konversi ke kilometer:

300.000 cm = 3 km

Jadi, jarak sebenarnya antara kedua lokasi adalah 3 km.

Baca Juga: Lowongan BTN 2026 Dibuka untuk Profesional IT dan Keamanan Siber, Cek Syarat dan Cara Daftar

Soal Nomor 2

Dalam sebuah peta digital, pengguna melakukan zoom sebesar dua kali terhadap peta yang sebelumnya telah dibuat. Informasi yang paling perlu diperhatikan agar interpretasi data spasial tidak keliru adalah ...

A. Warna layar komputer

B. Perubahan proporsi simbol dan teks terhadap skala

C. Arah utara selalu berubah

D. Koordinat geografis otomatis hilang

E. Semua data atribut menjadi tidak valid

Pembahasan

Pembesaran peta dapat menyebabkan simbol dan teks yang sebelumnya dirancang untuk skala tertentu menjadi tidak proporsional terhadap tampilan peta.

Dalam praktik kartografi, perubahan skala harus diperhatikan karena dapat memengaruhi keterbacaan dan interpretasi informasi tematik.

Baca Juga: Jakarta Job Fair 2026 Digelar 27-28 Agustus, Buka Ribuan Lowongan Kerja dan Gratis untuk Umum

Soal Nomor 3

Sebuah wilayah memiliki koordinat dua titik:

Titik A = (2, 3)

Titik B = (8, 11)

Jika jarak dihitung menggunakan konsep jarak Euclidean, nilai jarak antara kedua titik tersebut adalah ...

A. 6
B. 8
C. 10
D. 12
E. 14

Pembahasan

Rumus jarak Euclidean:

d = √[(x₂ − x₁)² + (y₂ − y₁)²]

Maka:

d = √[(8 − 2)² + (11 − 3)²]

d = √[6² + 8²]

d = √100

d = 10

Jadi, jarak kedua titik adalah 10 satuan.

Baca Juga: Cek Uang Saku MagangHub Kemnaker 2026 Tiap Daerah, di Seluruh Jawa dan Sumatera, Paling Besar di Daerah Ini

Soal Nomor 4

Empat titik koordinat membentuk sebuah poligon:

A(0,0), B(4,0), C(4,3), dan D(0,3).

Luas poligon tersebut adalah ...

A. 6 satuan²
B. 8 satuan²
C. 10 satuan²
D. 12 satuan²
E. 14 satuan²

Pembahasan

Poligon tersebut berbentuk persegi panjang dengan panjang 4 dan lebar 3.

Luas:

A = 4 × 3

A = 12 satuan²

Jadi, luas poligon adalah 12 satuan².

Kemampuan menghitung luas poligon berdasarkan koordinat merupakan bagian dari kompetensi praktik Geografi.

Baca Juga: MagangHub Kemnaker 2026 Batch 2 Angkatan 2 Dibuka September, Cek Jadwal, Syarat dan Cara Daftar

Soal Nomor 5

Sebuah DAS memiliki luas 0,676 km². Jarak horizontal dari outlet menuju titik terjauh adalah 1.200 meter dan jarak vertikalnya 500 meter.

Jika panjang DAS dihitung sebagai jarak garis lurus, nilai panjang DAS yang paling mendekati adalah ...

A. 1,20 km
B. 1,30 km
C. 1,40 km
D. 1,70 km
E. 2,00 km

Pembahasan

Gunakan teorema Pythagoras:

Lb = √(1.200² + 500²)

Lb = √1.690.000

Lb ≈ 1.300 meter

atau:

Lb ≈ 1,30 km

Jadi, panjang DAS sekitar 1,30 km.

Baca Juga: Ruben Onsu Buka Suara soal Dugaan Penipuan Rp3,5 Miliar, Berharap Kasusnya Tak Dimanfaatkan untuk Menutupi Isu Nasional

Soal Nomor 6

Berdasarkan data pada soal sebelumnya, diketahui luas DAS adalah 0,676 km² dan panjang DAS sekitar 1,30 km.

Form Factor dihitung menggunakan:

Ff = A / Lb²

Nilai Ff yang paling mendekati adalah ...

A. 0,23
B. 0,40
C. 0,52
D. 0,57
E. 2,50

Pembahasan

Masukkan data:

Ff = 0,676 / (1,30²)

Ff = 0,676 / 1,69

Ff ≈ 0,40

Jadi, nilai Form Factor adalah sekitar 0,40.

Form Factor digunakan untuk menggambarkan bentuk DAS dan berkaitan dengan karakteristik respons aliran.

Baca Juga: Unsoed Buka Suara Kasus OTT KPK, BEM Kawal Proses Hukum, Aliansi Soedirman Melawan Gelar Aksi

Soal Nomor 7

Sebuah sungai memiliki penampang saluran berbentuk persegi panjang dengan lebar 4 meter dan kedalaman air 1,5 meter. Kecepatan rata-rata aliran adalah 2 m/s.

Debit sungai tersebut adalah ...

A. 3 m³/s
B. 6 m³/s
C. 8 m³/s
D. 10 m³/s
E. 12 m³/s

Pembahasan

Luas penampang:

A = lebar × kedalaman

A = 4 × 1,5

A = 6 m²

Debit:

Q = A × V

Q = 6 × 2

Q = 12 m³/s

Jadi, debit sungai adalah 12 m³/s.

Baca Juga: BNPT dan LPSK Hadir Dampingi Penyintas Terorisme Bangkit, Ubah Trauma Menjadi Ketangguhan

Soal Nomor 8

Dua pengukuran debit menghasilkan debit teoritis 20 m³/s dan debit aktual 18 m³/s.

Nilai error relatif pengukuran tersebut adalah ...

A. 2%
B. 5%
C. 10%
D. 15%
E. 20%

Pembahasan

Error relatif:

Error = |20 − 18| / 20 × 100%

Error = 2 / 20 × 100%

Error = 10%

Jadi, error relatifnya adalah 10%.

Baca Juga: Geger Gowa

Soal Nomor 9

Sebuah wilayah memiliki tanah berwarna sangat gelap dengan kandungan bahan organik tinggi. Berdasarkan karakteristik tersebut, kondisi tanah yang paling mungkin adalah ...

A. Kandungan bahan organik relatif tinggi

B. Tidak mengalami proses pedogenesis

C. Selalu memiliki pH sangat rendah

D. Tidak mampu menyimpan air

E. Tidak dapat digunakan untuk pertanian

Pembahasan

Warna tanah dapat memberikan informasi mengenai kondisi dan kandungan bahan organik. Warna yang lebih gelap sering berkaitan dengan kandungan bahan organik yang relatif tinggi.

Namun, warna tanah saja tidak cukup untuk menentukan seluruh karakteristik kesuburan tanah.

Baca Juga: Masuk Desil 10 DTSEN Bukan Berarti Otomatis Kaya, Ini Penjelasan BPS

Soal Nomor 10

Suatu wilayah mengalami hujan deras setelah periode kekeringan panjang. Permukaan tanah telah banyak mengalami pemadatan akibat aktivitas manusia.

Dampak yang paling mungkin terjadi adalah ...

A. Infiltrasi meningkat tajam

B. Limpasan permukaan meningkat

C. Evaporasi menjadi nol

D. Air tanah langsung bertambah maksimum

E. Erosi pasti tidak terjadi

Pembahasan

Pemadatan tanah mengurangi ruang pori yang dapat dilalui air. Akibatnya kemampuan infiltrasi cenderung menurun.

Ketika hujan deras terjadi, sebagian air lebih banyak mengalir di permukaan sebagai runoff. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko erosi dan banjir.

Baca Juga: Ramayana Siap Tayang di Indonesia, Film India Termahal dengan Budget hingga Rp3,9 Triliun

Soal Nomor 11

Sebuah kota mengalami pertumbuhan penduduk yang cepat diikuti pembangunan permukiman pada wilayah pinggiran. 

Fenomena tersebut menyebabkan kawasan terbangun meluas menjauhi pusat kota.

Fenomena tersebut paling tepat disebut ...

A. Urban sprawl

B. Ruralisasi

C. Reurbanisasi

D. Suburbanisasi terbalik

E. Deindustrialisasi

Pembahasan

Urban sprawl merupakan perluasan kawasan terbangun secara menyebar ke wilayah pinggiran kota.

Fenomena tersebut dapat menyebabkan perubahan penggunaan lahan, peningkatan kebutuhan transportasi, serta perubahan pola interaksi antara pusat kota dan wilayah sekitarnya.

Baca Juga: Uang Palsu Kualitas Grade A Sebanyak Rp36 Miliar Disita dari Taman Tekno BSD Tangsel

Soal Nomor 12

Sebuah kawasan perkotaan memiliki banyak blok permukiman yang dikategorikan sebagai kualitas rendah, sementara jumlah blok berkualitas tinggi relatif sedikit.

Indikator sederhana yang paling tepat untuk membandingkan ketimpangan spasial tersebut adalah ...

A. Rasio blok berkualitas rendah terhadap blok berkualitas tinggi

B. Rasio luas kota terhadap jumlah penduduk

C. Selisih suhu siang dan malam

D. Rasio panjang jalan terhadap sungai

E. Persentase wilayah administratif

Pembahasan

Rasio jumlah blok berkualitas rendah terhadap blok berkualitas tinggi dapat digunakan sebagai indikator sederhana untuk melihat dominasi area berkualitas rendah.

Semakin besar rasio tersebut, semakin kuat dominasi blok berkualitas rendah dibandingkan blok berkualitas tinggi.

Baca Juga: Tiba di Kalbar, Prabowo Langsung Bahas Karhutla dan Rencana Operasi Modifikasi Cuaca

Soal Nomor 13

Pemerintah suatu provinsi ingin mengurangi kesenjangan antara wilayah yang memiliki PDRB per kapita sangat tinggi dan wilayah lain yang jauh lebih rendah.

Indikator yang dapat digunakan untuk mengukur ketimpangan regional berdasarkan PDRB per kapita dan distribusi penduduk adalah ...

A. Indeks Williamson

B. Indeks UV

C. Indeks vegetasi

D. Koefisien runoff

E. Indeks kekasaran permukaan

Pembahasan

Indeks Williamson dapat digunakan untuk mengukur ketimpangan pembangunan antarwilayah dengan mempertimbangkan perbedaan PDRB per kapita dan jumlah penduduk.

Baca Juga: Sempat Hilang Misterius Sejak Siang, Pemuda Patrang Ditemukan Meninggal Tenggelam di Sungai Gladak Kembar Jember

Soal Nomor 14

Wilayah A memiliki PDRB per kapita Rp80 juta, sedangkan Wilayah B memiliki PDRB per kapita Rp20 juta. 

Pemerintah membangun infrastruktur yang meningkatkan PDRB per kapita Wilayah B menjadi Rp50 juta.

Dampak yang paling mungkin terhadap kesenjangan ekonomi antara kedua wilayah adalah ...

A. Kesenjangan meningkat

B. Kesenjangan menurun

C. Kesenjangan tidak berubah

D. Wilayah A otomatis menjadi miskin

E. PDRB Wilayah A pasti turun

Pembahasan

Sebelum pembangunan:

80 − 20 = Rp60 juta

Setelah pembangunan:

80 − 50 = Rp30 juta

Selisih PDRB per kapita menjadi lebih kecil. Dengan asumsi faktor lain tidak berubah, kesenjangan ekonomi antara kedua wilayah menurun.

Baca Juga: Dugaan Pemerasan Ortu Calon Mahasiswa Kedokteran Unsoed Diduga Sudah Bertahun-tahun

Soal Nomor 15

Dua wilayah memiliki hubungan ekonomi yang kuat. Wilayah A merupakan pusat industri, sedangkan Wilayah B memasok tenaga kerja, bahan baku, dan jasa pendukung.

Konsep yang paling tepat untuk menjelaskan hubungan spasial tersebut adalah ...

A. Interaksi keruangan

B. Isolasi geografis

C. Konvergensi iklim

D. Fragmentasi ekologis

E. Eksklave administratif

Pembahasan

Interaksi keruangan terjadi ketika dua wilayah saling berhubungan melalui perpindahan manusia, barang, jasa, modal, maupun informasi.

Dalam kasus tersebut, hubungan industri A dengan tenaga kerja, bahan baku, dan jasa dari B menunjukkan adanya interaksi dan ketergantungan antarwilayah.

Baca Juga: TPS Padasuka Ubah 2 Ton Sampah Jadi Briket, Erwin: Masalah Sampah Selesai di Sini

Soal Nomor 16

Sebuah masyarakat pendatang membawa tradisi tertentu ke sebuah wilayah. Masyarakat lokal kemudian mengadopsi sebagian unsur tradisi tersebut, tetapi unsur budaya lama dan identitas masing-masing masih dapat dikenali.

Proses geografis budaya tersebut paling tepat disebut ...

A. Asimilasi

B. Akulturasi

C. Sinkretisme

D. Komodifikasi

E. Isolasi budaya

Pembahasan

Akulturasi terjadi ketika dua kebudayaan berinteraksi dan saling memengaruhi sehingga muncul perubahan budaya, tetapi unsur dan identitas budaya asal masih dapat dikenali.

Baca Juga: Tips Aman Berkendara di Jalan Pegunungan, Tetap CariAman

Soal Nomor 17

Sebuah komunitas wisatawan memilih destinasi yang menyediakan fasilitas hotel internasional, restoran dengan menu yang familiar, serta paket perjalanan yang sudah terorganisasi.

Berdasarkan tipologi Cohen, karakter wisatawan tersebut lebih dekat dengan kelompok ...

A. Drifter

B. Explorer

C. Individual mass tourist

D. Organized mass tourist

E. Nomad

Pembahasan

Wisatawan yang mengikuti perjalanan terorganisasi, menggunakan fasilitas yang sudah disediakan, serta cenderung mencari lingkungan yang familiar memiliki karakter organized mass tourist.

Baca Juga: Terbongkar 10 Bulan Usai Kejadian, Ini Motif Ayah Kandung Bunuh Anak Disabilitas di Merauke

Soal Nomor 18

Sebuah destinasi wisata memiliki masalah sampah, kualitas sanitasi rendah, serta risiko kecelakaan bagi wisatawan. 

Pengelola kemudian menerapkan standar kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan keberlanjutan lingkungan.

Pendekatan tersebut sesuai dengan konsep ...

A. CHSE

B. TOD

C. CBD

D. UHI

E. GIS

Pembahasan

CHSE merupakan singkatan dari Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability.

Konsep tersebut mencakup kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan keberlanjutan lingkungan dalam pengelolaan pariwisata.

Baca Juga: Lowongan Dosen S1 UMY 2026 Dibuka, Ada 4 Jurusan, Ini Syarat Lengkapnya

Soal Nomor 19

Sebuah kota mengalami peningkatan suhu permukaan yang lebih tinggi dibandingkan wilayah pedesaan di sekitarnya. 

Kondisi tersebut terutama dipengaruhi oleh dominasi permukaan beton dan aspal serta berkurangnya vegetasi.

Fenomena tersebut dikenal sebagai ...

A. Urban heat island

B. Rain shadow

C. Sea breeze

D. El Niño

E. Thermal inversion

Pembahasan

Urban heat island merupakan kondisi ketika kawasan perkotaan memiliki suhu yang relatif lebih tinggi dibandingkan wilayah sekitarnya.

Permukaan terbangun seperti beton dan aspal menyerap serta menyimpan panas, sementara berkurangnya vegetasi mengurangi efek pendinginan melalui evapotranspirasi.

Baca Juga: Latihan Soal OSN 2026 SMA Final Bidang Ekonomi, Simak 20 Soal HOTS dan Pembahasan untuk Uji Kemampuan Peserta

Soal Nomor 20

Sebuah pemerintah daerah hendak membangun jalan baru untuk menghubungkan pusat industri dengan pelabuhan. 

Terdapat lima alternatif jalur. Setiap jalur memiliki panjang dan kondisi medan berbeda.

Jika tujuan utama adalah meminimalkan biaya pengerukan, faktor yang paling penting dianalisis adalah ...

A. Jarak lurus saja

B. Volume material yang harus dikeruk pada masing-masing jalur

C. Jumlah penduduk di kota terdekat saja

D. Warna garis pada peta

E. Luas wilayah administrasi

Pembahasan

Biaya pengerukan berkaitan langsung dengan volume material yang harus dipindahkan.

Karena kedalaman dan lebar pengerukan ditentukan, jalur yang paling efisien adalah jalur dengan total volume pengerukan paling kecil, dengan tetap mempertimbangkan kondisi teknis lainnya.

Baca Juga: Latihan Soal OSN Final Biologi SMA 2026, Hadapi 10 Soal Ini untuk Menguji Kemampuan Analisis

Catatan untuk Peserta OSN Geografi

Persiapan OSN Geografi Bukan Hanya untuk Siswa SMA

Peserta yang mempersiapkan diri untuk cabang Geografi perlu memahami bahwa OSN jenjang pendidikan menengah 2026 secara resmi mencakup SMA/MA/SMK/MAK/sederajat. 

Jadi, latihan soal ini dapat digunakan oleh peserta dari seluruh satuan pendidikan tersebut. 

Panduan OSN 2026 juga menempatkan kemampuan pemetaan, inquiry, serta analisis dan interpretasi data grafis sebagai kemampuan penting dalam menyelesaikan soal Geografi. 

Untuk praktik, peserta harus mampu melakukan pengamatan, pemetaan, pengambilan data, analisis masalah keruangan, dan pemecahan masalah melalui perencanaan ruang. 

Baca Juga: Latihan Soal Final OSN Astronomi SMA 2026, 10 Soal Pilihan Ganda Lengkap dengan Pembahasan

Karena itu, peserta SMA, MA, SMK, MAK, dan sederajat yang akan menghadapi OSN Final Geografi perlu mempersiapkan diri tidak hanya dengan menghafal istilah, tetapi juga dengan membiasakan diri membaca peta, menganalisis data, melakukan perhitungan, dan menghubungkan fenomena fisik dengan aktivitas manusia.

Final OSN 2026 sendiri akan mempertemukan 60 peserta terbaik dari masing-masing cabang pada tahap nasional yang berlangsung secara luring pada 14-20 September 2026. ***