POJOKSATU.id - Persaingan menuju OSN Final Ekonomi 2026 memasuki tahap penting. Setelah rangkaian seleksi hingga semifinal, peserta yang berhasil lolos akan menghadapi kompetisi tingkat nasional.
Pada fase OSN tingkat nasional, peserta tidak hanya diuji pemahaman konsep ekonomi, tetapi juga kemampuan menghitung, membaca kasus, menganalisis kebijakan, dan mengambil kesimpulan berdasarkan data.
Dalam Buku Kumpulan Soal Olimpiade Sains Nasional yang diterbitkan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), materi Ekonomi Final OSN mencakup beragam topik, mulai dari ekonomi mikro, perilaku konsumen, struktur pasar, ketenagakerjaan, ekonomi makro, inflasi, kebijakan moneter dan fiskal, perbankan, perdagangan internasional, pertumbuhan ekonomi, hingga ekonomi lingkungan.
Baca Juga: Latihan Soal OSN Final Biologi SMA 2026, Hadapi 10 Soal Ini untuk Menguji Kemampuan Analisis
Karakter soal tersebut terlihat, misalnya, dari materi tentang monopoli, MRS konsumen, teknologi dan pasar tenaga kerja, perusahaan kompetitif, Cournot duopoly, elastisitas permintaan, inflasi, kebijakan persaingan, hingga kebijakan makroprudensial.
OSN Final 2026 Digelar di Universitas Muhammadiyah Malang
OSN Final 2026 dijadwalkan berlangsung secara luring di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 14-20 September 2026.
Setiap cabang memiliki 60 finalis, sehingga tahap nasional diikuti peserta terbaik dari sembilan cabang OSN jenjang pendidikan menengah.
Rangkaian kegiatan final terdiri atas kedatangan peserta dan registrasi pada 14 September, pembukaan serta technical meeting pada 15 September, pelaksanaan lomba pada 16-17 September, Bina Talenta Indonesia (BTI) Kolaboratif pada 18 September, tur mandiri, penutupan dan penganugerahan pada 19 September, serta kepulangan peserta pada 20 September 2026.
Dengan format final yang berlangsung secara luring, latihan soal menjadi penting bagi peserta untuk membiasakan diri menghadapi persoalan ekonomi dengan tingkat penalaran yang lebih tinggi.
Baca Juga: Rupiah Makin Perkasa, Ditutup Rp17.685 per Dolar AS dan Terkuat dalam 3 Bulan Terakhir
Soal OSN Ekonomi
Soal Nomor 1
Sebuah toko roti merupakan satu-satunya penjual roti di sebuah kota.
Ketika harga roti Rp2, jumlah yang terjual 200 buah per hari, sedangkan ketika harga naik menjadi Rp3, jumlah yang terjual turun menjadi 150 buah per hari.
Anggap fungsi permintaan berbentuk linear dan biaya marginal konstan sebesar Rp1,50 per roti.
Jika toko tersebut bertindak sebagai monopolis, jumlah produksi yang paling mendekati kondisi laba maksimum adalah ...
A. 100 roti
B. 113 roti
C. 150 roti
D. 175 roti
E. 200 roti
Pembahasan
Dua titik pada fungsi permintaan adalah:
P = 2, Q = 200
P = 3, Q = 150
Kemiringan fungsi permintaan:
ΔP / ΔQ = 1 / (-50) = -0,02
Maka fungsi inverse demand dapat ditulis:
P = 6 - 0,02Q
Total revenue:
TR = P × Q
TR = 6Q - 0,02Q²
Marginal revenue:
MR = 6 - 0,04Q
Untuk memaksimalkan laba:
MR = MC
6 - 0,04Q = 1,5
0,04Q = 4,5
Q = 112,5
Dibulatkan menjadi sekitar 113 roti.
Jawaban: B. 113 roti
Konsep monopoli dan penentuan output berdasarkan MR = MC juga digunakan dalam soal Final OSN Ekonomi Puspresnas.
Baca Juga: Latihan Soal Final OSN Astronomi SMA 2026, 10 Soal Pilihan Ganda Lengkap dengan Pembahasan
Soal Nomor 2
Seorang konsumen hanya mengonsumsi teh dan biskuit. Harga teh Rp2 per cangkir dan harga biskuit Rp1 per bungkus. Pendapatan konsumen Rp20.
Jika marginal rate of substitution (MRS) teh terhadap biskuit adalah 2, kondisi konsumsi optimal terjadi ketika ...
A. MRS = 0,5
B. MRS = 1
C. MRS = 2
D. MRS = 3
E. MRS = 4
Pembahasan
Kondisi optimum konsumen tercapai ketika:
MRS = harga teh / harga biskuit
MRS = 2 / 1
MRS = 2
Jadi, konsumen berada pada kondisi optimal ketika MRS sama dengan rasio harga kedua barang.
Jawaban: C. MRS = 2
Konsep MRS dan pilihan konsumsi dua barang merupakan bagian dari materi Final OSN Ekonomi Puspresnas.
Soal Nomor 3
Sebuah perusahaan dalam pasar persaingan sempurna menghadapi harga pasar Rp50. Pada tingkat output tertentu, marginal cost perusahaan Rp55, average fixed cost Rp20, dan average total cost Rp60.
Dalam jangka pendek, keputusan yang paling tepat adalah ...
A. Menaikkan output agar average cost turun
B. Menutup perusahaan
C. Tetap berproduksi dan mengalami kerugian
D. Menaikkan harga jual menjadi Rp55
E. Berproduksi pada tingkat minimum AVC
Baca Juga: Tiba di Kalbar, Prabowo Langsung Bahas Karhutla dan Rencana Operasi Modifikasi Cuaca
Pembahasan
Dalam jangka pendek, perusahaan tetap berproduksi jika harga masih mampu menutup average variable cost (AVC).
Diketahui:
ATC = AFC + AVC
60 = 20 + AVC
AVC = 40
Karena:
P = 50 > AVC = 40
perusahaan masih mampu menutup seluruh biaya variabel dan sebagian biaya tetap.
Meskipun mengalami kerugian karena P < ATC, perusahaan sebaiknya tetap berproduksi dalam jangka pendek.
Jawaban: C. Tetap berproduksi dan mengalami kerugian
Soal dengan struktur data serupa terdapat pada Final OSN Ekonomi Puspresnas.
Baca Juga: Latihan Soal Final OSN Astronomi SMA 2026, 10 Soal Pilihan Ganda Lengkap dengan Pembahasan
Soal Nomor 4
Dua perusahaan identik berada dalam pasar duopoli Cournot. Fungsi permintaan pasar adalah:
P = 100 - Q
dengan:
Q = q1 + q2
Biaya marginal masing-masing perusahaan adalah 20 dan tidak terdapat biaya tetap.
Output keseimbangan yang diproduksi oleh masing-masing perusahaan adalah ...
A. 20
B. 23,3
C. 26,7
D. 40
E. 53,3
Pembahasan
Untuk duopoli Cournot dengan permintaan:
P = a - bQ
dan biaya marginal c, fungsi reaksi masing-masing perusahaan:
q1 = (100 - 20 - q2) / 2
Dalam keseimbangan simetris:
q1 = q2 = q
Maka:
q = (80 - q) / 2
2q = 80 - q
3q = 80
q = 26,67
Jadi, masing-masing perusahaan memproduksi sekitar 26,7 unit.
Jawaban: C. 26,7
Materi Cournot duopoly juga menjadi salah satu soal Final OSN Ekonomi Puspresnas.
Baca Juga: Uang Palsu Kualitas Grade A Sebanyak Rp36 Miliar Disita dari Taman Tekno BSD Tangsel
Soal Nomor 5
Fungsi permintaan es krim adalah:
Q = 50 - 5P
Pada harga P = 6, elastisitas harga permintaan adalah ...
A. -0,5
B. -1
C. -1,5
D. -2
E. -2,5
Pembahasan
Rumus elastisitas titik:
Ed = (dQ/dP) × (P/Q)
Dari fungsi:
Q = 50 - 5P
dQ/dP = -5
Pada P = 6:
Q = 50 - 5(6)
Q = 20
Maka:
Ed = -5 × (6/20)
Ed = -1,5
Nilai absolut elastisitas lebih besar dari 1 sehingga permintaan bersifat elastis.
Jawaban: C. -1,5
Konsep elastisitas permintaan dengan fungsi yang sama terdapat dalam soal Final OSN Ekonomi Puspresnas.
Baca Juga: KPK Watch Sebut Mabes Polri Tak Boleh Lindungi Kombes F Soal Dugaan Kasus Investasi Rp58,5 Miliar
Soal Nomor 6
Sebuah perekonomian mengalami guncangan teknologi positif sehingga aggregate supply (AS) bergeser ke kanan.
Pada saat yang sama, perekonomian lain mengalami positive aggregate demand shock dengan besaran kenaikan output yang sama.
Jika kebijakan moneter tidak langsung berubah, perbedaan yang paling mungkin terjadi adalah ...
A. Perekonomian pertama mengalami kenaikan output dan inflasi turun, sedangkan perekonomian kedua mengalami kenaikan output dan inflasi naik.
B. Perekonomian pertama mengalami penurunan output dan inflasi naik.
C. Kedua perekonomian mengalami inflasi turun.
D. Perekonomian pertama mengalami inflasi naik dan perekonomian kedua inflasi turun.
E. Output perekonomian pertama dan kedua turun.
Pembahasan
Positive technology shock meningkatkan kapasitas produksi sehingga AS bergeser ke kanan. Akibatnya output meningkat dan tekanan inflasi cenderung turun.
Sebaliknya, positive aggregate demand shock meningkatkan permintaan agregat sehingga output dan tingkat harga cenderung meningkat.
Jadi:
Technology shock → output naik, inflasi turun.
Demand shock → output naik, inflasi naik.
Jawaban: A. Perekonomian pertama mengalami kenaikan output dan inflasi turun, sedangkan perekonomian kedua mengalami kenaikan output dan inflasi naik.
Materi perbandingan supply shock dan demand shock juga digunakan dalam Final OSN Ekonomi.
Baca Juga: Debut di Kejuaraan Dunia BWF 2026, Amri/Nita Raih Perunggu Usai Duel Sengit Kontra Ranking 1 Dunia
Soal Nomor 7
Manakah kondisi berikut yang bukan merupakan penyebab cost-push inflation?
A. Depresiasi mata uang yang meningkatkan harga barang impor
B. Permintaan agregat melebihi kapasitas produksi
C. Inflasi di negara mitra dagang yang meningkatkan harga impor
D. Kenaikan harga komoditas yang diatur pemerintah
E. Gangguan distribusi akibat bencana alam
Pembahasan
Cost-push inflation berasal dari kenaikan biaya produksi atau gangguan pada sisi penawaran.
Depresiasi nilai tukar, kenaikan harga impor, kenaikan harga komoditas, dan negative supply shock dapat meningkatkan biaya produksi.
Sementara itu, permintaan agregat yang melebihi kapasitas produksi merupakan tekanan dari sisi permintaan dan lebih tepat dikaitkan dengan demand-pull inflation.
Jawaban: B. Permintaan agregat melebihi kapasitas produksi
Materi tersebut secara langsung muncul dalam soal Final OSN Ekonomi Puspresnas.
Soal Nomor 8
Pemerintah memberikan insentif untuk meningkatkan persaingan di pasar produk, misalnya dengan mengurangi hambatan masuk dan memperkuat kebijakan antimonopoli.
Dalam kerangka wage-setting dan price-setting (WS-PS), dampak jangka panjang yang paling mungkin adalah ...
A. Pengangguran meningkat dan upah riil turun
B. Pengangguran turun dan upah riil naik
C. Pengangguran tidak berubah dan upah riil turun
D. Pengangguran meningkat dan upah riil tetap
E. Pengangguran turun dan upah riil tetap
Pembahasan
Persaingan yang lebih kuat dapat mengurangi markup perusahaan. Harga menjadi relatif lebih rendah terhadap biaya tenaga kerja sehingga real wage yang konsisten dengan price-setting meningkat.
Dalam kerangka WS-PS, peningkatan tingkat persaingan dapat menurunkan tingkat pengangguran ekuilibrium sekaligus meningkatkan upah riil.
Jawaban: B. Pengangguran turun dan upah riil naik
Konsep ini merupakan salah satu materi yang diuji dalam Final OSN Ekonomi Puspresnas.
Baca Juga: Terbongkar 10 Bulan Usai Kejadian, Ini Motif Ayah Kandung Bunuh Anak Disabilitas di Merauke
Soal Nomor 9
Pemerintah kota mengenakan pajak Rp2 per botol air minum. Sebelum pajak, harga keseimbangan Rp5 dan jumlah yang terjual 1.000 botol per hari.
Setelah pajak, konsumen membayar Rp6, sedangkan produsen menerima Rp4.
Pihak yang menanggung beban pajak lebih besar adalah ...
A. Konsumen
B. Produsen
C. Pemerintah
D. Konsumen dan produsen sama besar
E. Tidak dapat ditentukan
Pembahasan
Sebelum pajak:
Harga = Rp5
Setelah pajak:
Harga yang dibayar konsumen = Rp6
Harga yang diterima produsen = Rp4
Dengan demikian, konsumen menanggung kenaikan harga sebesar:
Rp6 - Rp5 = Rp1
Produsen mengalami penurunan harga bersih sebesar:
Rp5 - Rp4 = Rp1
Jadi, beban pajak terbagi sama besar.
Jawaban: D. Konsumen dan produsen sama besar
Kasus pajak per unit dengan harga yang dibayar konsumen dan diterima produsen digunakan dalam soal Final OSN Ekonomi Puspresnas.
Baca Juga: Terbongkar 10 Bulan Usai Kejadian, Ini Motif Ayah Kandung Bunuh Anak Disabilitas di Merauke
Soal Nomor 10
Sebuah kota mempertimbangkan pembangunan taman umum. Nilai manfaat yang dirasakan tiga warga masing-masing adalah Rp50 juta, Rp30 juta, dan Rp20 juta. Biaya pembangunan taman Rp80 juta.
Berdasarkan analisis manfaat sosial sederhana, keputusan yang paling tepat adalah ...
A. Taman tidak dibangun karena nilai seorang warga kurang dari biaya
B. Taman dibangun karena total willingness to pay melebihi biaya
C. Taman tidak dibangun karena hanya warga pertama yang bersedia membayar
D. Taman dibangun hanya jika semua warga membayar sama besar
E. Taman dibangun tanpa memperhitungkan willingness to pay
Pembahasan
Total willingness to pay:
50 + 30 + 20 = Rp100 juta
Biaya pembangunan:
Rp80 juta
Karena total manfaat:
Rp100 juta > Rp80 juta
maka manfaat sosial total lebih besar daripada biaya pembangunan.
Dengan demikian, pembangunan taman secara ekonomi layak dilakukan.
Jawaban: B. Taman dibangun karena total willingness to pay melebihi biaya
Konsep pembiayaan barang publik dan Lindahl equilibrium juga menjadi materi Final OSN Ekonomi.
Baca Juga: Pantau Karhutla Malah Bongkar Pembalakan Liar, 6 Orang Jadi Tersangka di Kerumutan Riau
Soal Nomor 11
Ketika sebuah bank komersial memberikan pinjaman baru kepada nasabah, bank mencatat deposito baru pada rekening nasabah sekaligus mencatat pinjaman sebagai aset.
Pernyataan yang paling tepat adalah ...
A. Bank hanya dapat memberikan pinjaman setelah menerima tabungan baru
B. Bank menciptakan deposito baru bersamaan dengan penciptaan aset pinjaman
C. Bank harus menjual obligasi terlebih dahulu
D. Bank hanya dapat meminjamkan cadangan yang sudah tersedia
E. Pemberian kredit tidak memengaruhi jumlah deposito
Pembahasan
Dalam sistem perbankan modern, ketika bank memberikan pinjaman, bank mencatat aset berupa pinjaman dan kewajiban berupa deposito baru milik peminjam.
Artinya, pemberian kredit dapat menciptakan deposito baru. Penyesuaian cadangan dan likuiditas dapat terjadi kemudian melalui pasar cadangan dan sistem pembayaran.
Jawaban: B. Bank menciptakan deposito baru bersamaan dengan penciptaan aset pinjaman
Konsep penciptaan uang melalui pemberian kredit terdapat dalam materi Final OSN Ekonomi Puspresnas.
Soal Nomor 12
Sistem perbankan memiliki tingkat leverage tinggi dan antarbank memiliki banyak hubungan pinjaman. Jika salah satu bank mengalami kerugian aset yang cukup besar, karakteristik yang paling memperbesar kemungkinan terjadinya penularan krisis adalah ...
A. Cadangan modal yang tinggi
B. Pengawasan yang kuat
C. Leverage rendah
D. Leverage tinggi dan eksposur antarbank yang besar
E. Pemisahan total antarbank
Pembahasan
Leverage tinggi berarti proporsi utang terhadap modal relatif besar. Ketika satu bank mengalami kerugian, modalnya dapat tergerus dengan cepat.
Jika bank juga memiliki banyak eksposur terhadap bank lain, kerugian dapat menyebar melalui hubungan antarbank.
Kondisi tersebut meningkatkan risiko systemic contagion.
Jawaban: D. Leverage tinggi dan eksposur antarbank yang besar
Materi mengenai penularan risiko dalam sistem perbankan terdapat dalam soal Final OSN Ekonomi Puspresnas.
Baca Juga: 1.842 Hotspot Kepung Kalimantan, Puan Desak Pemerintah Bentuk Zona Operasi Prioritas
Soal Nomor 13
Sebuah perusahaan air minum daerah merupakan natural monopoly. Pemerintah mempertimbangkan kebijakan marginal cost pricing dan average cost pricing.
Pernyataan yang paling tepat adalah ...
A. Marginal cost pricing selalu menghasilkan laba positif
B. Average cost pricing selalu menghasilkan output paling efisien
C. Marginal cost pricing dapat menghilangkan deadweight loss tetapi mungkin membutuhkan subsidi
D. Marginal cost pricing selalu menghasilkan output lebih rendah
E. Average cost pricing selalu menghasilkan harga nol
Pembahasan
Pada natural monopoly, average cost dapat menurun dalam rentang output yang relevan karena adanya economies of scale.
Jika pemerintah menetapkan:
P = MC
maka output berada pada tingkat efisien secara sosial karena marginal benefit disamakan dengan marginal cost.
Namun, pada natural monopoly, MC dapat berada di bawah AC. Akibatnya perusahaan dapat mengalami kerugian dan membutuhkan subsidi.
Jawaban: C. Marginal cost pricing dapat menghilangkan deadweight loss tetapi mungkin membutuhkan subsidi
Konsep natural monopoly dan marginal cost pricing digunakan dalam Final OSN Ekonomi Puspresnas.
Baca Juga: Tips Aman Berkendara di Jalan Pegunungan, Tetap CariAman
Soal Nomor 14
Sebuah bioskop mengenakan harga tiket Rp100.000 untuk orang dewasa dan Rp60.000 untuk pelajar. Diketahui elastisitas permintaan orang dewasa adalah -0,5, sedangkan elastisitas permintaan pelajar adalah -2.
Strategi penetapan harga tersebut merupakan contoh ...
A. First-degree price discrimination
B. Second-degree price discrimination
C. Third-degree price discrimination
D. Harga kompetitif sempurna
E. Predatory pricing
Pembahasan
Perusahaan membedakan harga berdasarkan kelompok konsumen yang dapat diidentifikasi, yaitu orang dewasa dan pelajar.
Karena kelompok tersebut memiliki elastisitas permintaan yang berbeda, perusahaan dapat menetapkan harga berbeda kepada masing-masing kelompok.
Hal ini merupakan third-degree price discrimination.
Kelompok dengan permintaan lebih inelastis cenderung dikenai harga lebih tinggi.
Jawaban: C. Third-degree price discrimination
Konsep diskriminasi harga berdasarkan kelompok konsumen dan elastisitas terdapat dalam soal Final OSN Ekonomi.
Baca Juga: Datang ke Kalbar, Prabowo 'Disambut' 198 Hotspot Karhutla dalan 24 Jam
Soal Nomor 15
Sebuah perusahaan pertambangan merupakan satu-satunya pemberi kerja di sebuah kota. Fungsi penawaran tenaga kerja adalah:
W = 5 + 0,1L
Fungsi nilai produk marginal tenaga kerja adalah:
VMPL = 20 - 0,05L
Jika perusahaan bertindak sebagai monopsonis, tingkat employment yang dipilih adalah ...
A. 50
B. 60
C. 75
D. 100
E. 125
Pembahasan
Total labor cost:
TLC = W × L
TLC = (5 + 0,1L)L
TLC = 5L + 0,1L²
Marginal expenditure:
ME = dTLC/dL
ME = 5 + 0,2L
Monopsonis memilih tenaga kerja ketika:
ME = VMPL
5 + 0,2L = 20 - 0,05L
0,25L = 15
L = 60
Jadi tingkat employment yang dipilih adalah 60.
Jawaban: B. 60
Materi monopsoni dan penentuan employment menggunakan labor supply serta VMPL juga terdapat dalam Final OSN Ekonomi.
Baca Juga: 52 Pesawat Dikerahkan, Pemerintah Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca Tangani Karhutla Kalimantan
Soal Nomor 16
Sebuah negara mengalami kerusakan sebagian modal fisik akibat gempa bumi. Negara tersebut menghasilkan beras yang bersifat labor-intensive dan ikan yang bersifat capital-intensive.
Jika faktor lain tetap, dampak yang paling mungkin terhadap harga relatif ikan dibandingkan beras adalah ...
A. Harga relatif ikan turun
B. Harga relatif ikan naik
C. Kedua harga tetap
D. Harga keduanya menjadi nol
E. Tidak ada hubungan antara kerusakan modal dan harga relatif
Pembahasan
Produksi ikan lebih banyak menggunakan modal dibandingkan produksi beras.
Ketika modal fisik berkurang, kapasitas produksi barang yang relatif capital-intensive, yaitu ikan, terdampak lebih besar.
Penurunan penawaran relatif ikan akan meningkatkan harga relatif ikan dibandingkan beras.
Jawaban: B. Harga relatif ikan naik
Konsep perubahan harga relatif akibat perubahan ketersediaan faktor produksi terdapat dalam materi Final OSN Ekonomi.
Baca Juga: Warga Palumbonsari Karawang Minta Honor RT dan RW Ditambah
Soal Nomor 17
Sebuah negara mengenakan kuota impor yang secara signifikan membatasi jumlah kendaraan listrik yang dapat masuk. Sebelum kuota, harga domestik kendaraan listrik impor adalah US$40.000.
Dampak yang paling mungkin terjadi adalah ...
A. Harga domestik turun di bawah US$40.000
B. Harga domestik naik di atas US$40.000
C. Harga tetap dan impor meningkat
D. Consumer surplus meningkat
E. Produsen domestik dirugikan
Pembahasan
Kuota impor membatasi penawaran barang dari luar negeri.
Ketika jumlah impor dibatasi, total penawaran domestik berkurang. Dengan permintaan tetap, harga domestik cenderung meningkat.
Kenaikan harga memberikan keuntungan kepada produsen domestik yang mampu menjual dengan harga lebih tinggi.
Jawaban: B. Harga domestik naik di atas US$40.000
Soal mengenai kuota impor kendaraan listrik digunakan dalam Final OSN Ekonomi Puspresnas.
Baca Juga: 6 Swasta Akademisi Jadi Tersangka KPK di Pemerasan Ortu Calon Mahasiswa Kedokteran Unsoed
Soal Nomor 18
Seorang petani memiliki lahan yang menghasilkan 10 ton padi per hektare, sedangkan lahan marginal di wilayah yang sama hanya menghasilkan 5 ton per hektare. Harga gabah Rp5.000 per kilogram dan biaya produksi sama pada kedua lahan.
Nilai sewa ekonomi yang berasal dari keunggulan produktivitas lahan tersebut adalah ...
A. Rp10 juta per hektare
B. Rp20 juta per hektare
C. Rp25 juta per hektare
D. Rp50 juta per hektare
E. Rp75 juta per hektare
Pembahasan
Produktivitas tambahan:
10 ton - 5 ton = 5 ton
Lima ton setara:
5.000 kg
Nilai output tambahan:
5.000 × Rp5.000
= Rp25.000.000
Karena biaya produksi diasumsikan sama, selisih penerimaan tersebut merupakan economic rent yang berasal dari keunggulan produktivitas lahan.
Jawaban: C. Rp25 juta per hektare
Kasus economic rent pada lahan pertanian juga terdapat dalam Final OSN Ekonomi Puspresnas.
Soal Nomor 19
Produksi semen menghasilkan polusi udara. Marginal private cost (PMC) berada di bawah social marginal cost (SMC). Jika perusahaan memproduksi 500 ton pada kondisi PMC = marginal benefit, sedangkan output sosial optimal hanya 300 ton, maka ...
A. Consumer surplus pasti maksimum
B. Produsen memperoleh keuntungan sosial maksimum
C. Output 500 ton merupakan output sosial optimal
D. Terjadi deadweight loss akibat overproduction
E. Tidak ada eksternalitas
Pembahasan
Karena produksi semen menghasilkan polusi, terdapat external cost yang tidak sepenuhnya tercermin dalam PMC.
Akibatnya:
SMC > PMC
Jika pasar menghasilkan 500 ton berdasarkan PMC = MB, sedangkan output sosial optimal hanya 300 ton berdasarkan SMC = MB, berarti pasar menghasilkan output terlalu banyak.
Produksi berlebih tersebut menciptakan deadweight loss.
Jawaban: D. Terjadi deadweight loss akibat overproduction
Konsep eksternalitas produksi, PMC, SMC, dan deadweight loss menjadi bagian dari Final OSN Ekonomi.
Baca Juga: TNI Makin 'Kuasai' Ruang Sipil, BRIN Ingatkan Batas Kekuasaan Reformasi Militer Belum Tuntas
Soal Nomor 20
Dua negara memiliki waktu produksi sebagai berikut:
Negara X membutuhkan 10 jam untuk menghasilkan 1 ton beras dan 5 jam untuk menghasilkan 1 komputer.
Negara Y membutuhkan 15 jam untuk menghasilkan 1 ton beras dan 8 jam untuk menghasilkan 1 komputer.
Pernyataan yang paling tepat mengenai keunggulan komparatif adalah ...
A. Negara X memiliki keunggulan komparatif pada kedua barang
B. Negara Y memiliki keunggulan komparatif pada kedua barang
C. Negara X memiliki keunggulan komparatif pada komputer
D. Negara Y memiliki keunggulan komparatif pada komputer
E. Tidak terdapat peluang perdagangan yang saling menguntungkan
Pembahasan
Hitung opportunity cost.
Untuk Negara X:
1 ton beras membutuhkan 10 jam. Dalam 10 jam, X dapat menghasilkan:
10 / 5 = 2 komputer.
Jadi opportunity cost 1 ton beras = 2 komputer.
Sebaliknya, opportunity cost 1 komputer:
5 / 10 = 0,5 ton beras.
Untuk Negara Y:
1 ton beras membutuhkan 15 jam. Dalam 15 jam, Y dapat menghasilkan:
15 / 8 = 1,875 komputer.
Jadi opportunity cost 1 ton beras = 1,875 komputer.
Opportunity cost 1 komputer:
8 / 15 = 0,533 ton beras.
Bandingkan biaya peluang komputer:
X = 0,5 ton beras
Y = 0,533 ton beras
Karena X memiliki opportunity cost komputer yang lebih rendah, X memiliki keunggulan komparatif dalam produksi komputer.
Sementara itu, Y memiliki keunggulan komparatif dalam produksi beras.
Jawaban: C. Negara X memiliki keunggulan komparatif pada komputer
Konsep keunggulan komparatif dan opportunity cost menjadi materi yang diuji dalam Final OSN Ekonomi Puspresnas.
Baca Juga: Pemkot Bandung Siapkan Pabrik Sampah Gedebage, Olah 300 Ton per Hari Jadi Bahan Bakar
Final OSN Ekonomi 2026 Menuntut Kemampuan Analisis
Kumpulan soal Puspresnas menunjukkan bahwa Ekonomi menjadi cabang yang menggabungkan kemampuan kuantitatif dengan pemahaman konsep.
Peserta dapat berhadapan dengan soal tentang struktur pasar, elastisitas, kebijakan pemerintah, pasar tenaga kerja, perbankan, perdagangan internasional, eksternalitas, hingga teori pertumbuhan.
Karakter tersebut penting diperhatikan menjelang OSN Final 2026.
Final nasional akan berlangsung secara luring di UMM pada 14-20 September 2026, dengan dua hari pelaksanaan lomba, yakni 16 dan 17 September.
Baca Juga: Hotspot Karhutla Turun 56 Persen, Tapi 12.880 Personel Masih Dikerahkan di Kalimantan
Peserta juga tidak hanya mengikuti tes. Rangkaian final mencakup pembukaan dan technical meeting, Bina Talenta Indonesia Kolaboratif, hingga penutupan dan penganugerahan.
Dengan demikian, final OSN 2026 menjadi rangkaian pembinaan dan kompetisi talenta yang berlangsung selama sepekan. ***




