POJOKSATU.id - Final Olimpiade Sains Nasional (OSN) jenjang SMA/MA/SMK/MAK 2026 dijadwalkan berlangsung pada 14-20 September 2026.
Untuk membantu peserta mempersiapkan diri, berikut 20 latihan soal Kimia dengan tingkat kesulitan beragam, mulai dari kemampuan dasar hingga soal yang membutuhkan penalaran lebih mendalam.
Soal-soal dalam latihan ini dimodifikasi dari materi pada dokumen Bank Soal OSN SMA Puspresnas, khususnya kumpulan soal Kimia OSN.
Materi sumber mencakup struktur Lewis, kimia atom, kimia koordinasi, kimia organik, asam-basa, elektrokimia, kelarutan, kinetika, hingga termokimia.
Sebagai penjelasan, soal di bawah ini bukan salinan soal asli. Angka, kondisi, maupun konstruksi soal telah dimodifikasi sebagai bahan latihan.
Soal Nomor 1
Suatu atom unsur X memiliki konfigurasi elektron:
1s² 2s² 2p⁶ 3s² 3p⁴.
Pernyataan yang paling tepat mengenai unsur X adalah ...
A. Memiliki 4 elektron valensi
B. Cenderung membentuk ion X²⁺
C. Termasuk golongan 16 dan periode 3
D. Memiliki jari-jari atom terbesar pada periode 3
E. Bersifat logam kuat
Pembahasan:
Konfigurasi elektron X adalah:
1s² 2s² 2p⁶ 3s² 3p⁴.
Jumlah elektronnya:
2 + 2 + 6 + 2 + 4 = 16.
Jadi unsur X adalah sulfur (S).
Elektron valensinya:
3s² 3p⁴ = 6 elektron.
Sulfur berada pada golongan 16 dan periode 3.
Jadi jawabannya adalah C. Termasuk golongan 16 dan periode 3.
Soal Nomor 2
Ion He⁺ mengalami transisi elektron dari tingkat energi n = 4 ke n = 2.
Jika konstanta Rydberg untuk atom hidrogen digunakan sebesar 1,097 × 10⁷ m⁻¹, panjang gelombang foton yang dipancarkan paling mendekati ...
A. 121,5 nm
B. 97,2 nm
C. 48,6 nm
D. 24,3 nm
E. 12,2 nm
Pembahasan:
Untuk ion hidrogenik He⁺:
1/λ = RZ²(1/n₁² - 1/n₂²).
Dengan:
Z = 2,
n_awal = 4,
n_akhir = 2.
Maka:
1/λ = (1,097 × 10⁷)(2²)(1/2² - 1/4²)
= (1,097 × 10⁷)(4)(1/4 - 1/16)
= (1,097 × 10⁷)(4)(3/16)
= 8,2275 × 10⁶ m⁻¹.
Sehingga:
λ ≈ 1,215 × 10⁻⁷ m
= 121,5 nm.
Jadi jawabannya adalah A. 121,5 nm.
Baca Juga: Bintang Vela
Soal Nomor 3
Diberikan empat senyawa berikut:
Na₂O, Al₂O₃, SO₃, dan K₂O.
Pasangan oksida yang bersifat asam adalah ...
A. Na₂O dan K₂O
B. Na₂O dan Al₂O₃
C. Al₂O₃ dan K₂O
D. SO₃ dan Al₂O₃
E. SO₃ saja
Pembahasan:
Na₂O dan K₂O merupakan oksida basa.
Al₂O₃ bersifat amfoter.
SO₃ merupakan oksida asam karena bereaksi dengan air membentuk H₂SO₄:
SO₃ + H₂O → H₂SO₄.
Jadi dari pilihan yang tersedia, hanya SO₃ yang merupakan oksida asam.
Jadi jawabannya adalah E. SO₃ saja.
Soal Nomor 4
Sebanyak 5,85 gram NaCl dilarutkan hingga volume larutan tepat 500 mL.
Jika Mr NaCl = 58,5, molaritas larutan tersebut adalah ...
A. 0,10 M
B. 0,20 M
C. 0,50 M
D. 1,00 M
E. 2,00 M
Pembahasan:
Jumlah mol NaCl:
n = m/Mr
= 5,85/58,5
= 0,10 mol.
Volume larutan:
V = 500 mL = 0,5 L.
Molaritas:
M = n/V
= 0,10/0,5
= 0,20 M.
Jadi jawabannya adalah B. 0,20 M.
Baca Juga: Guru PPPK Sudah Lulus Seleksi, Kenapa Harus Tes PNS Lagi? Pengabdian Jadi Pertanyaan
Soal Nomor 5
Sebanyak 10 gram CaCO₃ dipanaskan menurut reaksi:
CaCO₃(s) → CaO(s) + CO₂(g)
Jika Mr CaCO₃ = 100 dan reaksi berlangsung sempurna, volume CO₂ yang dihasilkan pada kondisi STP adalah ...
A. 1,12 L
B. 2,24 L
C. 3,36 L
D. 4,48 L
E. 5,60 L
Pembahasan:
Jumlah mol CaCO₃:
n = 10/100
= 0,1 mol.
Dari persamaan reaksi, perbandingan mol CaCO₃ dan CO₂ adalah 1 : 1.
Jadi:
n CO₂ = 0,1 mol.
Pada STP, 1 mol gas menempati 22,4 L.
Maka:
V = 0,1 × 22,4
= 2,24 L.
Jadi jawabannya adalah B. 2,24 L.
Soal Nomor 6
Suatu larutan asam lemah HA memiliki konsentrasi 0,10 M dan nilai Ka = 1,0 × 10⁻⁵.
Dengan menganggap ionisasi relatif kecil, pH larutan tersebut adalah ...
A. 2
B. 3
C. 4
D. 5
E. 6
Pembahasan:
Untuk asam lemah:
[H⁺] ≈ √(Ka × M).
Maka:
[H⁺] = √(10⁻⁵ × 10⁻¹)
= √10⁻⁶
= 10⁻³ M.
Sehingga:
pH = -log[H⁺]
= 3.
Jadi jawabannya adalah B. 3.
Soal Nomor 7
Suatu larutan penyangga dibuat dari 0,20 mol CH₃COOH dan 0,10 mol CH₃COONa dalam volume total 1 L.
Jika Ka CH₃COOH = 1,0 × 10⁻⁵, pH larutan tersebut adalah ...
A. 4,30
B. 4,70
C. 5,00
D. 5,30
E. 5,70
Pembahasan:
Gunakan persamaan Henderson-Hasselbalch:
pH = pKa + log([garam]/[asam]).
Karena:
Ka = 10⁻⁵,
maka:
pKa = 5.
Perbandingan:
[garam]/[asam] = 0,10/0,20 = 0,5.
Sehingga:
pH = 5 + log 0,5.
Karena log 0,5 ≈ -0,30:
pH ≈ 4,70.
Jadi jawabannya adalah B. 4,70.
Baca Juga: Pemimpin Sindikat Peretasan Data Pribadi yang Bobol Aset Jungkook BTS Divonis 20 Tahun Penjara
Soal Nomor 8
Untuk reaksi:
N₂(g) + 3H₂(g) ⇌ 2NH₃(g)
nilai Kc pada suhu tertentu adalah 4,0.
Jika pada keadaan setimbang:
[N₂] = 0,50 M
dan:
[H₂] = 1,00 M,
maka konsentrasi NH₃ adalah ...
A. 0,50 M
B. 1,00 M
C. 1,41 M
D. 2,00 M
E. 4,00 M
Pembahasan:
Persamaan tetapan kesetimbangan:
Kc = [NH₃]² / ([N₂][H₂]³).
Maka:
4 = [NH₃]²/(0,50 × 1³).
Sehingga:
[NH₃]² = 2.
Jadi:
[NH₃] = √2
≈ 1,41 M.
Jadi jawabannya adalah C. 1,41 M.
Baca Juga: Semifinal Kejuaraan Dunia BWF 2026: Amri/Nita Tantang Ranking 1 Dunia
Soal Nomor 9
Suatu reaksi memiliki persamaan laju:
v = k[A]².
Jika konsentrasi A dinaikkan menjadi tiga kali semula, sementara suhu tetap, laju reaksi menjadi ...
A. 3 kali
B. 6 kali
C. 9 kali
D. 12 kali
E. 27 kali
Pembahasan:
Persamaan laju:
v = k[A]².
Jika:
[A]' = 3[A],
maka:
v' = k(3[A])²
= 9k[A]².
Karena:
v = k[A]²,
maka:
v' = 9v.
Jadi jawabannya adalah C. 9 kali.
Soal Nomor 10
Suatu reaksi orde pertama memiliki konstanta laju:
k = 0,20 menit⁻¹.
Waktu paruh reaksi tersebut adalah ...
A. 1,73 menit
B. 2,50 menit
C. 3,47 menit
D. 5,00 menit
E. 6,93 menit
Pembahasan:
Untuk reaksi orde pertama:
t₁/₂ = ln 2/k.
Maka:
t₁/₂ = 0,693/0,20
= 3,465 menit.
Dibulatkan:
t₁/₂ ≈ 3,47 menit.
Jadi jawabannya adalah C. 3,47 menit.
Baca Juga: Hasil Kejuaraan Dunia 2026: Alwi Farhan dan Fajar/Fikri Gugur, Hanya Amri/Nita ke Semifinal
Soal Nomor 11
Diketahui reaksi:
H₂(g) + 1/2 O₂(g) → H₂O(l)
memiliki ΔH = -286 kJ/mol.
Jika 0,50 mol H₂O terbentuk melalui reaksi tersebut, kalor yang dilepaskan adalah ...
A. 71,5 kJ
B. 100 kJ
C. 143 kJ
D. 286 kJ
E. 572 kJ
Pembahasan:
Untuk pembentukan 1 mol H₂O:
ΔH = -286 kJ.
Untuk 0,50 mol:
ΔH = 0,50 × (-286)
= -143 kJ.
Tanda negatif menunjukkan kalor dilepaskan.
Besar kalor yang dilepaskan:
143 kJ.
Jadi jawabannya adalah C. 143 kJ.
Soal Nomor 12
Sebuah sel galvanik tersusun dari elektroda Zn dan Cu.
Diketahui:
E° Zn²⁺/Zn = -0,76 V
E° Cu²⁺/Cu = +0,34 V.
Potensial sel standar adalah ...
A. 0,42 V
B. 0,76 V
C. 1,10 V
D. 1,42 V
E. -1,10 V
Pembahasan:
Pada sel galvanik:
Cu menjadi katode karena memiliki potensial reduksi lebih besar.
Zn menjadi anode.
Gunakan:
E°sel = E°katode - E°anode.
Maka:
E°sel = 0,34 - (-0,76)
= 1,10 V.
Jadi jawabannya adalah C. 1,10 V.
Baca Juga: Biaya Haji 2027 Naik Hampir Rp 20 Juta, Anggota Komisi VIII: Naudzubillah Min Dzalik Jika Terjadi
Soal Nomor 13
Sebanyak 0,010 mol elektron dialirkan melalui larutan CuSO₄ dalam proses elektrolisis.
Jika reaksi katode:
Cu²⁺ + 2e⁻ → Cu,
massa Cu yang mengendap adalah ...
(Ar Cu = 63,5)
A. 0,159 g
B. 0,3175 g
C. 0,635 g
D. 1,270 g
E. 3,175 g
Pembahasan:
Dari reaksi:
Cu²⁺ + 2e⁻ → Cu,
2 mol elektron menghasilkan 1 mol Cu.
Maka:
n Cu = 0,010/2
= 0,005 mol.
Massa Cu:
m = n × Ar
= 0,005 × 63,5
= 0,3175 g.
Jadi jawabannya adalah B. 0,3175 g.
Soal Nomor 14
Suatu larutan jenuh AgCl memiliki nilai:
Ksp AgCl = 1,0 × 10⁻¹⁰.
Jika kelarutan AgCl dalam air adalah s mol/L, nilai s adalah ...
A. 1,0 × 10⁻⁶ M
B. 1,0 × 10⁻⁵ M
C. 1,0 × 10⁻⁴ M
D. 1,0 × 10⁻³ M
E. 1,0 × 10⁻² M
Pembahasan:
Kesetimbangan:
AgCl(s) ⇌ Ag⁺ + Cl⁻.
Jika kelarutannya s:
[Ag⁺] = s
dan:
[Cl⁻] = s.
Maka:
Ksp = s².
Sehingga:
s² = 10⁻¹⁰.
s = 10⁻⁵ M.
Jadi jawabannya adalah B. 1,0 × 10⁻⁵ M.
Baca Juga: 21 Kampus dengan Jurusan Teknik Terbaik di Indonesia 2026, Ada ITB hingga UI
Soal Nomor 15
Suatu larutan mengandung ion Pb²⁺ dan Zn²⁺ masing-masing dengan konsentrasi 1,0 × 10⁻³ M.
Diketahui:
Ksp PbS = 3,0 × 10⁻²⁸
Ksp ZnS = 3,0 × 10⁻²³.
Jika ion S²⁻ ditambahkan perlahan, ion yang akan mengendap terlebih dahulu adalah ...
A. Zn²⁺ karena Ksp lebih besar
B. Pb²⁺ karena Ksp lebih kecil
C. Keduanya mengendap bersamaan
D. Zn²⁺ karena konsentrasinya lebih besar
E. Tidak ada yang mengendap
Pembahasan:
Pengendapan mulai terjadi ketika:
[Mn⁺][S²⁻] > Ksp.
Karena konsentrasi kedua ion logam sama, ion dengan Ksp lebih kecil akan mencapai kondisi jenuh lebih dahulu.
Ksp PbS:
3,0 × 10⁻²⁸.
Ksp ZnS:
3,0 × 10⁻²³.
Karena:
Ksp PbS < Ksp ZnS,
PbS mengendap lebih dahulu.
Jadi jawabannya adalah B. Pb²⁺ karena Ksp lebih kecil.
Soal Nomor 16
Ion kompleks [Cu(NH₃)₄]²⁺ terbentuk menurut kesetimbangan:
Cu²⁺ + 4NH₃ ⇌ [Cu(NH₃)₄]²⁺.
Jika NH₃ ditambahkan dalam jumlah besar ke dalam larutan yang mengandung Cu²⁺, kesetimbangan akan ...
A. Bergeser ke kiri
B. Bergeser ke kanan
C. Tidak berubah
D. Menghasilkan Cu(s)
E. Menghasilkan NH₄⁺ secara langsung tanpa perubahan kompleks
Pembahasan:
NH₃ merupakan pereaksi dalam pembentukan kompleks.
Ketika konsentrasi NH₃ ditambah, berdasarkan asas Le Chatelier, kesetimbangan bergeser ke arah yang mengonsumsi NH₃.
Arah tersebut adalah ke kanan.
Akibatnya, pembentukan:
[Cu(NH₃)₄]²⁺
meningkat.
Jadi jawabannya adalah B. Bergeser ke kanan.
Baca Juga: Cek Jenis Tes Fisik Sekolah Kedinasan 2026, Ada IPDN, STIN, Poltek SSN hingga Kemenhub
Soal Nomor 17
Senyawa organik memiliki rumus molekul C₃H₆O. Senyawa tersebut memberikan hasil positif terhadap pereaksi Tollens.
Struktur yang paling mungkin adalah ...
A. CH₃COCH₃
B. CH₃CH₂CHO
C. CH₃CH₂CH₂OH
D. CH₃OCH₂CH₃
E. CH₃CH₂COOH
Pembahasan:
Pereaksi Tollens memberikan hasil positif terhadap aldehida.
Dari pilihan yang tersedia:
CH₃CH₂CHO
merupakan propanal, yaitu aldehida dengan rumus molekul C₃H₆O.
Sementara CH₃COCH₃ merupakan keton.
Jadi jawabannya adalah B. CH₃CH₂CHO.
Soal Nomor 18
Sebanyak 0,10 mol senyawa hidrokarbon dibakar sempurna menghasilkan 0,30 mol CO₂ dan 0,40 mol H₂O.
Rumus empiris hidrokarbon tersebut adalah ...
A. CH₂
B. CH₃
C. C₂H₃
D. C₃H₄
E. C₃H₈
Pembahasan:
Dari 0,10 mol hidrokarbon dihasilkan 0,30 mol CO₂.
Maka jumlah atom C per molekul:
0,30/0,10 = 3.
Jadi terdapat 3 atom C.
Jumlah H ditentukan dari H₂O:
0,40 mol H₂O mengandung:
2 × 0,40 = 0,80 mol atom H.
Per 0,10 mol hidrokarbon:
0,80/0,10 = 8.
Maka rumus molekulnya:
C₃H₈.
Rumus tersebut sudah merupakan rumus paling sederhana.
Jadi jawabannya adalah E. C₃H₈.
Baca Juga: Lulus Sekolah Kedinasan, STIN Wajib Ikatan Dinas 16 Tahun, Poltek SSN 10 Tahun, Cek yang Lainnya
Soal Nomor 19
Suatu senyawa memiliki gugus fungsi:
-COOH.
Pernyataan yang paling tepat mengenai senyawa tersebut adalah ...
A. Termasuk aldehida
B. Termasuk keton
C. Termasuk asam karboksilat
D. Termasuk ester
E. Termasuk eter
Pembahasan:
Gugus fungsi:
-COOH
merupakan gugus karboksil.
Senyawa yang memiliki gugus tersebut disebut asam karboksilat.
Contohnya:
CH₃COOH
yang merupakan asam asetat.
Jadi jawabannya adalah C. Termasuk asam karboksilat.
Soal Nomor 20
Suatu senyawa memiliki struktur Lewis yang menunjukkan adanya resonansi. Jika beberapa struktur resonansi memiliki energi yang sama, keadaan sebenarnya dari molekul tersebut paling tepat digambarkan sebagai ...
A. Molekul berpindah-pindah secara bergantian antara struktur resonansi
B. Molekul hanya memiliki struktur resonansi pertama
C. Molekul merupakan hibrida resonansi dari struktur-struktur yang mungkin
D. Ikatan kimia selalu berpindah tempat secara spontan
E. Salah satu struktur resonansi selalu menjadi struktur tunggal yang sebenarnya
Pembahasan:
Struktur resonansi bukan berarti molekul berpindah-pindah dari satu struktur ke struktur lainnya.
Keadaan sebenarnya merupakan hibrida resonansi dari seluruh struktur yang berkontribusi.
Karena itu, sifat ikatan dan distribusi elektron sebenarnya dapat berbeda dari gambaran satu struktur Lewis tunggal.
Konsep struktur Lewis dan resonansi merupakan salah satu materi yang juga muncul dalam kumpulan soal Kimia OSN.
Jadi jawabannya adalah C. Molekul merupakan hibrida resonansi dari struktur-struktur yang mungkin.
Baca Juga: Tujuh Sekolah Kedinasan 2026 yang Punya Syarat Tinggi Badan, Cek Ketentuannya
Persiapan Menuju Final OSN 2026
Latihan Kimia untuk menghadapi final OSN tidak cukup hanya dengan menghafalkan rumus atau nama senyawa.
Peserta perlu terbiasa menghubungkan konsep, melakukan perhitungan kuantitatif, membaca data, menganalisis kecenderungan reaksi, serta menentukan strategi penyelesaian yang paling tepat.
Materi dalam latihan ini mencerminkan beragam bidang Kimia yang lazim digunakan dalam soal kompetisi, mulai dari kimia dasar dan struktur atom hingga kesetimbangan, kinetika, elektrokimia, kelarutan, dan kimia organik.
Peserta dapat menggunakan bagian soal terlebih dahulu sebagai simulasi, kemudian mempelajari pembahasan setelah selesai mengerjakan.
Menjelang Final OSN 14-20 September 2026 di UNM Malang, latihan secara konsisten dapat membantu peserta semakin terbiasa menghadapi karakter soal Kimia kompetisi yang membutuhkan ketelitian, penguasaan konsep, kemampuan berhitung, dan penalaran ilmiah. ***




