POJOKSATU.ID — Kolaborasi strategis antara Institut Teknologi Bandung (ITB), PT Tera Data Indonusa Tbk (Axioo), dan Intel dalam proyek Laptop Merah Putih terus mencatatkan perkembangan penting.
Sebagai bagian dari upaya mewujudkan kemandirian teknologi dalam negeri, proyek ini kini memasuki tahap hilirisasi hasil riset kampus ke dunia industri.
Seremoni penyerahan komponen desain referensi Laptop Merah Putih untuk kepentingan tridarma perguruan tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, digelar di Jakarta.
Baca Juga: Aktifkan Peran Masyarakat, M Rizky Ajak Warga Kawal Pembangunan Pendidikan Lewat Media Sosial
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Rektor ITB Prof. Dr. Tatacipta Dirgantara, M.T.; Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Prof. Ir. Lavi Rizki Zuhal, Ph.D.; serta Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Dr. Irwan Meilano, S.T., M.Sc.
Dalam sambutannya, Prof. Tatacipta menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin dan menilai proyek ini sebagai contoh nyata kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan teknologi yang dapat langsung diterapkan di sektor industri nasional.
“Semoga proses dan pengetahuan dari proyek ini dapat menjadi inspirasi bagi tim lain dalam mewujudkan Indonesia yang mandiri secara teknologi,” ujarnya.
Laptop Merah Putih merupakan hasil kerja konsorsium lima perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTN-BH), yakni ITB, Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Telkom University (Tel-U), yang berkolaborasi dengan industri lokal.
Tujuannya, menyediakan perangkat teknologi pendidikan yang sesuai kebutuhan dalam negeri sekaligus memperkuat industri nasional.
Meski menggunakan sejumlah komponen buatan Indonesia, pengembangan laptop ini tetap mengadopsi teknologi terbaru. Kepala Pusat Mikroelektronika ITB, Ir. Adi Indrayanto, M.Sc., Ph.D., mengungkapkan, peningkatan nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) menjadi salah satu target utama, yang diharapkan dapat berkontribusi signifikan bagi perkembangan industri perangkat IT nasional.
"Diharapkan, keberadaan Laptop Merah Putih dapat menjadi fondasi kuat bagi terciptanya kemandirian teknologi nasional di masa depan," tutupnya. ***



