POJOKSATU.id — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kembali membuka seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru 2025 yang berlangsung pada 14 Oktober hingga 6 November 2025.
Pada penyelenggaraan PPG Calon Guru 2025 ini, peserta wajib mengikuti tiga tahap seleksi.
Tahap pertama yaitu verifikasi data diri peserta, dilanjutkan tahap kedua berupa tes substantif, serta tahap ketiga berupa tes wawancara.
Di dalam rangkaian seleksi tersebut, terdapat pula proses menjawab dan menulis esai.
Melanjutkan artikel pojoksatu.id sebelumnnya, berikut referensi kisi-kisi jawaban untuk pertanyaan esai pada seleksi PPG Calon Guru 2025 Bagian D hingga F sebagai referensi.
D. Bekerjasama dengan orang lain dari berbagai latar belakang merupakan tantangan tersendiri.
D.1. Ceritakan pengalaman saat Anda bekerja sama dengan orang lain yang memiliki beragam perbedaan, seperti budaya, cara pandang, latar belakang, pendidikan, cara berpikir, dll.
Ceritakan secara spesifik situasinya? Apa tujuan dari kerjasama yang terjadi? Keberagaman seperti apa yang Anda hadapi?
Jawaban: (Jelaskan situasi dan peran yang dihadapi)
Saya pernah tergabung dalam tim proyek kampus yang beranggotakan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia untuk menyusun kampanye digital bertema “Pemuda untuk Lingkungan.”
Tujuannya adalah membuat konten edukatif yang mengajak generasi muda lebih peduli terhadap isu lingkungan.
Tantangan muncul karena setiap anggota memiliki latar belakang dan cara berpikir yang berbeda—ada yang lebih fokus pada aspek ilmiah, ada yang menonjol di desain visual, dan ada yang mengutamakan pesan sosial.
Perbedaan gaya komunikasi juga cukup terasa, karena beberapa anggota lebih ekspresif sementara yang lain cenderung pendiam.
D.2. Langkah-langkah apa yang Anda lakukan untuk mencapai tujuan kerja sama? Bagaimana Anda memastikan langkah-langkah tersebut sudah sesuai dengan kebutuhan semua pihak?
Jawaban: (Langkah spesifik yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut)
Saya mengusulkan untuk mengadakan sesi brainstorming terbuka di awal proyek, di mana setiap anggota bisa menyampaikan ide tanpa interupsi.
Setelah itu, saya membantu menyusun timeline kerja berdasarkan keahlian masing-masing agar semua merasa dilibatkan sesuai potensi mereka.
Untuk memastikan langkah yang diambil sesuai kebutuhan bersama, kami membuat sistem check-in meeting mingguan dan formulir evaluasi singkat agar setiap orang dapat memberi umpan balik secara anonim.
Baca Juga: Arti Video UKIN Hilang dari Sistem, Ternyata Bukan Pertanda Bapak Ibu Guru Lulus UKPPPG!
Saya juga berusaha menjadi penengah ketika terjadi perbedaan pendapat dengan menekankan tujuan bersama, bukan perbedaan pribadi.
D.3. Apa hasil yang Anda capai saat itu? Adakah komentar atau respon lingkungan (misalnya rekan sejawat ataupun pihak lain) terhadap tindakan Anda? Bagaimana dampaknya terhadap kerja sama tersebut?
Jawaban: (Hasil atau dampak dari tindakan yang dilakukan)
Proyek kampanye kami berhasil menarik perhatian lebih dari 3.000 penonton di media sosial kampus dan mendapat apresiasi dari dosen pembimbing atas kekompakan tim yang tetap solid meskipun beragam.
Beberapa anggota tim bahkan mengatakan bahwa cara koordinasi yang inklusif membuat mereka merasa dihargai dan berani menyampaikan ide.
Dampaknya, kerja sama kami menjadi lebih terbuka dan efisien, serta membangun hubungan yang berlanjut untuk proyek-proyek berikutnya.
Dari pengalaman ini, saya belajar bahwa keberagaman bukan hambatan, melainkan kekuatan yang memperkaya hasil kerja jika dikelola dengan empati dan komunikasi terbuka.
E. Peran utama pendidik adalah memberikan pembimbingan terhadap orang lain untuk mencapai tujuan tertentu.
E.1. Ceritakan salah satu pengalaman Anda saat membimbing orang lain (peserta didik, rekan sejawat, atau anggota komunitas/organisasi) melalui proses pembelajaran yang berprinsip pada berkesadaran/bermakna/menggembirakan
Jawaban: (Jelaskan situasi dan peran yang dilakukan)
Saya pernah menjadi mentor bagi siswa-siswa SMP dalam kegiatan ekstrakurikuler menulis kreatif di sekolah.
Saat itu, banyak peserta merasa menulis itu sulit dan membosankan. Tugas saya adalah membimbing mereka agar mampu menulis cerita pendek dengan cara yang menyenangkan dan membuat mereka percaya diri mengekspresikan ide.
E.2. Bagaimana situasi dan hubungan yang terbangun saat itu?
Jawaban: (Paparkan situasi dan hubungan dengan orang di poin sebelumnya)
Awalnya, hubungan antara mentor dan peserta terasa agak canggung karena mereka takut salah atau dikritik.
Namun, saya berusaha menciptakan suasana belajar yang rileks dan setara—misalnya dengan memulai sesi dengan permainan kata atau menulis bebas tanpa penilaian.
Lama-kelamaan, suasana menjadi lebih akrab dan terbuka. Para peserta mulai saling mendukung dan berani membaca hasil tulisannya di depan teman-teman.
E.3. Apa strategi kreatif yang Anda lakukan untuk memahami kebutuhan dan mendampingi perkembangan mereka.
Jawaban: (Langkah spesifik yang dilakukan)
Baca Juga: Bus PO Haryanto Kecelakaan Tunggal di Tol Semarang-Batang, Ini Identitas 3 Penumpang yang Tewas
Saya bermain peran agar mereka lebih memahami perasaan tokoh yang mereka tulis.
Selain itu, saya membuat jurnal mingguan di mana mereka bisa menuliskan apa yang mereka rasakan saat menulis dan apa yang ingin mereka pelajari lagi.
Dengan membaca jurnal tersebut, saya bisa menyesuaikan metode bimbingan sesuai kebutuhan masing-masing. Ada yang perlu lebih banyak dorongan, ada juga yang butuh tantangan tambahan.
E.4. Bagaimana hasil atau perubahan yang muncul bagi mereka maupun bagi diri Anda sendiri?
Jawaban: (Hasil dan dampak berdasarkan tindakan serta refleksi)
Hasilnya, peserta menjadi jauh lebih antusias dan kreatif. Beberapa dari mereka bahkan mengirimkan karya ke lomba menulis tingkat sekolah dan berhasil meraih juara harapan.
Bagi saya pribadi, pengalaman ini memperkuat pemahaman bahwa pembelajaran yang menyenangkan dan berkesadaran tidak hanya meningkatkan hasil, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan hubungan emosional yang positif antara pembimbing dan peserta.
Saya belajar bahwa setiap orang belajar dengan cara yang berbeda, dan peran pendidik adalah menemukan cara terbaik untuk memantik semangat belajar itu.
F. Pengelolaan sumber daya merupakan hal yang menantang saat menjalankan tugas.
F.1. Ceritakan secara spesifik saat Anda dihadapkan dengan beberapa tugas dalam waktu yang bersamaan. Seperti apakah situasinya pada saat itu? Kapan situasi tersebut terjadi?
Jawaban: (Jelaskan situasi dan tantangan yang dihadapi)
Pada saya semester lima, saya menghadapi situasi di mana harus menyelesaikan proposal penelitian, laporan kegiatan organisasi, dan tugas magang dalam waktu yang hampir bersamaan.
Semua tenggat waktunya berdekatan, sementara waktu luang saya terbatas karena jadwal kuliah padat.
Situasi itu membuat saya cukup tertekan dan khawatir tidak dapat memberikan hasil terbaik di setiap tugas.
F.2. Apa yang Anda lakukan dalam mengatur tugas-tugas tersebut? Bagaimana Anda memastikan tugas-tugas tersebut sesuai dengan waktu yang ditentukan?
Jawaban: (Langkah spesifik yang dilakukan)
Saya mulai dengan membuat daftar prioritas berdasarkan tingkat urgensi dan tenggat waktu, lalu membagi waktu harian menggunakan metode time blocking.
Misalnya, pagi saya fokus menulis proposal penelitian, siang untuk revisi laporan organisasi, dan malam untuk tugas magang.
Saya juga menetapkan target kecil harian agar progresnya bisa terukur.
Untuk memastikan semuanya selesai tepat waktu, saya menggunakan aplikasi task management dan membuat pengingat otomatis agar tidak ada yang terlewat.
F.3. Sumber daya apa yang Anda butuhkan dalam membantu penyelesaian tugas-tugas tersebut? Apa hambatan yang Anda temui dan bagaimana cara mengatasinya?
Jawaban: (Hambatan dan langkah yang diambil untuk mengatasi hambatan tersebut)
Sumber daya utama yang saya butuhkan adalah waktu, dukungan tim organisasi, serta bimbingan dari dosen pembimbing penelitian.
Hambatan yang saya temui adalah rasa lelah dan kesulitan menjaga fokus setelah menjalani beberapa tugas sekaligus.
Baca Juga: Komite Reformasi Polri Tak Jelas, Mahfud Tak Dikabari Lagi, Padahal Sudah Bersedia Bantu Prabowo
Untuk mengatasinya, saya menerapkan teknik podomoro (belajar 25 menit, istirahat 5 menit) agar tetap produktif tanpa kelelahan.
Saya juga belajar untuk berani meminta bantuan ketika beban mulai terasa berat, seperti meminta teman tim membantu bagian administratif organisasi.
F.4. Bagaimana hasilnya
Jawaban: (Hasil dan dampak berdasarkan tindakan yang dilakukan)
Semua tugas berhasil saya selesaikan tepat waktu dengan hasil yang memuaskan, proposal penelitian saya diterima, laporan organisasi disetujui tanpa revisi besar, dan supervisor magang memberikan penilaian positif atas ketepatan waktu dan kualitas kerja saya.
Dari pengalaman ini, saya belajar pentingnya perencanaan yang realistis, komunikasi terbuka, dan menjaga keseimbangan antara produktivitas dan kesehatan mental.
Baca Juga: INFO Penting Admin GTK Bagi Guru Penerima Tunjangan Sertifikasi Triwulan 3!
Pengelolaan waktu yang baik membuat saya lebih percaya diri menghadapi beban kerja yang kompleks di masa depan.
Itulah kisi-kisi jawaban dari pertanyaan esai di seleksi PPG Calon Guru 2025, persiapkan esaimu dengan bahasa yang baik, benar, dan terstruktur. ***




