POJOKSATU.id, SUASANA penuh semangat dan harapan menyelimuti Ketenong, Lebong, Bengkulu, pada Ahad lalu, ketika momen peletakan batu pertama (groundbreaking) TK ABA ‘Aisyiyah.

Acara yang diresmikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, bersama Bupati Lebong Azhari, dan Ketua Yayasan Surya Semesta Pena, Husni Amriyanto, ini bukan seremoni biasa, melainkan tonggak penting dalam perjalanan membangun generasi emas Indonesia.

Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, meupakan dua organisasi besar yang selama ini dikenal konsisten dalam bidang pendidikan, kembali menunjukkan komitmennya.

Baca Juga: Ini Dia Aksi Unik yang Warnai Perayaan HUT ke-80 RI, Dari Pengibaran Bendera di Dasar Laut Hingga Aksi Heroik Siswa SMK di NTT

Mereka hadir di Ketenong untuk membantu pemerintah dalam memperkuat akses pendidikan bermutu bagi anak-anak, khususnya di usia dini.

Ini sejalan dengan Program Wajib Belajar 13 Tahun yang menjadi prioritas Kemendikdasmen.

Bukan Sekadar Gedung, Tapi Pintu Gerbang Ilmu

Wamen Fajar menegaskan, hadirnya TK ‘Aisyiyah Ketenong adalah wujud nyata kolaborasi antara masyarakat dan negara.

Ia mengibaratkan pembangunan ini seperti menanam akar kebajikan yang kelak akan tumbuh menjadi pohon besar pengetahuan.

Menurutnya, pembelajaran sejak dini tidak hanya soal membaca dan berhitung, tetapi juga membentuk karakter anak melalui kegiatan yang menyenangkan dan penuh nilai moral.

Baca Juga: Agus Ginanjar: Proyek RSUD Rengasdengklok Bau Korupsi!

Gotong Royong sebagai DNA Muhammadiyah-‘Aisyiyah

Fajar menyebut, ciri khas Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah adalah semangat gotong royong dalam menanam kebaikan.

Di Ketenong, nilai ini tampak jelas: warga, pemerintah daerah, dan organisasi masyarakat bersatu padu membangun sarana pendidikan.

Ia pun mendorong pemerintah daerah untuk aktif mendukung inisiatif seperti ini, karena keberhasilan pendidikan memerlukan sinergi dari semua pihak.

Membuka Akses dan Menumbuhkan Mimpi

Bagi Wamen Fajar, pendidikan adalah gerbang kemajuan.

Baca Juga: Go Internasional, 2 Santri Al-Hamidiyah Ikuti The 9th Belt and Road Teenager Maker Camp and Teacher di China

Ia mengajak masyarakat untuk menanamkan semangat belajar sejauh mungkin, sejak usia dini hingga perguruan tinggi.

Tak ada batasan geografis atau sosial bagi anak-anak untuk menggapai mimpi, asalkan ada kemauan dan dukungan lingkungan.

Adapun dari Bupati Lebong, Azhari, turut memberikan dukungan penuh.

Dimana Ia juga memaparkan bahwa Lebong saat ini memiliki 103 TK, 94 SD, dan 27 SMP.

Baca Juga: Detik-Detik Proklamasi, Lalu Lintas Cirebon Terhenti Sesaat untuk Hormat Bendera

Kehadiran TK ABA ‘Aisyiyah diharapkan memperkaya ekosistem pendidikan di daerah tersebut, sekaligus membuka lebih banyak peluang belajar bagi anak-anak.

Peletakan batu pertama ini bukan hanya tentang membangun gedung sekolah.

Ikuti berita-berita terbaru melalui web kami Pojoksatu di aplikasi berikut;

Versi Android

Versi iOS

Channel Whatsapp

Fanpage Edugov

Melankan Ia adalah simbol langkah awal, mengakar dalam tanah Ketenong, untuk menumbuhkan pohon pendidikan yang kelak akan menaungi generasi emas di masa depan. ***