POJOKSATU.id – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan robotika membuat kebutuhan tenaga ahli di bidang ini terus meningkat.

Robot tidak lagi hanya digunakan di industri manufaktur, tetapi juga merambah sektor kesehatan, pertanian, logistik, transportasi, hingga layanan publik.

Melihat perkembangan tersebut, Universitas Airlangga (UNAIR) membuka Program Studi Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan di bawah Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM).

Baca Juga: Setorkan Dividen Terbesar untuk Negara, 8 Langkah Strategis BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Program studi ini dirancang untuk menghasilkan lulusan yang mampu merancang, membangun, mengembangkan, dan mengintegrasikan sistem robotika dengan teknologi kecerdasan buatan guna menjawab tantangan industri masa depan.

Program ini juga dikenal sebagai salah satu program studi paling langka di Indonesia.

Apa Itu Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan?
Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan merupakan bidang rekayasa multidisiplin yang menggabungkan ilmu teknik mesin, teknik elektro, ilmu komputer, sistem kendali, elektronika, mekatronika, hingga kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).

Baca Juga: Progres Pencairan Saldo Guru Antar Bank Penyalur TPG Daerah Riau Cair!

Mahasiswa tidak hanya belajar membuat robot, tetapi juga membangun sistem yang mampu berpikir, mengenali objek, mengambil keputusan, hingga bekerja secara otomatis berdasarkan data yang diterima dari berbagai sensor.

Perkembangan teknologi Industry 4.0, Internet of Things (IoT), kendaraan otonom, robot medis, smart factory, hingga smart city menjadi ruang penerapan utama keilmuan ini.

Apa yang Dipelajari Selama Kuliah?
Pada tahun pertama, mahasiswa dibekali ilmu dasar sains, matematika, dan rekayasa sebagai fondasi sebelum memasuki bidang robotika dan AI.

Baca Juga: Penyaluran Tunjangan Guru Kabupaten/Kota Masih Tersendat, Bagaimana Kondisi Sekarang?

Beberapa mata kuliah yang dipelajari antara lain:
- Kalkulus
- Fisika Dasar
- Matematika Teknik
- Pemrograman Dasar
- Algoritma dan Struktur Data
- Elektronika Dasar
- Rangkaian Listrik
- Sistem Digital
- Mekanika Teknik
- Mekatronika
- Sistem Fisis-Siber (Cyber Physical System)
- Sensor dan Aktuator
- Embedded System
- Mikrokontroler
- Sistem Kendali
- Robotika
- Robot Vision (Computer Vision)
- Machine Learning
- Deep Learning
- Artificial Intelligence
- Internet of Things (IoT)
- Mobile Robot
- Robot Industri
- Kendali Cerdas
- Pengolahan Citra Digital
- Pengolahan Sinyal Digital
- Sistem Otomasi Industri
- Human Robot Interaction
- Cloud Computing
- Big Data
- Etika Kecerdasan Buatan
- Rekayasa Perangkat Lunak
- Proyek Perancangan Robot
- Kerja Praktik
- Tugas Akhir

Selain mengikuti perkuliahan di kelas, mahasiswa juga aktif melakukan praktikum di laboratorium robotika, mengembangkan prototipe robot, mengikuti kompetisi robot nasional maupun internasional, serta mengerjakan berbagai proyek berbasis AI dan otomasi.

Kurikulum juga menekankan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) agar mahasiswa terbiasa menyelesaikan persoalan nyata di dunia industri.

Baca Juga: Cegah Penyebaran Konten LGBT, Kemenag Gandeng Tokoh Agama Bakal Lakukan Edukasi dengan Cara Ini

Cocok untuk Siapa?
Program studi ini cocok bagi calon mahasiswa yang:
- Menyukai matematika dan fisika.
- Tertarik dengan komputer dan pemrograman.
- Senang merakit perangkat elektronik.
- Menyukai robot dan teknologi otomatisasi.
- Tertarik mempelajari Artificial Intelligence.
- Gemar melakukan eksperimen dan inovasi teknologi.
- Memiliki kemampuan berpikir logis dan analitis.

Minat terhadap coding menjadi nilai tambah karena sebagian besar mata kuliah berkaitan dengan pengembangan perangkat lunak dan algoritma kecerdasan buatan.

Prospek Kerja Lulusan
Perkembangan AI yang sangat pesat membuat kebutuhan lulusan bidang ini terus meningkat di berbagai sektor industri.

Lulusan Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan dapat berkarier sebagai:
- Robotics Engineer
- Artificial Intelligence Engineer
- Machine Learning Engineer
- Computer Vision Engineer
- Embedded System Engineer
- Automation Engineer
- Control System Engineer
- IoT Engineer
- Software Engineer
- Data Engineer
- Research and Development Engineer
- Robotics Researcher
- AI Researcher
- Project Engineer
- Konsultan Otomasi Industri
- Akademisi atau dosen
- Technopreneur di bidang robotika dan AI

Baca Juga: Tiga Program Prioritas Kemenag 2026, Benarkah Tambahan Insentif Guru Madrasah Sudah Tersalurkan?

Peluang kerja terbuka di perusahaan manufaktur, otomotif, kesehatan, energi, pertambangan, logistik, startup teknologi, perusahaan pengembang AI, lembaga penelitian, hingga instansi pemerintah yang membutuhkan sistem otomasi dan kecerdasan buatan.

Keunikan Jurusan Ini
Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan program studi teknik lainnya.

Pertama, kurikulumnya mengintegrasikan robotika modern dengan kecerdasan buatan sehingga mahasiswa tidak hanya mampu membuat robot, tetapi juga mengembangkan sistem yang dapat belajar dan mengambil keputusan secara mandiri.

Baca Juga: Perbandingan Kuota KIP Kuliah 2026: Jalur SNBT Lebih Mendominasi Ketimbang SNBP

Kedua, pembelajaran bersifat multidisiplin karena memadukan teknik mesin, teknik elektro, informatika, sistem kendali, serta AI dalam satu program studi.

Ketiga, mahasiswa didorong mengembangkan inovasi berbasis teknologi masa depan, seperti robot otonom, kendaraan tanpa pengemudi, smart manufacturing, hingga robot layanan kesehatan.

Keempat, program studi ini berada di Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) yang memang dibentuk untuk menjawab kebutuhan teknologi masa depan melalui pendekatan lintas disiplin.

Informasi Penting untuk Calon Mahasiswa
Program Studi Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan merupakan salah satu program studi unggulan di FTMM UNAIR yang terus mengembangkan kerja sama dengan dunia industri dan lembaga riset.

Mahasiswa memiliki kesempatan mengikuti program magang, riset kolaboratif, pertukaran pelajar, hingga kompetisi robotika sebagai bagian dari penguatan kompetensi profesional.

Baca Juga: Pertamina Perkuat Kepedulian Sosial, 500 Warga Terima Bantuan Seragam Sekolah dan Sembako

Program studi ini juga sedang memperkuat kualitas akademiknya melalui proses akreditasi dan pengembangan fasilitas laboratorium yang semakin modern.

Di era ketika robot dan kecerdasan buatan mulai menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, kebutuhan tenaga ahli di bidang ini diperkirakan akan terus meningkat.

Bagi calon mahasiswa yang ingin berkarier di sektor teknologi masa depan, Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan UNAIR menawarkan perpaduan ilmu yang relevan dengan perkembangan industri global sekaligus membuka peluang untuk berkontribusi dalam lahirnya berbagai inovasi berbasis AI dan robotika. ***