POJOKSATU.ID - Selain mempersiapkan pengalaman mengajar, calon guru harus memperhatikan kompetensi dan sikap yang paling penting untuk dipersiapkan agar tidak hanya lolos seleksi PPG, tetapi juga mampu menjalankan tugas sebagai guru profesional.
Berdasarkan panduan resmi Ditjen GTK, terdapat dua aspek utama yang wajib dipersiapkan dengan matang oleh setiap calon guru.
Aspek pertama yang menjadi fokus penilaian adalah motivasi yang kuat untuk menjadi seorang guru.
Pada tahap seleksi wawancara, asesor akan menggali secara mendalam sejauh mana motivasi riil peserta untuk mengikuti program ini dan menjadi pendidik profesional.
Baca Juga: Tips Daftar PPG Calon Guru 2026 Meskipun Minim Pengalaman Organisasi, Begini Caranya!
Hal tersebut menjadi sangat penting karena minat serta komitmen pribadi sebagai calon guru secara langsung masuk ke dalam bagian penilaian kelulusan.
Aspek kedua yang tidak kalah krusial untuk dipersiapkan adalah kedewasaan beretika atau yang dikenal sebagai ethical maturity.
Ruang lingkup dari aspek ethical maturity ini mencakup beberapa poin utama, yaitu kematangan emosi, integritas diri, serta kesesuaian sikap dengan nilai moral dan etika profesi guru.
Calon guru sangat diharapkan mampu mengelola emosi mereka dengan baik dalam berbagai situasi pembelajaran.
Baca Juga: Ijazah Belum Keluar? Ini Solusi Tetap Bisa Daftar Seleksi PPG Calon Guru 2026
Kemampuan pengelolaan emosi ini sangat dibutuhkan karena guru nantinya akan berinteraksi dengan beragam karakter peserta didik yang sangat heterogen.
Interaksi tersebut akan terjalin mulai dari anak didik di jenjang pendidikan dasar, jenjang menengah, hingga peserta didik yang memiliki kebutuhan khusus.
Selain kedua aspek kepribadian tersebut, kesehatan rohani calon peserta juga menjadi perhatian yang sangat serius dalam seleksi ini.
Begitu dinyatakan lulus seleksi, peserta memiliki kewajiban untuk menyerahkan dokumen berupa surat keterangan sehat rohani.
Surat keterangan sehat rohani tersebut harus dikeluarkan secara resmi oleh dokter spesialis kejiwaan atau psikiatris yang berwenang.
Pada proses seleksi sebelumnya, tepatnya di tahap wawancara, aspek kedewasaan dan kematangan emosi peserta sudah digali terlebih dahulu secara lebih mendalam oleh tim penguji.
Dengan mempersiapkan seluruh aspek kompetensi, sikap, dan persyaratan kesehatan jiwa tersebut secara terencana, calon peserta dapat mengikuti seleksi PPG Calon Guru Tahun 2026 dengan lebih siap dan optimal.***




