POJOKSATU.ID - Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) merupakan identitas tunggal bagi setiap peserta didik di Indonesia.
Namun, hingga kini masih banyak peserta didik dan orang tua yang hanya mengetahui NISN dari kartu fisik yang diterima saat awal masuk sekolah.
Padahal, NISN memegang peran yang jauh lebih penting dari sekadar angka di selembar kartu.
Khususnya di jenjang Sekolah Dasar (SD), perhatian terhadap keakuratan NISN sangat krusial.
Baca Juga: 243.669 Guru RA Madrasah Siap Terima Tunjangan! Segini Jumlah yang akan Dicairkan!
Pasalnya, NISN yang tercantum dalam ijazah SD akan terus digunakan hingga jenjang pendidikan berikutnya, yaitu SMP dan SMA/SMK.
Kesalahan data NISN di tahap ini berpotensi menyebabkan kendala administratif di kemudian hari, mulai dari pendaftaran sekolah lanjutan hingga pengurusan dokumen penting lainnya.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) pun mengimbau seluruh sekolah dan orang tua untuk lebih aktif dalam memastikan validitas NISN peserta didik.
Baca Juga: Bobby Nasution dan Menteri ATR BPN Bahas Penyelesaian Masalah 5.873 Hektare Pertanahan di Sumut
Upaya ini menjadi semakin penting menjelang diberlakukannya sistem e-ijazah digital secara nasional pada tahun 2025.
e-Ijazah Digital: Masa Depan Administrasi Pendidikan
Mulai tahun ajaran 2025/2026, pemerintah akan secara resmi mengimplementasikan e-ijazah digital, menggantikan ijazah fisik konvensional.
Sistem ini akan mengandalkan basis data digital yang terintegrasi dan tersinkronisasi secara nasional. Salah satu elemen utama dari e-ijazah adalah NISN yang valid dan autentik.
“Keberhasilan e-ijazah sangat bergantung pada validitas data dasar peserta didik, terutama NISN. Jika sejak SD data sudah tidak sesuai, maka akan menghambat proses administrasi di jenjang selanjutnya,” ujar perwakilan Pusdatin Kemendikbudristek.
Dengan diterapkannya e-ijazah digital, segala bentuk pemalsuan data dan manipulasi ijazah dapat dicegah. Namun, efektivitas sistem ini akan sangat ditentukan oleh kualitas input data dari setiap satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
Cetak Kartu NISN: Langkah Awal Percepatan Validasi
Salah satu langkah praktis yang dapat dilakukan untuk mempercepat proses validasi data adalah mencetak Kartu NISN yang valid dan terkini.
Kartu ini tidak hanya berfungsi sebagai identitas peserta didik, tetapi juga memudahkan pihak sekolah dan orang tua dalam melakukan pengecekan serta konfirmasi data ke sistem pusat Pusdatin.
Beberapa sekolah telah mulai mencetak ulang kartu NISN dengan data terbaru untuk memastikan tidak ada ketidaksesuaian dengan sistem Dapodik (Data Pokok Pendidikan).
Dengan adanya kartu ini, pengecekan dapat dilakukan secara berkala dan mandiri oleh peserta didik maupun orang tua.
“Dengan mencetak ulang kartu NISN yang valid, proses verifikasi dan validasi data ke Pusdatin dapat berjalan lebih cepat. Ini merupakan langkah preventif untuk menghindari masalah di kemudian hari,” ujar Kepala Sekolah SDN 05 Jakarta Selatan.
Peran Orang Tua dalam Proses Validasi Data
Orang tua juga memegang peran penting dalam memastikan keakuratan data anak.
Di era digital seperti saat ini, keterlibatan aktif orang tua dalam mengecek dan menyamakan data dengan pihak sekolah menjadi sangat krusial.
Jangan sampai anak mengalami hambatan administratif hanya karena data NISN yang tidak sesuai.
Baca Juga: Detik-Detik Kecelakaan Beruntun di Tertek: Kepanikan Warga dan Luka Ringan Pengendara!
Pusdatin juga menyediakan layanan pengecekan NISN secara daring melalui situs resmi https://nisn.data.kemdikbud.go.id. Orang tua dan siswa dapat dengan mudah melakukan pengecekan mandiri dan melaporkan bila ditemukan ketidaksesuaian data.
Menuju Transformasi Digital Pendidikan Nasional
Transformasi digital dalam dunia pendidikan bukan lagi sekadar wacana.
Implementasi e-ijazah digital adalah langkah nyata pemerintah dalam menciptakan sistem administrasi pendidikan yang efisien, transparan, dan terpercaya.
Namun, kesuksesan program ini tidak bisa dicapai tanpa sinergi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat.
Oleh karena itu, Pusdatin Kemendikbudristek kembali mengingatkan bahwa validasi dan verifikasi NISN adalah tanggung jawab bersama.
Mulailah dari hal sederhana seperti mencetak kartu NISN yang valid dan mencocokkan data dengan sekolah. Karena dari sinilah masa depan pendidikan digital Indonesia dibangun. ***




