Pojoksatu.id - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dasar di Indonesia.

Salah satu langkah penting dalam proses tersebut adalah penyempurnaan kurikulum, yang saat ini diterapkan dalam dua bentuk utama:

Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013 (K13). Untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) kelas 1 hingga 3, kedua kurikulum ini memiliki karakteristik dan fokus pembelajaran yang menekankan pada penguatan literasi dasar, numerasi, serta pembentukan karakter siswa.

Baca Juga: Mengenal Personal Color untuk Memilih Warna Outfitmu, Gak Salah Pilih Lagi dan Siap Tampil Kece!

Berikut adalah ringkasan dan review materi pembelajaran SD kelas 1–3 berdasarkan kedua kurikulum tersebut.

1. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
Pada K13, pembelajaran Bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan membaca, menulis, mendengarkan, dan berbicara melalui tema-tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Siswa diperkenalkan pada teks sederhana seperti deskripsi, cerita pendek, dan percakapan.

Baca Juga: Ironis, Hinterland Metropolitan yang Memprihatinkan

Sementara dalam Kurikulum Merdeka, pendekatannya lebih menekankan pada penguatan literasi fungsional.

Siswa diajak untuk memahami makna teks dan mengaitkannya dengan konteks sosial. Kegiatan seperti membaca nyaring, menulis refleksi sederhana, dan berdiskusi menjadi bagian utama proses pembelajaran.

2. Matematika
Dalam K13, fokus utama pembelajaran matematika kelas rendah adalah pengenalan angka, operasi hitung dasar, pengukuran, serta bentuk dan pola.

Baca Juga: Borong Empat Gelar, Tuan Rumah Juara Umum Indonesia Masters 2025 di Medan, Taufik Hidayat: Alhamdulillah, Pencapaian Meningkat

Konsep diajarkan secara bertahap agar siswa memahami hubungan antarbilangan.

Sedangkan Kurikulum Merdeka mengutamakan pembelajaran berbasis pemahaman konsep, bukan sekadar hafalan.

Siswa dilatih untuk berpikir logis dan menyelesaikan masalah melalui konteks nyata, misalnya menghitung benda di sekitar atau membandingkan ukuran.

Baca Juga: Profil SMK Migas Cepu, Latih Kemampuan Praktis Siswa, Peluang Kerja Dijamin Luas

3. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)
Materi PPKn dalam kedua kurikulum menekankan pembentukan sikap positif terhadap nilai-nilai Pancasila, kedisiplinan, dan tanggung jawab.

Pada Kurikulum Merdeka, pembelajaran difokuskan pada proyek profil pelajar Pancasila, seperti kegiatan gotong royong, menjaga kebersihan, atau menghargai perbedaan di lingkungan sekolah.

4. Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial
Dalam K13, IPA dan IPS masih terintegrasi dalam tema-tema pembelajaran. Siswa dikenalkan pada alam sekitar, cuaca, hewan, tumbuhan, serta kehidupan masyarakat.

Baca Juga: Surat dari Siswa SRMP 2 Bandung Barat untuk Presiden Prabowo, Tempat Merakit Impian Masa Depan

Di Kurikulum Merdeka, kedua bidang ini diperluas dalam mata pelajaran IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial) dengan pendekatan proyek eksploratif.

Siswa diajak untuk melakukan pengamatan, percobaan sederhana, dan berdiskusi untuk menemukan konsep ilmiah secara mandiri.

5. Seni, Budaya, dan Prakarya
Kedua kurikulum memberikan ruang besar bagi pengembangan kreativitas siswa. Dalam Kurikulum Merdeka, kegiatan seni dikaitkan dengan ekspresi diri dan budaya lokal.

Baca Juga: UPI Sumedang Cetak Prestasi Nasional! Mahasiswa Raih Juara 2 Video Kreatif Pariwisata, Kenali Sosok Dibalik Kesuksesan Ini

Siswa belajar menggambar, menari, atau membuat karya dari bahan alam sekitar, sekaligus menumbuhkan apresiasi terhadap keberagaman budaya.

Baik Kurikulum 2013 maupun Kurikulum Merdeka memiliki tujuan yang sama, yaitu membentuk siswa yang berkarakter, cerdas, dan kreatif.

Perbedaan utamanya terletak pada pendekatan pembelajaran: K13 berfokus pada ketuntasan materi dan tematik integratif, sedangkan Kurikulum Merdeka lebih menekankan pada fleksibilitas, kemandirian belajar, dan penguatan kompetensi dasar.

Baca Juga: Rekor Gila Harry Kane, Lampaui Rekor Gol Messi dan Ronaldo

Dengan memahami ringkasan dan review materi pembelajaran kelas 1–3 ini, guru dan orang tua dapat lebih mudah mendampingi siswa dalam proses belajar, serta menyesuaikan metode pengajaran dengan kebutuhan perkembangan anak. ***